Keterangan Waktu dan Tempat (Dzharaf Zaman dan Dzharaf Makan)
Keterangan Waktu dan Tempat
(Dzharaf Zaman dan Dzharaf Makan)
Keterangan waktu (Dzharaf Zaman) dan keterangan tempat
(Dzharaf Makan) yang juga dikenal dengan maful fiih bisa
digunakan untuk menerangkan waktu (pagi, siang, sore,
malam, dll) atau tempat (di depan, di belakang, dll).
Dzharaf Zaman adalah:
اليَوْمَ (di hari ini)
أَذْهَبُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ الكَبِيرَةِ اليَوْمَ
(Saya pergi ke perpustakaan yang besar hari ini)
اللَّيْلَةَ (di malam hari)
تُسَافِرُ فَاطِمَةُ لَيْلَةَ الأَحَدِ
(Fathimah pergi di malam minggu)
غُدْوَةً (di pagi hari)
أمْشِي مَعَ زَوْجَتِي الجَمِيلَةِ غُدْوَةً
Saya berjalan bersama istri saya yang cantik di pagi hari
بُكْرَةً (di pagi hari)
ذَهَبَ العُمَّالُ النُّشَطَاءُ بُكْرَةً
Para pekerja yang rajin berangkat pagi-pagi
سَحرًا (di waktu sahur)
اسْتَيْقَظَ إِمَامُ الْمَسْجِدِ سَحَرًا
Imam masjid bangun tidur di waktu sahur
غَدًا (besok)
تَبْدَأُ الدِّرَاسَةُ غَدًا
Pelajaran mulai besok
عَتَمَةٌ (di waktu malam (Sepertiga malam pertama ))
تَعَشَّى مَحْمُودٌ عَتَمَةً
Mahmud makan malam di waktu isya
صباحًا (Di waktu shubuh)
أَحْفَظُ القُرْآنَ صَبَاحًا
Saya menghafal Al Qur’an di waktu shubuh
مَسَاءً (di sore hari)
أَذْكُرُ اللَّهَ مَسَاءً
Saya berdzikir kepada Allah di waktu sore
أَبَدًا (selamanya)
أُحِبُّكِ أَبَدًا
Saya mencintaimu selamanya
أَمَدًا (besok-besok)
أَذْهَبُ إِلَى بَيْتِكَ أَمَدًا
Saya akan pergi ke rumahmu besok-besok
حِيْنًا (suatu ketika)
أَذْهَبُ إِلَى بَيْتِكَ حِيْنًا
Saya akan pergi ke rumahmu suatu saat
Adapun Dzharaf Makan adalah:
أَمَامَ (di depan)
قَامَ زَيْدٌ أَمَامَ المَسْجِدِ
Zaid berdiri di depan kelas
خَلْفَ (di belakang)
صَلَّى الْمُسْلِمُوْنَ خَلْفَ الإِمَامِ
Kaum muslimin shalat di belakang imam
قُدَّامَ (di hadapan)
سِرْتُ قُدَّامَ عَائِشَةَ
Saya berjalan di depan ‘Aisyah
وَرَاءَ (di belakang)
سِرْتُ وَرَاءَ بَكْرٍ
Saya berjalan di belakang Bakr
فَوْقَ (di atas)
رَأَيْتُ الطَّائِرَ فَوْقَ الشَّجَرَةِ
Saya melihat burung di atas pohon
تَحْتَ (di bawah)
نِمْتُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ
Saya tidur di bawah pohon
عِنْدَ (di sisi)
فَرِحْتُ عِنْدَكَ
Saya bahagia di sisimu
مَعَ (bersama)
رَكِبَ عَلَى الفَرَسَ مَعَ مَحْمُوْدٍ
Ali menunggangi kuda bersama Mahmud
إِزَاءَ (di depan)
جَلَسْتُ إِزَاءَ البَابِ
Saya duduk di depan pintu
حِذَاءَ (di depan)
جَلَسْتُ حِذَاءَ البَابِ
Saya duduk di depan pintu
تِلْقَاءَ (di depan)
جَلَسْتُ تِلْقَاءَ البَابِ
Saya duduk di depan pintu
ثُمَّ (di sana)
اُنْظُرْ زَيْدًا ثَمَّ
Lihatlah Zaid di sana
هُنَا (di sini)
أَسْكُنُ هُنَا
Saya tinggal di sini
Bila setelah dzharaf, baik dzharaf makan maupun dzharaf zaman,
terdapat isim, maka ia dihukumi majrur karena menjadi mudhaf ilaih.
Contohnya:
قَامَ زَيْدٌ أَمَامَ المَسْجِدِ
Dan contoh:
تُسَافِرُ فَاطِمَةُ لَيْلَةَ الْأَحَدِ
Maka kata “المَسْجِدِ” dan “الأَحَدِ” majrur dikarenakan menjadi mudhaf ilaih
