Berpura-puralah Kalian Sudah Berteman Akrab
Leil Lowndes menyarankan sebuah
trik cerdas untuk mengelabui
tubuh Anda agar secara otomatis
mengirimkan sinyal-sinyal positif.
Triknya sederhana:
berpura-puralah bahwa Anda
sudah sangat mengenal
orang-orang yang ingin Anda ajak
bicara.
Mengapa trik ini bekerja?
Anda hanya bisa merasakan dan
menunjukkan rasa tidak nyaman
ketika Anda tidak tahu bagaimana
reaksi orang lain terhadap Anda.
Ada ketidakpastian. Ada rasa takut
ditolak atau dianggap aneh.
Ketidakpastian inilah yang
menciptakan kecanggungan.
Tetapi, jika Anda membayangkan
bahwa Anda sudah berteman
akrab dengan orang itu, Anda secara
instan menghilangkan
ketidakpastian ini. Kalau kalian
sudah berteman dekat, tidak ada lagi
yang perlu ditakutkan, bukan? Anda
akan merasa jauh lebih tenang dan
nyaman berada di sekitar mereka.
Kepura-puraan yang Berubah
Menjadi Kasih Sayang Sungguhan
Lowndes mengatakan bahwa
berpura-pura menyukai seseorang
itu rasanya begitu menyenangkan
sehingga lama-kelamaan akan
berubah menjadi rasa suka yang
sungguhan.
Prosesnya bekerja seperti lingkaran
positif. Pada awalnya, Anda hanya
berpura-pura menyukai mereka.
Tetapi karena Anda berpura-pura,
Anda mulai mengirimkan
sinyal-sinyal yang membuat
mereka merasa nyaman. Mereka
merasa diterima dan dihargai oleh
Anda. Akibatnya, mereka pun jauh
lebih mungkin untuk membalas
dengan menyukai Anda dan
bersikap hangat kepada Anda.
Ketika Anda melihat mereka bersikap
hangat dan ramah kepada Anda,
Anda pun akan berpikir, “Wah, orang
ini ternyata baik dan menyenangkan.”
Ini membuat Anda benar-benar
ingin menyukai mereka, bukan
sekadar berpura-pura lagi.
Hasil akhirnya? Percakapan menjadi
benar-benar mudah dan
menyenangkan. Sebuah
kepura-puraan kecil di awal dapat
memicu rangkaian reaksi yang
berujung pada persahabatan yang
nyata.
Dua Cara untuk Mengelabui
Diri Sendiri
Banyak pakar pengembangan diri
setuju dengan ide Leil Lowndes.
Membayangkan hasil yang Anda
inginkan dari pertemuan Anda,
yaitu persahabatan yang akrab,
akan membuat Anda bertindak
dengan cara-cara yang
mewujudkannya.
Lalu, bagaimana cara mengelabui
diri sendiri agar merasa sudah
berteman dengan seseorang,
padahal sebenarnya belum?
Salah satu caranya datang dari
Joseph Murphy dalam bukunya
The Power of Your Subconscious
Mind. Murphy menyarankan agar
Anda terlebih dahulu memikirkan
bagaimana Anda ingin orang
lain melihat Anda. Apakah Anda
ingin dianggap ramah,
menyenangkan, dan dapat dipercaya?
Setelah Anda menentukan itu, langkah
berikutnya adalah: tidak peduli
bagaimana pun sikap mereka
terhadap Anda, pikirkanlah
mereka dengan cara yang sama
seperti yang Anda inginkan. Jika
Anda ingin orang lain berkata hal-hal
yang baik tentang Anda, maka
pikirkanlah hal-hal yang baik
tentang mereka terlebih dahulu.
Murphy setuju dengan Lowndes bahwa
orang lain secara alami akan
menangkap pikiran-pikiran baik
Anda dan memantulkannya
kembali kepada Anda. Ketika
Anda dengan tulus memikirkan
hal-hal baik tentang seseorang,
bahasa tubuh dan ekspresi mikro
Anda akan berubah secara halus.
Senyum Anda menjadi lebih tulus,
mata Anda lebih hangat, dan postur
Anda lebih terbuka. Sinyal-sinyal ini
akan ditangkap oleh lawan bicara
Anda, dan mereka akan merespons
dengan cara yang sama positifnya.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Oke, kita lanjut lagi! Setelah lo jago
semua teknik basa-basi dan
membangun keakraban, sekarang
Leil Lowndes ngasih satu trik
psikologis yang kedengerannya kayak
main-main, tapi efeknya luar biasa:
Berpura-puralah Kalian Udah
Berteman Akrab.
Ini bukan soal jadi orang palsu.
Ini soal ngakalin otak lo sendiri
biar lo gak gugup, dan hasilnya…
sinyal positif lo bakal bikin orang lain
beneran suka sama lo. Sebuah
ramalan yang terwujud, tapi versi
positifnya.
