Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Keterangan Dzat (Tamyiz)
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Keterangan Dzat (Tamyiz)
وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya
kepada Allah. (Al Baqarah: 165)
وَاِذۡ وٰعَدۡنَا مُوۡسٰٓى اَرۡبَعِيۡنَ لَيۡلَةً ثُمَّ اتَّخَذۡتُمُ الۡعِجۡلَ مِنۡۢ بَعۡدِهٖ وَاَنۡـتُمۡ ظٰلِمُوۡنَ
Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa
(memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam,
lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan)
sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.
(Al Baqarah : 51)
نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ
Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat
(untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan
(Al Muzzammil: 6)
اِذۡ قَالَ يُوۡسُفُ لِاَبِيۡهِ يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡ رَاَيۡتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبًا وَّالشَّمۡسَ وَالۡقَمَرَ رَاَيۡتُهُمۡ لِىۡ سٰجِدِيۡنَ
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku,
sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari
dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku” (Yusuf: 4)
وَّفَجَّرۡنَا الۡاَرۡضَ عُيُوۡنًا فَالۡتَقَى الۡمَآءُ عَلٰٓى اَمۡرٍ قَدۡ قُدِرَۚ
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka
bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah
ditetapkan (Al Qamar: 12)
ذٰ لِكَ الۡـفَضۡلُ مِنَ اللّٰهِ ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ عَلِيۡمًا
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup
mengetahui (An Nisa: 70)
اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ وَاِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُهٗ زَادَتۡهُمۡ
اِيۡمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang
bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila
dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya),
dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (Al Anfal: 2)
إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ
Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah
pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar
(makhluk hidup) (Muttafaq ‘Alaih)
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang
paling baik akhlaqnya (HR Abu Daud)
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدَةً ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, 100 kurang 1, barang
siapa menghitungnya (menghafal, memahami dan mentadabburi)
akan masuk surga (HR Bukhari & Muslim)
