FI’IL
Pada kali ini kita akan belajar bersama tentang Fi’il.
Apa itu Fi’il? Kata sebenarnya dari Fi’il adalah Fi’lun (فِعْلٌ).
Entah kenapa orang Indonesia lebih akrab dengan kata Fi’il,
mungkin karena lebih mudah diucapkan.
Fi’il adalah suatu kata yang menunjukkan perbuatan yang dilakukan pada
waktu tertentu. Atau dengan kata lain Fi’il adalah Kata Kerja dalam Bahasa Arab.
Berikut beberapa contoh Fi’il :
Belajar تَعَلَّمَ-يَتَعَلَّمُ
Sholat صَلَّى-يُصَلِّى
Tidur نَامَ-يَنَامُ
Mencuci غَسَلَ-يَغْسِلُ
Menulis كَتَبَ-يَكْتُبُ
Apa Tanda-Tanda Fi’il?
Untuk memudahkan dalam mengetahui jenis kata yang termasuk fi’il,
maka kita bisa mengenali tanda-tanda fi’il. Tanda-tanda fi’il adalah:
1. Didahului huruf ” قدْ
Huruf ْقَد artinya adalah “sungguh”. Contohnya:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. “(Al Mu’minun: 1)
Maka kata “أَفْلَحَ” merupakan fi’il.
2 Didahului ” سَ”
“سَ”
artinya adalah “akan”. Contohnya:
سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ
“Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata ….”
(Al Baqarah: 142)
Maka kata “يَقُولُ” merupakan fi’il.
3. Didahului huruf “َسَوْف”
Huruf “َسَوْف” artinya juga “Akan”. Bedanya dengan “سَ”, kata “َسَوْف”
digunakan untuk waktu yang lebih lama daripada “”. Contohnya:
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
“Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).”
(At Takatsur: 3)
4. Diakhiri Ta Ta’nits “تْ”
Ta ta’nits tidak memiliki arti khusus, hanya huruf tambahan saja.
Ta ta’nits ini merupakan ciri fi’il madhi dhamir هِيَ.
Contohnya:
قَالَتْ نَمْلَةٌ يَتَأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَكِنَكُمْ
“… berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam
sarang-sarangmu!….” (An Naml: 18)
Kata “قَالَتْ” diakhiri dengan huruf ta yang berharakat sukun (ta ta’nits).
Maka kata ini termasuk fi’il.
Namun yang perlu dicatat, bila terdapat kata dalam Al Qur’an, hadits,
dan kitab bahasa Arab yang mengandung tanda-tanda di atas, maka
sudah pasti fi’il, akan tetapi tidak semua fi’il datang dengan tanda-tanda
tersebut. Banyak fi’il yang berdiri sendiri tanpa tanda yang menyertainya.
Selain pembagian fi’il berdasarkan waktu (fi’il madhi, fi’il mudhari,
dan fi’il amar), ada beberapa pembagian fi’il yang wajib diketahui
oleh pemula, yaitu:
1. Fi’il Berdasarkan Kebutuhan Terhadap Obyek (Fi’il Lazim dan Fi’il Muta’addiy)
2. Fi’il Aktif dan Pasif (Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul)
3. Fi’il berdasarkan huruf penyusun (Fi’il Shahih dan Fi’il Mu’tal).
