Keterangan Tujuan (Maf’ul Min Ajlih)
Keterangan Tujuan (Maf’ul Min Ajlih)
Maful min ajlih (المَفْعُولُ مِنْ أَجْلِهِ) sesuai namanya adalah maful
yang menjelaskan tujuan atau alasan kenapa suatu perbuatan
dilakukan. Maf’ul min ajlih juga disebut dengan maf’ul lah (المَفْعُولُ لَهُ).
Contohnya:
قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالاً لِمُحَمَّدٍ
Zaid berdiri untuk menghormati Muhammad
Maf’ul min ajlih harus menggunakan wazan mashdar.
Tidak boleh menggunakan wazan lain seperti isim fa’il
dan isim maf’ul. Contohnya:
زُرْتُكَ ابْتِغَاءَ مَعْرُوْفِكَ
Aku mengunjungimu karena mengharapkan kebaikanmu
Kata اِبْتِغَاءِ merupakan mashdar dari اِبْتَغَى
Maf’ul min ajlih juga harus dari kata yang maknanya berupa
perasaan (perbuatan hati), tidak boleh dari kata yang maknanya
perbuatan fisik (lisan, tangan, dan sebagainya).
Maka tidak boleh kita mengatakan:
ذَهَبْتُ إِلَى المَدِينَةِ تِجَارَةً
Yang benar dengan menggunakan huruf jar:
ذَهَبْتُ إِلَى المَدِينَةِ لِلتَّجَارَةِ
Aku pergi ke kota untuk berdagang
