Buku How to Make People Like You in 90 Seconds or Less Nicholas Boothman, Mencari Teman Baru Itu Tidak Mudah

Nicholas Boothman
Mencari teman baru seringkali terasa
seperti tugas yang mengganggu dan
merepotkan. Ada percakapan
basa-basi yang canggung, jeda hening
yang tidak nyaman, dan kurangnya
kontak mata. Alih-alih menghadapi
situasi yang menegangkan itu,
kebanyakan dari kita memilih untuk
tetap berada di dalam lingkaran
pertemanan yang sudah ada dan
menghindari berkenalan dengan orang
baru, kecuali jika benar-benar terpaksa.
Padahal, mencari teman baru itu
sangat bermanfaat. Tidak hanya
akan memperluas lingkaran
sosial Anda, tetapi juga akan
membantu Anda mengembangkan
keterampilan interpersonal.
Dengan terus-menerus menambahkan
orang baru ke dalam lingkungan sosial
Anda, Anda akan mengembangkan
kemampuan bersosialisasi yang
lebih kuat dan belajar bagaimana
menjadi pribadi yang lebih disukai.
Dan meskipun tingkat kesukaan
orang lain terhadap kita memang ada
kaitannya dengan penampilan fisik,
yang sebenarnya jauh lebih penting
adalah bagaimana perasaan
orang lain saat berada di dekat
kita. Orang-orang yang disukai
biasanya bersikap terbuka, ramah,
dan bersahabat. Sikap ini secara
alami memancarkan rasa percaya
diri, ketulusan, dan dapat
dipercaya.
Hal Pertama yang Dilihat
Orang Lain dari Diri Anda
Ketika seseorang baru pertama kali
bertemu dengan Anda, ada tiga hal
utama yang akan langsung mereka
sadari:
Tubuh Anda
(postur dan bahasa tubuh).Mata Anda
(apakah Anda melakukan
kontak mata atau tidak).Ekspresi wajah Anda.
Sangat penting bagi ketiga elemen ini
untuk secara bersama-sama
memancarkan perasaan
keterbukaan. Keterbukaan adalah
kunci utama untuk membuat
orang lain merasa nyaman dan
diterima di dekat Anda.
Bahasa Tubuh Terbuka vs.
Bahasa Tubuh Tertutup
Postur dan bahasa tubuh Anda secara
garis besar dapat dibagi menjadi dua
kategori: Terbuka dan Tertutup.
Bahasa Tubuh Terbuka
Bahasa tubuh terbuka adalah posisi
di mana Anda mengekspos area
jantung dan tubuh bagian depan
Anda. Sikap ini mengirimkan sinyal
yang sangat kuat kepada orang lain
bahwa Anda tidak hanya bersedia
untuk berkomunikasi, tetapi
juga antusias untuk
melakukannya.
Ketika dua orang memulai percakapan
dengan posisi jantung mereka
saling berhadapan, sebuah
koneksi yang kuat akan terbentuk
secara alami. Dalam kondisi seperti ini,
rasa percaya akan lebih mudah
tumbuh dan menguat. Ini adalah
dasar dari hubungan yang positif dan
nyaman.
Bahasa Tubuh Tertutup
Sebaliknya, bahasa tubuh tertutup
adalah posisi di mana Anda secara
tidak sadar melindungi area
jantung. Ini dilakukan melalui
gerakan-gerakan yang
mengekspresikan perlawanan,
frustrasi, ketidaksabaran,
atau kegugupan.
Contoh paling umum dari bahasa
tubuh defensif adalah
menyilangkan tangan di depan
dada. Tindakan ini secara fisik
melindungi jantung, dan secara
simbolis melindungi perasaan serta
menutup diri dari interaksi.
Namun, tidak hanya menyilangkan
tangan. Memutar tubuh sedikit
ke samping sehingga Anda tidak
sepenuhnya berhadapan langsung
dengan lawan bicara juga dapat
menimbulkan perasaan yang
serupa. Ini memberi kesan bahwa
Anda tidak sepenuhnya hadir, tidak
tertarik, atau ingin segera
mengakhiri percakapan.
Memahami perbedaan antara bahasa
tubuh terbuka dan tertutup adalah
langkah pertama yang sangat penting
untuk membuat orang lain langsung
merasa nyaman dan menyukai Anda
dalam hitungan detik.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
agi! Kali ini kita ngomongin buku yang
judulnya agak clickbait tapi isinya
praktis banget: How to Make
People Like You in 90 Seconds
or Less karya Nicholas Boothman.
Lo pasti pernah kan ngalamin momen
ini: Lo masuk ke ruangan penuh
orang asing, entah itu acara kampus,
kantor baru, atau pesta temennya
temen. Terus lo bengong,
“Gue harus ngapain ya?
Ngobrol sama siapa?
Duh, kakunya minta ampun.”
Nah, buku ini kayak survival guide
buat lo yang pengen bisa langsung
connect sama orang baru tanpa harus
ngerasa jadi orang aneh. Kita mulai
dari bagian paling awalnya dulu.
Cari Teman Baru Itu Ribet, Tapi
Worth It Banget
Jujur aja, nggak ada yang bilang cari
teman baru di dunia dewasa itu
gampang. Isinya cuma basa-basi
garing: “Kerja di mana?”, “Tinggal
di mana?”, terus hening. Udah gitu
mata kita liar nyari escape plan buat
kabur ke meja prasmanan.
Karena males ngerasain canggung itu,
kebanyakan dari kita milih buat
nyaman di circle yang itu-itu aja.
Ketemu si A, si B, si C, ngomongin hal
yang sama, pulang. Comfort zone
banget.
Tapi Boothman ngingetin: Lo rugi
banget kalau cuma main
di situ-situ aja.
Dengan maksa diri buat kenalan sama
orang baru, lo sebenernya lagi
nge-gym otot sosial lo. Lo jadi
makin pinter baca situasi, makin luwes
ngobrol, dan makin disukai orang.
Ini skill yang kepake seumur hidup,
gak cuma buat cari pacar, tapi buat
karir dan kehidupan sosial secara
umum.
Dan yang penting: Orang lain suka
sama lo bukan melulu gara-gara
lo ganteng atau cantik. Yang bikin
mereka nyaman tuh gimana
perasaan mereka pas ada
di dekat lo. Orang yang likable tuh
biasanya nyebarin vibe: “Gue terbuka,
gue ramah, gue bisa dipercaya.”
Detik-Detik Pertama: Mereka
Sebenernya Lagi Ngelihat
Apa Sih?
Begitu lo ketemu orang baru, sebelum
lo sempat buka mulut dan ngomong
“Hai, nama gue…”, otak mereka
udah lebih dulu nge-scan lo dalam
hitungan detik. Boothman bilang,
ada tiga hal utama yang langsung
mereka sadari:
Badan Lo
(Postur & Gerak-Gerik)Mata Lo
(Kontak Mata atau Enggak)Muka Lo
(Ekspresinya Gimana)
Ketiganya harus kompak ngirim sinyal
“TERBUKA”. Kalau salah satu aja
ngirim sinyal “Gue males di sini” atau
“Gue lagi bete”, ya udah. Koneksi
langsung putus sebelum nyala.
Body Language Lo:
Open Book atau Bunker?
Nah, ini bagian paling praktis yang
bisa langsung lo praktekin besok pagi.
Bahasa tubuh lo tuh cuma ada dua
mode:
1. Mode TERBUKA
(The Friendly Human)
Ini posisi di mana lo ngekspos area
dada dan jantung lo. Lo gak
nutupin badan lo pake apa pun.
Tangan di samping atau bergerak
natural, badan lurus menghadap
lawan bicara.
Kenapa ini penting?
Karena secara gak sadar, orang lain
nangkep sinyal: “Oh, dia gak ada
niat jahat. Dia welcome sama gue.
Aman nih deket dia.”
Kalau kalian berdua sama-sama
dalam posisi jantung berhadapan,
percakapan akan mengalir lebih
gampang. Kepercayaan itu kayak
langsung muncul aja gitu.
2. Mode TERTUTUP
(The Human Bunker)
Ini posisi di mana lo nglindungin
area jantung.
Contoh paling klasik yang sering lo
lakuin tanpa sadar: Menyilangkan
tangan di depan dada.
Begitu lo lipat tangan, secara fisik lo
emang nutupin jantung. Tapi secara
psikologis, lo ngirim sinyal:
“Gue gak nyaman. Gue defensif.
Gue gak mau ngobrol lama-lama.”
Selain nyilangin tangan, ada juga
gerakan halus lain yang sama
bahayanya: Badan diputer sedikit
ke samping. Jadi lo gak sepenuhnya
menghadap orang itu. Ini juga bikin
orang mikir, “Kayaknya dia
buru-buru deh. Atau dia gak tertarik
denger gue.”
Pelajaran Simpelnya:
Kalau lo lagi ngobrol sama orang
baru, usahakan dada lo ngadep
ke dada dia. Tangan di bawah atau
di samping aja, jangan dilipat.
Sekecil apa pun gestur nutup diri,
otak lawan bicara lo bakal nangkep
sebagai penolakan.
Posisi TERBUKA
(Yang Bikin Orang Nyaman):
Duduk atau berdiri dengan
bahu sedikit ke belakang,
bukan membungkuk.Tangan di samping badan,
atau kalau lagi duduk, taruh aja
di atas meja atau di pangkuan
dengan santai.Pusar dan dada lo
menghadap lurus ke arah
lawan bicara.
Contoh gampangnya: Bayangin lo
lagi manasin badan di pantai
menghadap matahari. Itu posisi dada
lo terbuka lebar. Orang yang ngeliat
lo dari depan bakal langsung ngerasa
“Ini orang welcome banget.”
Posisi TERTUTUP
(Yang Bikin Orang Ilfeel):
Tangan dilipat di depan
dada. (Ini udah jelas banget
kayak lagi nahan marah atau
kedinginan).Badan agak miring.
Jadi meskipun muka lo ngadep
dia, dada lo ngadep ke arah lain
(misal ke pintu keluar). Ini ngasih
sinyal “Gue mau kabur nih.”Megang tas atau HP di depan
dada. Secara gak sadar lo bikin
tameng.
Kenapa jantung disebut?
Karena secara evolusi, jantung dan
perut itu area vital. Kalau ada orang
asing, insting kita tuh nutupin area
itu (pake tangan atau benda).
Nah, kalau lo sengaja gak nutupin
area itu, orang lain bakal ngerasa
“Wah, dia percaya sama gue.
Dia gak nganggep gue ancaman.”
Itu yang bikin orang betah ngobrol
sama lo.
Simpelnya gini:
Terbuka: Pusar dan dada
ngadap ke dia, tangan gak
ngunci apa pun di depan
badan.Tertutup: Dada lo ditutupin
tangan, tas, atau badan lo
muter.
Gitu doang kok. Gampang kan?
Gimana? Udah mulai sadar kan
ternyata gampang banget bikin orang
ilfeel cuma gara-gara lo nyilangin
tangan? Besok-besok kalo ketemu
orang baru, coba deh cek: “Dada gue
udah kebuka belum ya? Tangan gue
udah gak dilipet kan?”

Berikut contoh
