Bab 2 The Mental Program
Lanny Bassham membuka bab ini
dengan sebuah konsep yang sangat
sederhana, tapi dampaknya luar
biasa besar terhadap performa Anda.
Ini adalah fondasi dari seluruh sistem
Mental Management. Konsepnya
adalah: pikiran sadar Anda hanya
bisa memproses satu pikiran
pada satu waktu.
Ini bukanlah teori yang rumit.
Ini adalah fakta tentang cara kerja
otak manusia. Cobalah sekarang.
Coba pikirkan dua hal sekaligus pada
waktu yang persis sama. Anda tidak
bisa. Anda mungkin bisa beralih
dengan sangat cepat dari satu
pikiran ke pikiran lain, sehingga
terasa seperti Anda memikirkan dua
hal sekaligus. Tapi sebenarnya,
pada setiap momen, pikiran sadar
Anda hanya bisa fokus pada satu hal.
Konsekuensi dari fakta ini sangat
besar. Bassham menjelaskan bahwa
pikiran Anda memproses kata-kata
menjadi gambar. Ketika Anda
mendengar atau memikirkan sebuah
kata, otak Anda langsung
menciptakan gambaran mental dari
kata itu. Proses ini terjadi secara
otomatis, dalam sepersekian detik,
dan Anda tidak bisa menghentikannya.
Di sinilah letak masalahnya. Banyak
atlet dan orang yang akan tampil
melakukan kesalahan fatal. Mereka
berkata pada diri sendiri,
“Jangan gagal.” Atau “Jangan lepaskan
tembakan terlalu cepat.” Atau
“Jangan gugup.” Mereka pikir mereka
sedang memberi instruksi positif pada
diri sendiri. Tapi pikiran sadar tidak
memproses kata “jangan”. Pikiran
sadar hanya memproses kata benda
dan kata kerja yang mengikutinya.
Jadi, ketika Anda berkata
“jangan gagal”, pikiran Anda justru
memproses kata “gagal” dan
menciptakan gambar kegagalan
di kepala Anda. Ketika Anda berkata
“jangan lepaskan terlalu cepat”,
pikiran Anda menciptakan gambar
Anda melepaskan terlalu cepat.
Ketika Anda berkata “jangan gugup”,
pikiran Anda menciptakan gambar
Anda gugup.
Anda secara tidak sengaja sedang
memprogram diri sendiri untuk gagal.
Bassham memberi contoh yang sangat
jelas. Bayangkan seorang pemain golf
berdiri di depan bola. Ia berkata pada
dirinya sendiri,
“Jangan pukul bola ini ke dalam air.”
Apa yang terjadi?
Pikirannya langsung menciptakan
gambar air. Ia melihat danau itu
dengan sangat jelas di kepalanya.
Ia membayangkan bolanya melayang
dan mendarat di air. Gambar ini,
yang ia ciptakan sendiri, langsung
dikirim ke pikiran bawah sadarnya.
Dan pikiran bawah sadar tidak
menilai apakah sebuah gambar itu
baik atau buruk. Ia hanya menerima
gambar itu dan berusaha
mewujudkannya.
Hasilnya? Bola itu masuk ke dalam air.
Bagaimana Juara Memprogram
Pikiran Mereka
Bassham menemukan bahwa para
juara memiliki cara yang sama sekali
berbeda dalam menggunakan pikiran
mereka. Mereka tidak berpikir
tentang apa yang tidak mereka
inginkan. Mereka hanya berpikir
tentang apa yang mereka inginkan.
Mereka memiliki apa yang Bassham
sebut sebagai mental program
yang berisi gambar sukses.
Apa itu mental program?
Ini adalah serangkaian gambar dan
perasaan sukses yang ditanam
berulang-ulang ke dalam pikiran
bawah sadar. Setiap kali seorang
juara berlatih, ia tidak hanya melatih
tubuhnya. Ia juga melatih pikirannya.
Ia menciptakan gambar yang sangat
jelas dan detail tentang dirinya
sedang melakukan gerakan dengan
sempurna. Ia melihat dirinya berhasil.
Ia merasakan perasaan sukses.
