pembagian fi’il berdasarkan waktu (fi’il madhi, fi’il mudhari, dan fi’il amar)
Fi’il umumnya dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai
kata kerja seperti كَتَبَ (telah menulis) dan عَلِمَ (telah mengetahui).
Dalam bahasa Arab, kata kerja ada 3 jenis:
1. Fi’il Madhi
(الفِعْلُ المَاضِي)
Fi’il madhi adalah kata kerja untuk masa lampau yang memiliki
arti telah melakukan sesuatu.
Contohnya: َكَتَب (telah menulis) atau َعَلِم (telah mengetahui).
نَظَرَ = (telah melihat)
جَلَسَ =(telah duduk)
فَتَحَ = (telah membuka)
سَمِعَ = (telah mendengar)
حَسَبَ = (telah menghitung)
2. Fi’il Mudhori’
( الفِعْلُ المُضَارِع )
Fi’il mudhari’ adalah kata kerja yang memiliki arti sedang
atau akan melakukan.
Contohnya: يَكْتُبُ (sedang menulis) atau يَعْلَمُ (sedang mengetahui).
يَنْظُرُ = (sedang melihat)
يَجْلِسُ = (sedang duduk)
يَفْتَحُ = (sedang membuka)
يَسْمَعُ = (sedang mendengar)
يَحْسِبُ=(sedang menghitung)
3. Fi’il Amar
(فِعْلُ الأَمْرِ)
Fi’il amar adalah kata kerja untuk perintah.
Contohnya: ْأُكْتُب (tulislah!) atau إِعْلَمْ (ketahuilah!)
اُنْظُرْ =
(lihatlah!)
اِجْلِسْ=
(duduklah!)
اِفْتَحْ =
(bukalah!)
اسْمَعْ =
(dengarkan!)
اِحْسِبْ =
(hitunglah!)
Pembagian fi’il menjadi seperti ini lebih mirip tata Bahasa Inggris
yang mengenal istilah past tense (masa lampau),
present continous tense (sedang berlangsung), dan
future tense (akan berlangsung). Harus diakui tata Bahasa Arab
lebih dekat dengan tata Bahasa Inggris ketimbang Bahasa Indonesia.
Apakah Semua Fi’il Adalah Kata Kerja?
Umumnya fi’il adalah kata kerja sebagaimana contoh-contoh
yang telah kami sebutkan. Akan tetapi, tidak semua
fi’il adalah kata kerja. Karena, ada juga fi’il yang merupakan
kata sifat seperti fi’il-fi’il yang ada pada bab 5 tsulatsy
mujarrad Kaidahnya, semua kata kerja adalah fi’il tetapi
tidak semua fi’il adalah kata kerja. Contohnya:
حَسُنَ =
(telah baik)
جَمُلَ
(telah bagus)
قَرُبَ
(telah dekat)
بَعُدَ
(telah jauh)
كَرُمَ
(telah mulia)
يَحْسُنُ
(sedang baik)
يَجْمُلُ
(sedang bagus)
يَقْرُبُ
(sedang dekat)
يَيْعُدُ
(sedang jauh)
يَكْرُمُ
(sedang mulia)
Semua fi’il tsulatsy mujarrad bab 5 di atas adalah kata sifat.
Namun, karena memiliki makna yang berkaitan dengan
waktu (telah dan sedang), maka kata sifat ini juga
termasuk fi’il. Karena, definisi fi’il adalah:
كَلِمَةً دَلَّتْ عَلَى مَعْنَى فِيْ نَفْسِهَا وَاقْتَرَنَتْ بِزَمَنٍ
“Kata yang mengandung sebuah makna yang ada
pada dirinya dan berkaitan dengan waktu”
Artinya, definisi fi’il dikaitkan dengan kata yang mengandung
makna waktu (telah, sedang, dan akan datang).
Oleh karena itu meskipun fi’il-fi’il bab 5
memiliki makna kata sifat, namun karena
maknanya mengandung keterangan waktu, maka termasuk fi’il.
Semua kata kerja adalah fi’il, tetapi
tidak semua fi’il adalah kata kerja
