Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits إِنَّ dan yang semisalnya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits إِنَّ dan yang semisalnya (إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)
وَلِلّٰهِ الۡمَشۡرِقُ وَالۡمَغۡرِبُ ۚ فَاَيۡنَمَا تُوَلُّوۡا فَثَمَّ وَجۡهُ اللّٰهِؕ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun
kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(Al Baqarah: 115)
فَاِنۡ زَلَـلۡتُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡکُمُ الۡبَيِّنٰتُ فَاعۡلَمُوۡٓا اَنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ حَکِيۡمٌ
Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang
kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Baqarah: 209)
وَيَطُوۡفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٌ لَّهُمۡ كَاَنَّهُمۡ لُـؤۡلُـؤٌ مَّكۡنُوۡنٌ
Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk
(melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang
tersimpan. (Ath Thuur: 24)
وَلَوۡلَا دَفۡعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعۡضَهُمۡ بِبَعۡضٍ لَّفَسَدَتِ الۡاَرۡضُ وَلٰـکِنَّ اللّٰهَ ذُوۡ فَضۡلٍ عَلَى الۡعٰلَمِيۡنَ
Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian
umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah
bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan)
atas semesta alam. (Al Baqarah: 251)
اَللّٰهُ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ الۡكِتٰبَ بِالۡحَقِّ وَالۡمِيۡزَانَؕ وَمَا يُدۡرِيۡكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيۡبٌ
Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa)
kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan
tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?
(Asy-Syuura: 17)
يٰلَيۡتَ لَـنَا مِثۡلَ مَاۤ اُوۡتِىَ قَارُوۡنُۙ اِنَّهٗ لَذُوۡ حَظٍّ عَظِيۡمٍ
Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah
diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar
mempunyai keberuntungan yang besar”. (Al Qashash: 79)
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.
(HR Muslim)
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau
seorang pengembara. (HR Bukhari)
يَا رَسُولَ اللَّهِ نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ أَفَلَا تُجَاهِدُ قَالَ لَا لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجَّ مَبْرُورٌ
Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah
sebaik-baiknya amal, maka apakah kami tidak boleh
berjihad?”. Beliau bersabda: “Tidak, namun sebaik-baik
jihad bagi kalian (para wanita) adalah haji mabrur”.
(HR Bukhari)
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ
Sesungguhnya besarnya pahala bergantung pada
besarnya cobaan (HR Tirmidzi)
لَا يُشِيرُ أَحَدُكُمْ عَلَى أَخِيهِ بِالسَّلَاحِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنْ النَّارِ
Janganlah salah seorang diantara kalian mengarahkan pedangnya
kepada kawannya, sebab siapa tahu setan menariknya dari tangannya
lantas ia terjerumus dalam lubang neraka (HR Bukhari & Muslim)