Ia mendengar suara-suara kesuksesan.
Gambar-gambar ini, ketika diulang
cukup sering, akan tertanam di pikiran
bawah sadar. Dan pikiran bawah sadar,
seperti yang sudah dijelaskan, tidak
membedakan antara pengalaman
nyata dan pengalaman yang
dibayangkan dengan sangat jelas.
Bagi pikiran bawah sadar, semuanya
adalah rekaman yang harus dijalankan.
Ketika momen pertandingan tiba,
sang juara tidak perlu berpikir.
Ia tidak perlu menganalisis.
Ia tidak perlu memberi instruksi pada
dirinya sendiri. Pikiran bawah
sadarnya sudah memiliki program
yang jelas. Tubuhnya secara otomatis
mengeksekusi apa yang sudah
diprogram. Ini terjadi dengan mulus,
tanpa gangguan dari pikiran sadar
yang ragu-ragu.
Bassham menyebutnya sebagai
“mempercayai program Anda”.
Anda sudah melakukan latihan fisik
ribuan kali. Anda sudah
menanamkan gambar sukses
di pikiran Anda. Sekarang, saatnya
untuk melepaskan kendali sadar
dan membiarkan tubuh Anda
melakukan apa yang sudah ia
ketahui caranya.
Bahaya Pikiran Sadar yang
Terlalu Aktif
Bassham menjelaskan bahwa musuh
terbesar dari performa yang konsisten
adalah pikiran sadar yang terlalu
aktif saat pertandingan.
Ia menyebutnya sebagai “paralysis by
analysis” atau kelumpuhan karena
terlalu banyak menganalisis.
Ketika Anda mulai menganalisis
gerakan Anda sendiri di tengah-tengah
pertandingan, Anda memperlambat
diri sendiri. Anda mulai berpikir,
“Apakah posisi kakiku sudah benar?
Apakah peganganku sudah tepat?
Haruskah aku menyesuaikan sudut ini?”
Setiap pertanyaan ini menciptakan
keraguan. Dan keraguan menciptakan
ketegangan. Dan ketegangan merusak
gerakan yang seharusnya mengalir
dengan alami.
Bayangkan seorang pengetik yang
sangat cepat. Ia bisa mengetik delapan
puluh kata per menit tanpa melihat
keyboard. Tapi jika Anda memintanya
untuk memikirkan di mana letak
setiap huruf saat ia mengetik,
kecepatannya akan langsung turun
drastis. Ia akan mulai membuat
kesalahan. Mengapa?
Karena ia membawa pikiran sadarnya
ke dalam proses yang seharusnya
sudah otomatis.
Hal yang sama terjadi pada atlet. Jika
Anda sudah berlatih ribuan kali, tubuh
Anda sudah tahu apa yang harus
dilakukan. Tapi jika Anda mulai
berpikir terlalu banyak,
Anda mengganggu aliran alami itu.
Anda seperti memasukkan pasir
ke dalam mesin yang berjalan mulus.
Solusinya adalah memisahkan
dengan tegas antara waktu untuk
berpikir dan waktu untuk tampil.
Saat berlatih, Anda boleh
menganalisis. Anda boleh
memperbaiki kesalahan. Anda boleh
bereksperimen dengan teknik.
Tapi saat bertanding, Anda harus
berhenti berpikir dan mulai
memercayai. Biarkan program yang
sudah Anda tanam mengambil alih.
Menanam Program yang Benar
Bagaimana cara menanam mental
program yang benar?
Bassham menjelaskan bahwa ini
adalah proses yang disengaja dan
berulang-ulang. Ini bukanlah
sesuatu yang terjadi secara
kebetulan. Anda harus secara sadar
memilih gambar apa yang ingin
Anda tanam di pikiran bawah sadar
Anda.
Setiap kali Anda selesai melakukan
sesuatu dengan benar, berhentilah
sejenak. Akui keberhasilan itu.
Katakan pada diri sendiri,
“Itu benar.” Biarkan gambar
keberhasilan itu tertanam di pikiran
Anda. Jangan terburu-buru
melanjutkan ke pengulangan
berikutnya. Luangkan waktu untuk
menikmati dan memperkuat
gambar sukses itu.
Ini adalah kebalikan dari apa yang
dilakukan kebanyakan orang.
Kebanyakan orang, ketika berhasil,
langsung melanjutkan tanpa
berpikir. Tapi ketika gagal, mereka
berhenti, menganalisis, memarahi
diri sendiri, dan menciptakan
gambar kegagalan yang kuat
di pikiran mereka. Mereka secara
tidak sengaja memprogram diri
mereka untuk gagal.
Bassham menyarankan untuk
melakukan yang sebaliknya.
Abaikan kegagalan. Jangan beri
perhatian pada kesalahan. Jangan
menciptakan gambar mental dari
kesalahan itu. Sebaliknya,
fokuskan seluruh perhatian Anda
pada keberhasilan. Perkuat gambar
sukses. Itulah yang akan diprogram
oleh pikiran bawah sadar Anda.
Dan itulah yang akan muncul
secara otomatis saat Anda bertanding.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Oke, lanjut lagi obrolan kita soal buku
With Winning in Mind. Di Bab 2 ini,
Lanny Bassham bakal ngasih tahu lo
sebuah konsep yang simpel banget,
tapi dampaknya gila-gilaan buat
performa lo. Ini adalah fondasi dari
seluruh sistem Mental Management
yang diajarkan.
Konsepnya begini: pikiran sadar
lo itu cuma bisa memproses
satu pikiran dalam satu waktu.
Nggak bisa dua hal sekaligus.
Coba aja sekarang. Lo pasti nggak
bisa. Mungkin lo bisa pindah dari
satu pikiran ke pikiran lain dengan
cepet banget, jadi keliatan kayak
multitasking. Tapi sebenernya,
di setiap momen, otak sadar lo
cuma bisa fokus ke satu hal.
Nah, akibat dari fakta ini gede
banget. Bassham ngejelasin, pikiran
lo itu ngolah kata-kata jadi gambar.
Begitu lo denger atau mikirin
sebuah kata, otak lo langsung bikin
filmnya di kepala. Proses ini otomatis
banget, cepet, dan lo nggak bisa
ngehentiin. Di sinilah masalahnya
muncul.
Banyak banget orang yang mau tampil,
eh malah ngomong ke diri sendiri,
“Jangan gagal.” Atau “Jangan lepas
tembakan terlalu cepet.”
Atau pas mau presentasi,
“Jangan gugup.” Mereka pikir mereka
lagi ngasih instruksi positif. Padahal,
pikiran sadar lo itu nggak ngerti kata
“jangan”. Dia cuma nangkep kata kerja
di belakangnya. Jadi, pas lo bilang
“jangan gagal”, otak lo malah bikin
gambar lo lagi gagal. Pas lo bilang
“jangan gugup”, otak lo malah bikin
gambar lo gugup. Lo secara nggak
sadar lagi memprogram diri sendiri
buat hancur.
Bassham ngasih contoh yang jelas
banget. Bayangin pemain golf yang
mau mukul bola, terus dalem hatinya
bilang, “Jangan mukul bola ini
ke air.” Apa yang terjadi?
Pikirannya langsung bikin gambar
air. Dia ngeliat danau itu jelas
banget di kepalanya, ngebayangin
bolanya nyebur. Gambar ini, yang
lo ciptain sendiri, langsung dikirim
ke pikiran bawah sadar. Dan pikiran
bawah sadar itu nggak pinter,
dia nggak bisa bedain perintah baik
atau buruk. Dia cuma nerima
gambar itu dan berusaha
mewujudkannya. Hasilnya?
Ya, bola itu masuk ke air.
Lalu, gimana dong caranya para juara?
Bassham nemuin, para juara itu cara
pikirnya beda total. Mereka nggak
pernah mikirin apa yang nggak mereka
inginkan. Mereka cuma mikirin apa
yang mereka inginkan. Mereka punya
yang disebut mental program, yaitu
kumpulan gambar dan perasaan
sukses yang sengaja ditanam
berulang-ulang ke otak bawah sadar.
Setiap kali seorang juara latihan,
dia nggak cuma ngelatih badan.
