buku

Orang Cenderung Memilih Orang yang Mirip dengan Diri Mereka Sendiri

Pernahkah Anda memperhatikan
bahwa orang cenderung
mempekerjakan, bahkan
menjalin hubungan asmara,
dengan orang yang mirip dengan
diri mereka sendiri
? Ini bukan
kebetulan. Orang juga tertarik pada
mereka yang bisa membuat mereka
merasa nyaman dan aman.

Hal ini masuk akal. Kita biasanya
merasa senang berada di dekat orang
yang perilakunya selaras dengan
perilaku kita
 dan bahkan dapat
memengaruhi perilaku kita
sendiri
 ke arah yang positif.
Ketika ada kesamaan ritme dan
energi, interaksi terasa mengalir
dengan lancar.

Sinkronisasi Sudah Terjadi
Sejak Kita Lahir

Sebenarnya, meskipun Anda tidak
menyadarinya, Anda sudah
melakukan sinkronisasi dengan
orang lain
 sejak hari pertama
Anda dilahirkan.

Seorang bayi secara alami akan
menyelaraskan ritme tubuhnya
dengan ritme tubuh ibunya
.
Detak jantung, pernapasan, dan
ketenangan seorang ibu akan menular
kepada bayinya. Kecenderungan
untuk menyelaraskan diri ini
berlanjut hingga kita dewasa.

Contoh sederhananya: ketika dua
orang dewasa sedang makan bersama,
kecepatan mereka dalam mencicipi
makanan
 seringkali akan
dipengaruhi oleh kecepatan
pasangan makannya
. Jika satu
orang makan dengan perlahan, orang
di sebelahnya cenderung ikut
memperlambat ritme makannya
tanpa disadari.

Jadi, sinkronisasi adalah bagian
besar dari kehidupan kita
.
Dan ini menjadi sangat penting
ketika kita ingin membangun
hubungan yang akrab dan cepat
 dengan orang yang baru dikenal.

Apa Sebenarnya yang Dimaksud
dengan Sinkronisasi dalam
Konteks Ini?

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud
dengan sinkronisasi di sini?

Secara spesifik, sinkronisasi adalah
tindakan untuk secara halus
meniru dan menyelaraskan
diri dengan gerak-gerik lawan
bicara Anda
. Ini mencakup
peniruan terhadap:

  • Gerakan tubuh dan tangan.

  • Postur tubuh secara
    keseluruhan.

  • Ekspresi wajah.

  • Ritme pernapasan.

  • Suara dan nada bicara.

Ada dua cara utama untuk melakukan
ini:

  1. Mencocokkan secara persis.
    Jika lawan bicara Anda
    menyandarkan tubuh ke kanan,
    Anda juga ikut menyandarkan
    tubuh ke kanan.

  2. Bercermin. Jika lawan bicara
    Anda mengangkat tangan
    kirinya, Anda mengangkat
    tangan kanan Anda, seolah-olah
    Anda adalah bayangannya
    di cermin.

Kuncinya adalah melakukannya
dengan halus dan tidak mencolok.
Jangan sampai gerakan Anda terlihat
seperti sedang mengejek atau meniru
secara berlebihan. Tujuannya adalah
menciptakan perasaan nyaman bawah
sadar, bukan membuat orang lain
merasa dipermainkan.

Kekuatan Khusus dari
Menyelaraskan Suara

Menyelaraskan diri dengan suara
lawan bicara bisa menjadi alat
yang sangat ampuh
.

Misalnya, jika lawan bicara Anda
berbicara dengan suara yang
lembut dan pelan
, sementara
Anda secara alami memiliki suara
yang cenderung keras
, cobalah
untuk sedikit merendahkan volume
suara Anda.

Pasangan bicara Anda secara naluriah
akan merasa lebih nyaman dan
tenang
 berbicara dengan seseorang
yang menggunakan nada suara
yang serupa
. Mereka akan merasa
lebih dipahami dan tidak terintimidasi.
Penyesuaian kecil pada nada,
kecepatan, dan volume suara ini dapat
menciptakan jembatan
kenyamanan
 yang sangat cepat.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, kita lanjut lagi pembahasan buku
How to Make People Like You in 90
Seconds or Less
. Sebelumnya kita udah
ngomongin soal bahasa tubuh terbuka
dan sinkronisasi antara mulut, nada,
dan badan. Sekarang kita masuk
ke bagian yang lebih dalem lagi:
Kenapa sih kita ngerasa nyaman
sama orang yang mirip sama kita?

Pernah gak lo sadar, di kantor,
bos cenderung nge-hire orang yang
punya vibe mirip dia?
Atau temen-temen deket lo tuh
biasanya punya selera humor atau
ritme ngobrol yang kurang lebih
sama? Itu bukan kebetulan.
Itu insting manusia.

Nicholas Boothman bilang, kita secara
alami tertarik sama orang yang mirip
 sama kita. Bukan cuma mirip hobi,
tapi mirip ritme dan energi. Karena
kalau ritmenya sama, ngobrol tuh
rasanya enteng. Gak ada gesekan.

Sinkronisasi Itu Udah Ada
Sejak Bayi, Gengs

Ini fakta menarik: lo sebenernya udah
jago sinkronisasi sejak lo masih merah
dan cuma bisa nangis.

Coba deh perhatiin ibu sama bayinya.
Bayi yang baru lahir itu secara alami
bakal nyesuaiin detak jantung dan
napasnya sama ibunya. Kalau ibunya
tenang, bayinya ikut tenang.
Itu bentuk sinkronisasi paling dasar.

Begitu gede, kita tetep ngelakuin ini
tanpa sadar. Contoh simpel:
Lo lagi makan siang bareng temen.
Temen lo makannya pelan banget,
kayak lagi syuting iklan kecap.
Tanpa sadar, lo yang tadinya makan
cepet kayak dikejar setoran, bakal
ikutan ngurangin kecepatan sendok
lo.

Atau sebaliknya, kalau lo lagi ngobrol
sama orang yang antusias banget, lo
jadi ikut semangat dan nada suara
lo naik.

Nah, dalam konteks bikin orang suka
sama lo dalam 90 detik, kita cuma
perlu ngelakuin ini secara sadar
dan sedikit lebih halus.

Gimana Caranya “Nyontek”
Gerakan Tanpa Ketauan?

Boothman nyebutnya Synchronizing.
Simpelnya, lo “bercermin” atau
“mencocokkan” gerakan lawan
bicara lo. Tapi ingat, jangan kayak
pantomim yang niru-niru secara
berlebihan. Nanti lo malah dikira
ngejek.

Contoh Halusnya Gini:

1. Gerakan Badan:

  • Dia nyender ke kanan?
    Lo beberapa detik kemudian
    ikut nyender ke kanan. Gak
    perlu langsung persis barengan.

  • Dia tangannya di atas meja?
    Lo jangan masuk kantong. Taruh
    aja tangan lo di meja juga.

2. Postur:

  • Dia duduknya tegap? Lo jangan
    leyeh-leyeh kayak kucing abis
    makan. Tegak dikit.

  • Dia santai nyantai di sofa?
    Lo juga ikut santai.

3. Ekspresi Muka:

  • Dia senyum lebar pas cerita?
    Lo ikut senyum.

  • Dia serius? Jangan lo malah
    cengar-cengir gak jelas. Ikut
    pasang muka serius
    (tapi tatap mata tetap hangat).

Dua Cara Utama:

  • Mencocokkan (Matching):
    Dia gerak tangan kanan,
    lo gerak tangan kanan juga.

  • Bercermin (Mirroring):
    Dia gerak tangan kiri, lo gerak
    tangan kanan
    (seolah lo bayangan di kaca).

Gak ada yang lebih baik, pake aja
yang terasa natural.

Senjata Rahasia: Sinkronisasi
Suara

Ini nih yang sering dilupain. Suara lo
juga perlu sinkron.
 Dan efeknya
kuat banget.

Misal lo ketemu orang yang
ngomongnya pelan dan lembut kayak
lagi nidurin bayi. Sementara lo secara
natural ngomongnya kenceng dan
ceplas-ceplos kayak tukang jualan
di pasar.

Kalau lo maksa ngomong kenceng,
dia bakal kaget dan ngerasa gak
nyaman. Dia bisa jadi makin pendiem.
Sebaliknya, kalau lo turunin volume
suara lo sedikit, ngikutin ritme dia
yang slow, dia bakal ngerasa,
“Wah, enak ya ngobrol sama dia.
Gue jadi tenang.”

Yang Bisa Lo Sesuaiin:

  • Volume: Keras-pelan.

  • Kecepatan: Cepet-lambat.

  • Nada: Tinggi-rendah
    (misal, dia nadanya ceria,
    lo juga ceria).

Kuncinya: Lo bikin dia ngerasa
“nyambung”.
 Ketika ritme kalian
sama, otak bawah sadarnya akan
ngasih sinyal
“Aman. Dia ini satu suku sama gue.”

Gimana? Udah mulai paham kan
ternyata selama ini kita udah
autopilot sinkronisasi, tinggal kita
upgrade aja biar lebih sadar dan
efektif. Coba deh nanti pas ngobrol,
perhatiin ritme lawan bicara lo. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *