TANBIH (PERHATIAN) Isim Isyarah dan Badal
TANBIH (PERHATIAN)
Isim Isyarah dan Badal
Bila setelah isim isyarah ada isim yang ma’rifah dengan
sebab “al” maka ia pasti menjadi badal. Contohnya:
هَذَا الْكِتَابُ جَدِيدٌ
(Buku ini baru)
تِلْكَ الطَّالِبَةُ نَشِيْطَةٌ
(Siswi itu rajin)
Kata “الكِتَابُ” dan “الطَّالِيَةُ” menjadi badal sehingga maknanya
menjadi “Buku ini” dan “Siswi itu”. Kalimatnya tidak
sempurna bila tidak ditambahkan kata lain sebagi khabar.
Akan tetapi bila kata ” الكِتَابُ ” dan ” الطَّالِيَةُ ” dalam keadaan
nakirah, maka ia bisa menjadi khabar sehingga
sempurna kalimatnya:
هذَا كِتَابٌ
(Ini adalah buku)
تِلْكَ طَالِبَةٌ
(Itu adalah siswi)