Dia juga ngelatih otaknya. Dia bikin
gambar sejelas dan sedetail mungkin
tentang dirinya lagi ngelakuin
gerakan dengan sempurna.
Dia ngeliat dirinya sukses, ngerasain
perasaan sukses, ngedenger
suara-suara kesuksesan.
Gambar-gambar ini, kalau diulang
cukup sering, bakal nempel di otak
bawah sadar. Dan buat otak bawah
sadar, nggak ada bedanya antara
pengalaman beneran dan
pengalaman yang lo bayangin
dengan sangat jelas. Semuanya
adalah rekaman yang harus dijalanin.
Jadi, pas momen pertandingan tiba,
si juara nggak perlu mikir lagi.
Nggak perlu ngotak-atik teknik.
Pikiran bawah sadarnya udah punya
cetak biru yang jelas. Badannya
secara otomatis ngejalanin apa
yang udah diprogram. Ini terjadi
mulus, tanpa gangguan dari pikiran
sadar yang suka ragu-ragu. Bassham
nyebut ini sebagai “mempercayai
program lo”. Lo udah latihan fisik
ribuan kali, lo udah nanem gambar
sukses. Sekarang waktunya lepas
kendali sadar dan biarin badan lo
ngelakuin apa yang udah dia tahu.
Nah, di sinilah Bassham ngingetin
soal bahaya pikiran sadar yang
kebanyakan mikir.
Dia nyebutnya paralysis by analysis
atau kelumpuhan karena
kebanyakan analisis. Ini musuh
terbesar dari performa yang konsisten.
Pas lo mulai mikirin gerakan lo sendiri
di tengah pertandingan, lo malah
ngelambatin diri sendiri.
“Posisi kaki gue udah bener belum ya?”
“Pegangan gue udah pas belum?”
Setiap pertanyaan kayak gitu bikin lo
ragu, dan keraguan bikin lo tegang.
Ketegangan itu ngerusak gerakan
yang harusnya ngalir alami.
Contohnya gampang, pengetik yang
super cepet. Dia bisa ngetik
80 kata per menit tanpa liat keyboard.
Tapi pas lo suruh dia mikir di mana
letak tiap huruf, kecepatannya
langsung anjlok. Dia malah jadi
banyak salah. Kenapa? Karena dia
bawa pikiran sadarnya ke proses yang
harusnya udah otomatis. Hal yang
sama terjadi ke atlet. Kalau lo udah
latihan ribuan kali, badan lo udah
tahu harus ngapain. Tapi kalau lo
mulai mikir terlalu banyak, lo kayak
ngasih pasir ke mesin yang lagi mulus.
Solusinya, lo harus misahin dengan
tegas antara waktu buat mikir dan
waktu buat tampil. Pas latihan,
lo boleh analisis, boleh benerin
kesalahan. Tapi pas bertanding?
Lo harus berhenti mikir dan mulai
percaya. Biarin program yang udah
lo tanem ngambil alih.
Terus, gimana caranya nanem program
yang benar? Bassham bilang, ini proses
yang disengaja dan diulang-ulang.
Lo harus sadar milih gambar apa yang
mau lo tanem. Setiap kali lo selesai
ngelakuin sesuatu dengan benar,
berhenti sejenak. Akui keberhasilan itu.
Bilang ke diri sendiri, “Nah, itu bener.”
Biarin gambar sukses itu nempel.
Jangan buru-buru lanjut.
Ini kebalikan dari yang dilakukan
kebanyakan orang. Biasanya, pas kita
sukses, kita langsung lanjut aja tanpa
mikir. Tapi pas gagal? Kita malah
berhenti, overthinking, marahin diri
sendiri, dan tanpa sadar bikin
gambar kegagalan yang kuat
di pikiran. Lo malah memprogram
diri buat gagal. Bassham nyaranin
buat ngelakuin sebaliknya. Abaikan
kegagalan. Jangan lo pikirin, jangan
lo ciptain gambarnya. Fokuskan
seluruh perhatian lo buat
memperkuat gambar sukses. Itu yang
bakal diprogram sama otak bawah
sadar lo, dan itu yang bakal muncul
secara otomatis pas lo tampil.
