buku

Bab 3 The Power of Self-Image

Lanny Bassham membuka bab ini
dengan sebuah pertanyaan yang
sangat mendasar. Mengapa ada orang
yang terus-menerus gagal
di momen-momen penting, meskipun
mereka sudah berlatih sangat keras
dan menguasai semua teknik yang
diperlukan?
Mengapa ada orang yang tampaknya
selalu berhasil di bawah tekanan,
sementara yang lain selalu goyah?
Jawabannya, menurut Bassham,
terletak pada satu hal: 
self-image.

Self-image adalah keyakinan terdalam
Anda tentang siapa diri Anda dan apa
yang bisa Anda capai. Ini bukanlah
apa yang Anda katakan kepada
orang lain. Ini bukanlah apa yang
Anda tulis di buku harian Anda.
Ini adalah kebenaran yang Anda
yakini tentang diri Anda sendiri
di level paling dalam, di bawah sadar
Anda. Keyakinan ini terbentuk
selama bertahun-tahun, melalui
pengalaman-pengalaman Anda,
melalui apa yang orang lain katakan
tentang Anda, dan melalui
bagaimana Anda menafsirkan
keberhasilan dan kegagalan Anda.

Bassham menekankan satu prinsip
yang sangat kuat dan sedikit
menakutkan. 
Anda tidak bisa
mengalahkan self-image Anda
sendiri.
 Anda bisa berlatih lebih
keras dari siapa pun. Anda bisa
memiliki teknik yang paling
sempurna. Anda bisa memiliki
pelatih terbaik di dunia. Tapi jika
self-image Anda berkata bahwa Anda
adalah tipe orang yang gagal
di momen-momen penting, maka
itulah yang akan terjadi. Pikiran
bawah sadar Anda akan selalu bekerja
untuk mewujudkan keyakinan
terdalam Anda, bahkan jika keyakinan
itu menghancurkan Anda.

Bayangkan self-image sebagai sebuah
termostat internal. Anda bisa
menyalakan pemanas ruangan dan
suhu akan naik untuk sementara.
Tapi termostat akan mendeteksi
kenaikan itu dan berkata,
“Ini terlalu panas. Suhu seharusnya
dua puluh derajat.”
Lalu ia akan menyalakan pendingin
untuk mengembalikan suhu ke dua
puluh derajat. Begitu pula sebaliknya.
Self-image Anda adalah pengatur
suhu itu. Jika self-image Anda berkata
bahwa Anda adalah atlet peringkat
lima besar, maka Anda mungkin bisa
sesekali mencapai peringkat tiga atau
empat. Tapi pikiran bawah sadar
Anda akan merasa tidak nyaman
dengan kesuksesan itu dan akan
bekerja untuk membawa Anda
kembali ke level yang “seharusnya”.
Anda akan secara tidak sadar
melakukan hal-hal yang menyabotase
diri sendiri untuk kembali ke zona
nyaman self-image Anda.

Bassham memberikan contoh dari
pengalamannya sendiri. Sebelum ia
mengubah self-image-nya, ia
sering kali unggul di babak
kualifikasi, tapi kemudian gagal
di final. Ia tidak mengerti mengapa.
Secara teknik, tidak ada yang
berubah antara kualifikasi dan final.
Targetnya sama. Senapannya sama.
Kondisi fisiknya sama. Yang berubah
hanyalah self-image-nya. Di dalam
hatinya, ia tidak benar-benar
percaya bahwa ia adalah seorang
juara. Jadi, ketika ia berada
di ambang kemenangan, pikiran
bawah sadarnya menciptakan
keraguan, ketegangan, dan kesalahan
kecil yang cukup untuk mencegahnya
menang. Pikiran bawah sadarnya
mengembalikannya ke level yang
diyakini sebagai “dirinya”.

Di sinilah letak masalah dari
kebanyakan upaya perbaikan diri.
Orang mencoba memperbaiki teknik
mereka. Mereka mencoba berlatih
lebih keras. Mereka mencoba
mencari pelatih yang lebih baik.
Semua ini adalah perubahan
di permukaan. Mereka tidak
menyentuh self-image. Akibatnya,
setiap kali mereka berhasil, mereka
akan segera kembali ke level
performa lama mereka. Inilah
sebabnya mengapa perubahan
sering kali tidak bertahan lama.

Bassham kemudian sampai pada
kesimpulan yang paling penting dari
bab ini. 
Perubahan performa
permanen hanya terjadi ketika
self-image diubah, bukan hanya
teknik.
 Jika Anda ingin mengubah
hasil Anda secara permanen, Anda
harus mengubah keyakinan Anda
tentang diri Anda sendiri terlebih
dahulu. Anda harus mengubah
self-image Anda.

Ini adalah pekerjaan yang tidak
mudah. Self-image tidak berubah
hanya karena Anda mengucapkan
afirmasi positif di depan cermin
selama lima menit. Self-image
berubah melalui proses yang
disengaja dan berulang-ulang.
Anda harus mulai menciptakan
bukti-bukti baru untuk pikiran
bawah sadar Anda. Anda harus
mulai melihat diri Anda berhasil,
dalam kenyataan maupun dalam
visualisasi. Anda harus mulai
berbicara tentang diri Anda dengan
cara yang berbeda. Anda harus
mulai bertindak seperti orang yang
memiliki self-image yang Anda
inginkan.

Bassham mengakhiri bab ini dengan
sebuah janji. Jika Anda bisa
mengubah self-image Anda,
Anda tidak perlu lagi berjuang
melawan diri sendiri. Anda tidak
perlu lagi memotivasi diri
setiap hari. Anda tidak perlu lagi
melawan keraguan dan ketakutan.
Tindakan Anda akan secara alami
selaras dengan keyakinan baru
Anda. Anda akan menjadi orang
yang Anda yakini. Inilah kekuatan
sejati dari self-image.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, guys. Kita lanjut lagi ngobrolin
buku 
With Winning in Mind. Di sini,
Lanny Bassham bakal ngebedah
sesuatu yang jadi akar dari banyak
kegagalan dan kesuksesan kita:
self-image. Dia mulai dengan
pertanyaan yang mungkin sering lo
tanyain ke diri sendiri:
“Kok gue bisa terus-terusan gagal
di momen penting, padahal gue udah
latihan keras banget dan teknik udah
oke?” atau “Kok si A bisa selalu
tenang di bawah tekanan, sementara
gue selalu ciut?”

Jawabannya, menurut Bassham, bukan
di teknik atau fisik. Tapi di self-image
lo. Self-image adalah keyakinan paling
dalem lo tentang siapa diri lo dan apa
yang bisa lo capai. Ini bukan omongan
lo ke orang lain, atau kata-kata indah
di jurnal lo. Ini adalah “kebenaran”
yang lo yakini di level bawah sadar,
yang terbentuk selama bertahun-tahun
lewat pengalaman, omongan orang,
dan cara lo menafsirkan kegagalan.

Bassham ngasih satu prinsip yang
powerful banget, dan jujur, agak
ngeri. 
Lo nggak bisa ngalahin
self-image lo sendiri.
 Lo bisa
latihan lebih keras dari siapa pun,
punya teknik paling sempurna, dan
pelatih terbaik di dunia. Tapi, kalau
di dalam hati, self-image lo bilang
bahwa lo adalah tipe orang yang
gagal di momen penting, ya itulah
yang bakal kejadian. Pikiran bawah
sadar lo akan selalu kerja buat
mewujudkan keyakinan paling dalem
itu, bahkan kalau keyakinan itu
malah ngehancurin lo.

Bayangin self-image itu kayak
termostat di rumah lo. Lo bisa naikin
suhu ruangan pake pemanas, dan
suhu bakal naik sementara.
Tapi termostat bakal ngedeteksi
kenaikan itu dan bilang,
“Wah, ini kepanasan. Harusnya kan
dua puluh derajat.”
Lalu dia bakal nyalain pendingin biar
suhu balik lagi. Nah, self-image lo
adalah pengatur suhu itu. Kalau
self-image lo bilang
“Gue ini atlet peringkat lima besar”,
lo mungkin bisa sesekali nyampe
peringkat tiga atau empat.
Tapi pikiran bawah sadar lo bakal
ngerasa nggak nyaman sama
kesuksesan itu dan bakal kerja buat
narik lo balik ke level yang
“seharusnya”. Lo bakal secara nggak
sadar ngelakuin hal-hal yang ngerusak
diri sendiri, bikin kesalahan kecil
yang cukup buat balikin lo ke zona
nyaman self-image lo.

Ini persis yang Bassham alamin dulu.
Sebelum dia ngubah self-image-nya,
dia sering banget unggul di babak
kualifikasi, tapi tiba-tiba kacau
di final. Dia bingung. Secara teknik,
semua sama persis. Targetnya sama,
senapannya sama, kondisi fisiknya
sama. Yang berubah cuma satu:
self-image-nya. Di dalem hatinya,
dia nggak bener-bener percaya kalau
dia adalah seorang juara. Jadi,
pas dia di ambang kemenangan,
pikiran bawah sadarnya malah bikin
dia ragu, tegang, dan bikin kesalahan
kecil yang cukup buat ngegagalin dia.
Pikiran bawah sadarnya lagi “narik”
dia balik ke level yang dia yakini
sebagai “dirinya”.

Inilah kenapa banyak upaya
perbaikan diri yang gagal.
Orang sibuk benerin teknik, latihan
lebih keras, atau nyari pelatih baru.
Itu semua cuma perubahan
di permukaan. Nggak nyentuh
self-image. Akibatnya, setiap kali
mereka sukses, mereka bakal segera
balik lagi ke level performa lama.
Perubahannya nggak permanen.
Makanya, Bassham sampe
ke kesimpulan paling penting:
Perubahan performa permanen
cuma terjadi kalau self-image
lo diubah, bukan cuma teknik.

Kalau lo pengen ubah hasil lo secara
permanen, lo harus ubah dulu
keyakinan lo tentang diri lo sendiri.

Tapi, ini bukan kerjaan gampang.
Self-image nggak bakal berubah
cuma gara-gara lo ngomong afirmasi
positif di depan kaca lima menit.
Ini butuh proses yang disengaja dan
diulang-ulang. Lo harus mulai
nyiptain bukti-bukti baru buat otak
bawah sadar lo. Lo harus mulai
ngeliat diri lo sukses, baik dalam
kenyataan maupun lewat visualisasi.
Lo harus mulai ngomong tentang
diri lo dengan cara yang beda.
Dan yang paling penting, lo harus
mulai bertindak kayak orang yang
punya self-image yang lo inginkan.

Bassham nutup bab ini dengan janji
yang melegakan. Kalau lo udah bisa
ngubah self-image lo, lo nggak perlu
lagi tiap hari berjuang ngelawan diri
sendiri. Lo nggak perlu lagi maksa
diri buat semangat atau ngelawan
rasa takut. Tindakan lo bakal secara
alami selaras dengan keyakinan baru
lo. Lo bakal jadi orang yang lo yakini.
Itulah kekuatan sejati dari self-image.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *