Membangun Trading Game Plan
1. Menentukan Tujuan Trading
(Income vs Investasi)
- Income (penghasilan aktif):
- Trading dilakukan setiap hari untuk
mendapatkan profit konsisten. - Fokus pada strategi jangka pendek
(scalping/day trading). - Tujuan: menghasilkan pendapatan
harian/mingguan.
- Trading dilakukan setiap hari untuk
- Investasi (penghasilan pasif/akumulasi):
- Trading jangka panjang, lebih mirip
swing trading atau investasi. - Fokus pada pertumbuhan modal dalam
jangka menengah-panjang. - Tujuan: membangun kekayaan dengan
risiko lebih kecil.
- Trading jangka panjang, lebih mirip
Trader harus jelas sejak awal: Apakah trading ini
sebagai full-time income atau sebagai tambahan
investasi?
2. Menentukan Strategi Entry & Exit
- Entry:
- Gunakan indikator teknikal (EMA, VWAP,
candlestick pattern, dll). - Entry harus punya alasan logis: breakout,
pullback, support-resistance. - Hindari entry berdasarkan emosi atau
“feeling”.
- Gunakan indikator teknikal (EMA, VWAP,
- Exit:
- Tentukan stop-loss (misalnya kerugian
maksimal $50 per trade). - Tentukan profit target (misalnya 2 kali
risiko). - Terapkan aturan risk/reward ratio
minimal 1:2 agar jangka panjang tetap
untung meski win rate kecil.
- Tentukan stop-loss (misalnya kerugian
3. Money Management Detail
- Atur jumlah lot/size sesuai risiko per trade.
- Terapkan aturan 2% (maksimal risiko 2% dari
modal per trade). - Hindari overtrading dengan membatasi jumlah
posisi. - Fokus pada preservasi modal → jangan
biarkan 1 trade buruk menghancurkan akun.
4. Aturan Harian
Andrew Aziz menyarankan trader memiliki trading
rule book pribadi, misalnya:
- Hentikan trading setelah 2 kali loss beruntun.
- Jangan balas dendam (revenge trading).
- Trading hanya di jam tertentu (misalnya 1–3 jam
pertama setelah pasar buka). - Wajib review setup sebelum masuk.
Aturan ini menjaga disiplin dan mencegah
kerugian besar.
5. Review & Evaluasi Trading Journal
- Simpan semua detail trade: waktu entry, alasan
entry, exit, hasil, emosi saat trading. - Lakukan review mingguan/bulanan.
- Cari pola kesalahan:
- Apakah sering entry terlalu cepat?
- Apakah sering tidak disiplin pada stop-loss?
- Dengan jurnal, trader bisa berkembang seperti
atlet yang menganalisa rekaman pertandingan.
Kesimpulan
Membangun Trading Game Plan adalah fondasi
utama untuk menjadi trader yang konsisten. Tanpa
rencana, trader hanya berjudi di pasar. Dengan
rencana yang detail (tujuan, strategi, money
management, aturan harian, dan review jurnal),
trader bisa menjaga disiplin, mengelola risiko,
dan bertumbuh dalam jangka panjang.
