embun hijrahku

Keterangan Pengganti (Badal)

Keterangan Pengganti (Badal)

Badal secara bahasa artinya pengganti. Dinamakan demikian

karena badal bisa menggantikan posisi kata yang digantikan.

Contohnya:

قَالَ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّهِ

Telah berkata Muhammad, Rasulullah

Dalam kalimat di atas, Kata “رَسُولُ اللّهِ disebut dengan badal dan

kata ” مُحَمَّدٌ ” adalah mabdul (yang digantikan). Ketika dikatakan

“rasulullah” saja, maka yang dimaksud adalah “Muhammad” dan

ketika dikatakan “Muhammad” maka yang dimaksud adalah

“Rasulullah”. Ini adalah fungsi badal yang biasanya menjelaskan

posisi atau jabatan dari mabdul.

Selain menjelaskan jabatan atau posisi dari mabdul atau mubdal,

badal juga digunakan untuk menjelaskan sebagian (setengah,

sepertiga, dan sebagainya) dari mabdul. Contohnya:

أَكَلْتُ السَّمَكَ نِصْفَهُ

Saya Makan Ikan Setengah (bagian) nya

 

Badal ada 4 kelompok:

 

1. بَدَلُ الكُلِّ مِنَ الكُلِّ

Badal keseluruhan dari keseluruhan. Maksudnya, yang

diganti dengan penggantinya adalah sesuatu yang sama.

Contohnya:

جَاءَ الأُسْتَاذُ حَامِدٌ

(Ustadz Hamid telah datang)

Perhatikan bahwa kalimat di atas, antara badal dengan

mubdal merupakan sesuatu yang sama. Siapa ustadz?

Hamid. Siapa Hamid? Seorang ustadz. Badal jenis ini

memang bisa digunakan untuk menjelaskan jabatan,

posisi, atau kedudukan seseorang. Contoh lainnya:

جَاءَ زَيْدٌ أَخُوْكَ

(Zaid, saudaramu, telah datang)

 

2. بَدَلُ البَعْضِ مِنَ الكُلِّ

Badal jenis ini merupakan sebagian kecil dari mubdal.

Biasanya digunakan untuk menjelaskan bagian perbagian.

Contohnya:

أَكَلْتُ الرَّغِيفَ ثُلُثَهُ

(Aku makan roti sepertiganya)

Dalam kalimat di atas, kata ثُلُثَهُ merupakan badal yang

menjelaskan sebagian dari  mubdalnya. Kita tahu bahwa

1/3 merupakan sebagian dari 1 bukan keseluruhan.

Itulah kenapa ini disebut badal sebagian dari keseluruhan.

3. بَدَلُ الإِشْتِمَالِ

Isytimal secara bahasa artinya meliputi atau mencakup.

Badal isytimal biasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu

yang memiliki hubungan atau keterkaitan dengan sesuatu.

Biasanya ini terkait dengan sesuatu yang dimiliki oleh

seseorang. Misalkan seseorang memiliki ilmu dan harta.

Maka bisa Kita katakan:

نَفَعَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ

(Zaid itu bermanfaat untukku, ilmunya)
كَبُرَ زَيْدٌ بَيْتُهُ

(Zaid itu besar, rumahnya)

 

4. بَدَلُ الغَلَطِ

Al ghalath secara bahasa artinya salah atau keliru. Badal ini

terjadi ketika seseorang salah mengucapkan sesuatu.

Hal semacam ini tentu tidak mungkin ditemukan pada tulisan.

Ia hanya berlaku pada ucapan. Misalnya, seseorang ingin

mengatakan kalau ia melihat kuda, tapi yang diucapkan

malah Zaid. Lalu ia segera meralatnya. Contoh:

رَأَيْتُ زَيْدًا الفَرَسَ

(Aku melihat Zaid … [maaf… maksudnya] kuda)

Silakan perhatikan contoh-contoh berikut:

قَامَ زَيْدٌ أَخُوْ حَامِدٍ
(Zaid, saudaranya Hamid, telah berdiri)

نَفَعَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ
(Ilmunya Zaid bermanfaat untukku)

جَاءَ القَوْمُ نِصْفُهُمْ
(Setengah kaum telah datang)

رَأَيْتُ زَيْدًا سَيَّارَتَهُ
(Aku telah melihat mobilnya Zaid)

مَرَرْتُ بِأَبِيْكَ زَيْدٍ
(Saya telah berpapasan dengan bapakmu, Zaid)

قَالَ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ
(Amirul mu’minin, Umar bin Khatthab telah berkata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *