embun hijrahku

Jumlah Fi’liyyah Dalam Keadaan Manshub

Jumlah Fi’liyyah Dalam Keadaan Manshub

Sama dengan isim, fi’il pun bisa berubah i’rabnya. Fi’il bisa marfu,

manshub, majzum namun tidak bisa majrur. Karena majrur

merupakan kekhususan isim. Sebagaimana Isim bisa marfu’,

manshub, dan majrur namun tidak bisa majzum karena majzum

merupakan kekhususan fi’il.

Perlu dicatat bahwa fi’il madhi dan fi’il amar itu mabniy. Artinya,

tidak terpengaruh dengan keberadaan ‘aamil dan selamanya akan

datang dalam bentuk yang sama. sedangkan fi’il mudhari itu

mu’rab kecuali fi’il mudhari dhamir هُنَّ dan أنْتُنَّ. Oleh karena itu,

ketika kita berbicara ‘aamil nashab, maka itu berkaitan dengan

fi’il mudhari saja.

Ada beberapa ‘aamil yang menyebabkan fi’il mudhari berubah

menjadi manshub. Diantaranya:

1. أَنْ (bahwa)

أُرِيدُ أَنْ أَقْرَأُ القُرْآنَ

(Saya ingin membaca Al Quran)

2. لَنْ (tidak akan)

لَنْ أَذْهَبَ إِلَى أَمْرِيكَا

(Saya tidak akan pergi ke Amerika)

3. إِذَنْ (kalau begitu)

سَأَزُوْرُكَ غَدًا | إِذَنْ أُكْرِمَكَ

(Saya akan ke rumahmu besok | Kalau begitu,

Aku akan memuliakanmu)

4. کَیْ (supaya)

أَذْهَبُ إِلَى المَكْتَبَةِ كَيْ أَقْرَأُ الكُتُبَ

(Saya pergi ke perpustakaan supaya bisa membaca buku-buku)

5. لَامْ كَيْ (lam yang artinya supaya)

أَذْهَبُ إِلَى المَكْتَبَةِ لِأَقْرَأُ الكُتُبَ

(Saya pergi ke perpustakaan supaya bisa membaca buku-buku)

6. لَامُ الجُحُودِ (lam pengingkaran)

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang

kamu berada di antara mereka.” (Al Anfal: 33)

Lam Juhud adalah lam yang ada setelah kaana dan turunannya yang

didahului huruf nafiy (seperti مَا كَانَ dan لَمْ يَكُنْ )

7 حَتَّى (hingga)

لَنْ أَرْجِعَ حَتَّى أَحْفَظَ الْقُرْآنَ

(Saya tak akan pulang sampai hafal Al Quran)

8. وَالْجَوَابُ بِالفَاءِ وَالْوَاوِ وَأَوْ (Kalimat syarat-jawab dengan fa (maka),

wa (dan( dan Au (atau))

لَيْتَ لِي مَالًا فَأَحُجَّ مِنْهُ

(Seandainya punya harta, Saya akan berhaji)

Yang menjadi huruf nashab bukanlah sekedar huruf fa, wa, dan au yang

merupakan huruf athaf, tapi huruf fa, wa, dan au yang digunakan dalam

bentuk kalimat bersyarat. Contoh lain:

لَعَلَّكَ تَرُوْرُنَا وَنَشْكُرَكَ

“Semoga kamu mengunjungi kami dan kami akan berterima kasih”

لَا تَظْلِمُ فَيَكْرَهَكَ النَّاسُ

“Janganlah berbuat dzhalim maka manusia akan membencimu”

لَأَقْتُلَنَّ الكَافِرَ أَوْ يُسْلِمَ

“Saya benar-benar akan membunuh orang kafir atau ia menjadi muslim”

Huruf-huruf nashab di atas ketika bertemu dengan fi’il mudhari, maka akan

menjadikannya manshub. Tanda i’rab fi’il mudhari ketika manshub adalah:

Jumlah Fi'liyyah Dalam Keadaan Manshub

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *