embun hijrahku

Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Fi’liyyah Dalam Keadaan Manshub

Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Fi’liyyah Dalam Keadaan Manshub

 

وَمَا تَشَآءُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّ الۡعٰلَمِيۡنَ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali

apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam (At Takwir: 29)

 

وَمَا نَقَمُوۡا مِنۡهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ يُّؤۡمِنُوۡا بِاللّٰهِ الۡعَزِيۡزِ الۡحَمِيۡدِۙ
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan

karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha

Perkasa lagi Maha Terpuji (Al Buruj: 8)

 

فَاُولٰٓٮِٕكَ عَسَى اللّٰهُ اَنۡ يَّعۡفُوَ عَنۡهُمۡ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَفُوًّا غَفُوۡرًا
mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah

Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun (An Nisa: 99)

 

فَاَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّيۡنِ الۡقَيِّمِ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِىَ يَوۡمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ‌ۖ يَوۡمَٮِٕذٍ يَّصَّدَّعُوۡنَ
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus

(Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat

ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah

(Ar Ruum: 43)

 

وَاِذۡ قُلۡتُمۡ يٰمُوۡسٰى لَنۡ نُّؤۡمِنَ لَـكَ حَتّٰى نَرَى اللّٰهَ جَهۡرَةً فَاَخَذَتۡكُمُ الصّٰعِقَةُ وَاَنۡتُمۡ تَنۡظُرُوۡنَ‏
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan

beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang,

karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”

(Al Baqarah: 55)

 

كَىۡ نُسَبِّحَكَ كَثِيۡرًا
supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau (Thaha : 33)

 

لِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًا
supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu

yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan

nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus

(Al Fath: 2)

 

وَجَعَلُوۡا لِلّٰهِ اَنۡدَادًا لِّيُـضِلُّوۡا عَنۡ سَبِيۡلِهٖ‌ؕ قُلۡ تَمَتَّعُوۡا فَاِنَّ مَصِيۡرَكُمۡ اِلَى النَّارِ‏
Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah

supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:

“Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu

ialah neraka” (Ibrahim: 30)

 

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَاَنۡتَ فِيۡهِمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu

berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab

mereka, sedang mereka meminta ampun (Al Anfal : 33)

 

اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا وَظَلَمُوۡا لَمۡ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَـغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَـهۡدِيَهُمۡ طَرِيۡقًا
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman,

Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak

(pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka (An Nisa: 168)

 

وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنۡ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوۡلَاۤ اِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٌ فَلَا تَكۡفُرۡؕ‌
sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun

sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu),

sebab itu janganlah kamu kafir (Al Baqarah: 102)

 

وَلَنۡ تَرۡضٰى عَنۡكَ الۡيَهُوۡدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡ‌ؕ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu

hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqarah: 120)

 

يّٰلَيۡتَنِىۡ كُنۡتُ مَعَهُمۡ فَاَ فُوۡزَ فَوۡزًا عَظِيۡمًا‏
“Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya

mendapat kemenangan yang besar (pula)” (An Nisa: 73)

 

مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يُقۡرِضُ اللّٰهَ قَرۡضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗۤ اَضۡعَافًا کَثِيۡرَةً  ‌
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman

yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan

melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang

banyak. (Al Baqarah: 245)

 

فَعَسَى اللّٰهُ اَنۡ يَّاۡتِىَ بِالۡفَتۡحِ اَوۡ اَمۡرٍ مِّنۡ عِنۡدِهٖ فَيُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَاۤ اَسَرُّوۡا فِىۡۤ اَنۡفُسِهِمۡ نٰدِمِيۡنَ
Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan

(kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya.

Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa

yang mereka rahasiakan dalam diri mereka (Al Maidah: 52)

 

وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ‌ۚ لَا يُقۡضٰى عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوۡتُوۡا
Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka

tidak dibinasakan sehingga mereka mati (Fathir: 36)

 

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ وَلَمَّا يَعۡلَمِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ جَاهَدُوۡا مِنۡكُمۡ وَيَعۡلَمَ الصّٰبِرِيۡنَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal

belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan

belum nyata orang-orang yang sabar (Ali Imran : 142)

 

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الْأَوْثَانَ وَإِنَّهُ

سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

Kiamat tidak terjadi hingga kabilah-kabilah dari ummatku bertemu

kaum musyrikin dan hingga patung-patung disembah dan

ditengah-tengah ummatku akan ada tiga puluh pendusta, semuanya

mengaku nabi padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi

setelahku (HR Tirmidzi)

 

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai ia mencintai

sesuatu untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya

(HR Bukhari & Muslim)

 

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Cukuplah sesorang dikatakan berdusta bila ia membicarakan

semua yang ia dengar (HR Muslim)

 

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا

الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الإِسْلامِ

وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka

bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali

Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan

shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melaksanakannya

berarti mereka telah melindungi darah dan hartanya dari (serangan)

kami, kecuali karena hak Islam, sementara hisab mereka Allah yang

menanggungnya. (HR. Bukhari & Muslim)

 

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَن يَنفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ

اللهُ لَك وإِن اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ
Ketahuilah, andaikan semua umat berkumpul untuk memberikan suatu

manfaat kepadamu maka mereka tidak akan mampu memberikan

manfaat tersebut kepadamu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan

untukmu, dan andaikan semua umat berkumpul untuk memberikan

suatu bahaya kepadamu maka mereka tidak akan mampu memberikan

bahaya tersebut kecuali bahaya yang telah Allah tetapkan untuk

menimpamu (HR Tirmidzi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *