embun hijrahku

KETERANGAN TAMBAHAN DALAM KALIMAT

KETERANGAN TAMBAHAN DALAM KALIMAT

Dalam penggunaan kalimat sehari-hari, kita sering

menggunakan keterangan tambahan pada suatu kalimat

seperti keterangan tempat, waktu, kondisi, sifat, dan

sebagainya. Keterangan ini digunakan untuk memperjelas

maksud dari kalimat yang ingin disampaikan kepada lawan bicara.

Contohnya kalimat:

قَامَ زَيْدٌ

(Zaid telah berdiri)

Kalimat ini bisa diperjelas dengan menggunakan beberapa

keterangan kalimat, misalnya:

قَامَ زَيْدٌ أَمَامَ الفَصْلِ
Zaid telah berdiri di depan kelas

قَامَ زَيْدٌ الطَّوِيلُ
Zaid yang tinggi telah berdiri

قَامَ زَيْدٌ فِي الْمَسْجِدِ
Zaid telah berdiri di dalam masjid

Beberapa contoh kalimat di atas menunjukkan maksud

yang lebih jelas dibanding sebelum ditambahkan keterangan

tambahan. Dalam bahasa Arab, ada beberapa jenis keterangan

tambahan yang bisa digunakan. Kami telah merangkum beberapa

keterangan tambahan yang sering digunakan dalam Al Qur’an,

hadits, dan percakapan sehari-hari bahasa Arab yang penting

untuk dipahami oleh pemula.

Beberapa kata keterangan ada yang majrur dan manshub dan ada

juga yang fleksibel tergantung keadaan. Yang jelas, tidak ada keterangan

tambahan yang marfu’, karena marfu’ khusus untuk kata yang

menempati jabatan utama dalam kalimat seperi sebagai fa’il, mubtada,

khabar dan naibul fa’il. Begitu pula tidak ada keterangan tambahan

yang mazjum, karena majzum hanya berlaku untuk fi’il dan fi’il termasuk

kalimat inti bukan keterangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *