ظَنَّ dan yang Semisalnya ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا
ظَنَّ dan yang Semisalnya ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا
‘Aamil dzhanna dan yang semisalnya menjadikan mubtada dan
khabar manshub keduanya. Kelompok ini merupakan fi’il muta’addiy
yang mafulnya ada dua. Oleh karena itu, kedua isim setelahnya
menjadi manshub keduanya. Misalnya kata kerja “menjadikan”.
Maka dalam bahasa Indonesia sekalipun dapat dipahami bahwa objek
untuk kalimat ini ada dua. Contohnya kalimat “Aku Menjadikan Kamu
Istri”. Maka “Kamu” dan “Istri” adalah objek. ‘Aamil yang masuk
kelompok ini adalah:
ظَنَنْتُ (menyangka)
ظَنَنْتُ الرَّئِيسَ عَادِلًا
(Saya menyangka pemimpin itu adil)
حَسِبْتُ (mengira)
حَسِبْتُ حَامِدًا صَادِقًا
(Saya mengira hamid itu jujur)
خِلْتُ (membayangkan)
خِلْتُ التَّلْمِيذَ فَاهِمًا
(Saya membayangkan murid itu paham)
زَعَمْتُ (menduga/mengira)
زَعَمْتُ حَامِدًا مَحْمُوْدًا
(Saya kira Hamid itu Mahmud)
رَأَيْتُ (berpandangan berpendapat)
رَأَيْتُ زَيْدًا عَالِمًا
(Aku berpandangan Zaid itu orang berilmu)
عَلِمْتُ (mengetahui)
عَلِمْتُ فَاطِمَةَ نَشِيْطَةً
(Saya tahu Fathimah itu rajin)
وَجَدْتُ (mendapati)
وَجَدْتُ الكِتَابَ ضَائِعًا
(Saya mendapati buku hilang)
اِتَّخَذْتُ (menjadikan)
اِتَّخَذْتُ هِندًا زَوْجَتِي
(Saya menjadikan Hindun sebagai istri saya)
جَعَلَتُ (menjadikan)
جَعَلْتُ الحَدِيدَ خَاتَمًا
(Saya menjadikan besi itu cincin)
Perlu dicatat bahwa yang menjadi ‘aamil bukan hanya fi’il madhi
dhamir ana seperti contoh-contoh di atas, tapi seluruh bentuk
tashrif dari fi’il-fi’il di atas. Contohnya:
جَعَلَ عَلِيٌّ الذَّهَبَ خَاتَمًا
(Ali menjadikan emas itu cincin)
Susunan kalimat dzhanna dan yang semisalnya adalah:
Fi’il + Fa’il + Maful Awwal + Maful Tsani
Contohnya:
عَلِمْتُ زَيْدًا مُجْتَهِدًا
Saya mengetahui Zaid itu bersungguh-sungguh
Maka “عَلِمْتُ adalah fi’il madhi beserta fa’ilnya (dhamir ana)
“زَيْدًا” disebut dengan maful awwal, dan “مُجْتَهِدًا” disebut
dengan maful tsaani.
Kaidah dzhanna dan yang semisalnya:
1. Mubtada berubah namanya menjadi maful awwal dan
berubah i’rabnya menjadi manshub
2. Khabar berubah namanya menjadi maful tsaani dan
i’rabnya menjadi manshub