Kenapa Canggung Itu Muncul?
Karena Ada Ketidakpastian.
Coba lo inget-inget. Kapan lo ngerasa
gugup, kaku, atau salah tingkah pas
ketemu orang baru?
Pasti waktu lo mikir:
“Dia suka gak ya sama gue?
Gue harus ngomong apa?
Nanti gue ditolak gak ya?”
Rasa canggung lahir dari
ketidakpastian. Lo gak tau
reaksi dia bakal gimana.
Nah, trik dari Lowndes ini ampuh
karena langsung ngehapus
ketidakpastian itu di akarnya.
Kalau lo udah “memutuskan”
di kepala lo bahwa dia adalah
temen deket lo, maka:
Gak ada lagi ketakutan ditolak.
Gak ada lagi rasa “gue harus
impresif”.Yang ada cuma kenyamanan
dan keakraban.
Begitu otak lo ngerasa “aman” (karena
ini cuma ketemu temen lama), bahasa
tubuh lo otomatis berubah.
Postur lo lebih rileks, senyum lo lebih
natural, mata lo lebih hangat. Dan
sinyal-sinyal inilah yang ditangkep
orang lain sebagai “Dia ramah.
Gue nyaman di dekat dia.”
Kepura-puraan yang Berubah
Jadi Nyata (Lingkaran Positif)
Ini bagian paling kerennya. Lowndes
bilang, berpura-pura menyukai
seseorang itu rasanya begitu
menyenangkan, sampai
akhirnya berubah jadi rasa
suka beneran.
Begini mekanisme lingkaran
positifnya:
Lo pura-pura suka dan
menganggap dia temen deket.Karena itu, lo mulai ngirim
sinyal “nyaman” (senyum lebih
tulus, kontak mata hangat,
gestur terbuka).Dia nangkep sinyal itu. Dia
ngerasa diterima dan dihargai.Akibatnya, dia bales sikap lo
dengan jadi ramah dan
hangat juga.Lo ngeliat dia ramah ke lo
→ lo mikir, “Wah, orang ini
asik juga ya. Gue beneran
suka deh.”Jadilah kalian beneran
akrab.
Apa yang awalnya cuma “settingan
pura-pura” di otak lo, berujung jadi
koneksi yang nyata. Ini bukan
manipulasi licik. Ini adalah seni
menciptakan suasana yang
kondusif untuk pertemanan.
Dua Cara Jitu Mengelabui Diri
Sendiri (Biar Gak Garing
di Awal)
Biar makin gampang, lo bisa pake
dua jurus tambahan ini buat
ngeset otak lo:
1. Ambil Perspektif
“Kirim Pikiran Baik Dulu”
(Jurus dari Joseph Murphy)
Di bukunya The Power of Your
Subconscious Mind, Murphy nyaranin:
Sebelum lo nemuin orang, tentukan
dulu lo ingin dinilai apa. Misalnya,
lo ingin dianggap ramah,
menyenangkan, dan bisa dipercaya.
Nah, setelah itu, pikirkanlah hal-hal
itu tentang DIA. Gak peduli dia
nanti bersikap gimana, lo udah duluan
“men-cap” dia dengan pikiran positif:
“Dia ramah. Dia menyenangkan.
Dia bisa gue percaya.”
Kenapa ini ampuh? Karena otak lo gak
bisa ngebedain mana yang “pura-pura”
dan mana yang “nyata” dalam waktu
singkat. Begitu lo positif duluan,
bahasa tubuh dan ekspresi mikro lo
langsung berubah. Senyum lo lebih
lepas, alis lo sedikit terangkat, tatapan
lo lebih soft. Dia bakal nangkep
semua itu, dan dia akan
memantulkan balik energi positif
yang lo kasih.
2. Pra-Set “Temen Lama”
(Jurusnya Lowndes)
Sebelum lo masuk ke ruangan atau
mendekati seseorang, tarik napas,
dan bilang dalam hati:
“Dia ini temen deket gue. Kita cuma
belum ketemu lama. Dia kangen
sama gue.”
Begitu lo dekati dia dengan perasaan itu,
lo gak akan masuk dengan mode
“Tuan Serba Canggung”. Lo akan masuk
dengan mode “Halo, ketemu lagi!”.
Dan itu akan sangat terasa di nada
suara, gestur, dan pilihan kata lo.
Gitu guys. Terkadang, lo cuma perlu
sedikit “bohong putih” ke otak lo
sendiri biar lo bisa memunculkan
versi terbaik lo. Bukan buat nipu,
tapi buat mendobrak tembok
kecanggungan. Coba aja di acara
berikutnya. Pura-pura aja semua
orang di situ adalah temen deket lo.
Liat gimana bedanya reaksi mereka.
