Keterangan Dzat (Tamyiz)
Keterangan Dzat (Tamyiz)
Bila haal menjelaskan tentang keadaan atau kondisi,
maka tamyiz digunakan ketika kita ingin menjelasakan
atau menegaskan dzat atau objek yang dimaksud.
Contoh penggunaan tamyiz:
طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا
Muhammad itu wangi tubuhnya
Kata “نَفْسًا merupakan tamyiz, karena ia menegaskan apa
yang wangi dari Muhammad. Karena bisa jadi yang wangi
adalahnya pakaiannya, rumahnya, mobilnya, dan lain-lain.
Ketika ditambahkan kata “نَفْسًا maka jelaslah yang wangi
adalah tubuhnya.
Selain untuk mempertegas, tamyiz juga berfungsi ketika
kita ingin menjelaskan benda yang dimaksud setelah
penyebutan angka atau jumlah. Contohnya:
مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً
Aku memiliki 90 ekor kambing
Maka kata “نَعْجَةً” disebut dengan tamyiz karena ia
menjelaskan dzat yang dimaksud dari kata “90 ekor”.
Artinya, yang dimaksud adalah kambing bukan kucing,
sapi, atau kerbau.
Dikarenakan tamyiz menjelaskan zat, maka ia harus dari
kelompok isim jamid. Tidak mungkin tamyiz dengan isim
musytaq seperti isim fa’il, isim maf ul dan sebagainya.
