Jar – Majrur
Jar – Majrur
kita telah mempelajari huruf jar dan pengaruhnya
terhadap suatu kata dalam kalimat. Bila suatu kata
didahului oleh huruf jar, maka ia wajib dalam kondisi
jar (majrur). Huruf jar adalah:
مِنْ ) dari
( إِلَى ) ke
( عَنْ ) dari
( عَلَى ) di atas
( في ) di dalam
( رُبَّ ) sedikit/jarang
( بِ ) Dengan
( لِ ) Untuk
( كَ ) Seperti
( مُذْ ) Sejak
( مُنْذُ ) Sejak
Majrur adalah istilah yang digunakan untuk kata yang
dalam kondisi jar baik karena didahului oleh huruf jar
atau sebab lain yang menjadikannya wajib dalam keadaan jar.
Tanda asal jar adalah kasrah. Oleh karena itu, banyak
kata dalam Al Qur’an yang berharakat kasrah apabila
didahului oleh huruf jar. Akan tetapi karena tidak
semua kata mu’rab dengan harakat, selain kasrah, tanda jar
adalah “ya” dan juga “fathah”. Silakan perhatikan tabel berikut:

Untuk kata yang mu’rabnya dengan huruf, ketika jar tanda
I’rabnya adalah “ya” seperti mutsanna (ayni) dan jamak
mudzakkar salim (iina). Adapaun untuk yang mu’rabnya
dengan harakat (isim mufrad, jamak taksir, dan jamak
muannats salim), semuanya berharakat kasrah kecuali
isim ghairu munsharif. Ketika jar, isim ghairu munsharif
berharakat fathah.
Dalam menyusun kalimat, kita bisa menggunakan huruf jar
sebagai keterangan tambahan untuk kalimat. Silakan perhatikan
contoh-contoh berikut untuk mengetahui peran huruf jar dalam
suatu kalimat.

