Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jar majrur
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jar majrur
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk
menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan (Quraisy: 4)
تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
yang melempari mereka dengan batu (berasal)
dari tanah yang terbakar (Al Fiil: 4)
يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya
(Abasa: 34)
قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ
Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk
orang-orang yang mengerjakan shalat
(Al Muddatsir: 43)
إِنَّآ أَرْسَلْنَآ إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَٰهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا
Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu
(hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi
saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus
(dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun
(Al Muzzammil : 15)
اَوْحَيْتُ اِلَى الْحَوَارِيّٖنَ اَنْ اٰمِنُوْا بِيْ وَبِرَسُوْلِيْۚ قَالُوْٓا اٰمَنَّا وَاشْهَدْ بِاَنَّنَا مُسْلِمُوْنَ
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut
Isa yang setia:”Berimanlah kamu kepada-Ku dan
kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah
beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh
(kepada seruanmu)” (Al Maidah : 111)
وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ
إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu
(Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat
yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim
tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim
dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang
yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku dan yang sujud”
(Al Baqarah: 125)
لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ
ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang
mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah
pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati
mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan
memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan
yang dekat (waktunya). (Al Fath: 18)
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada
orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan (Al Insan: 8)
وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۖ بَل لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ
Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”.
Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi
adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya
(Al Baqarah: 116)
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُفْسِدِينَ
Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka
sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang
berbuat kerusakan. (Ali Imran: 63)
أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ
Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai
(Al A’raf : 79)
يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ
وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan
(Al Qariah: 4-5)
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Seorang muslim (yang sejati) adalah orang yang mana kaum muslimin
lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (HR Muslim)
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Barangsiapa membangun masjid maka Allah akan membangunkan
sepertinya di surga (HR. Muslim)
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ
Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah
salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat (HR Ahmad)
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Orang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan (HR Bukhari & Muslim)
