embun hijrahku

Keterangan Kepemilikan dan Peruntukan (Mudhaf-Mudhaf Ilaih)

Keterangan Kepemilikan dan Peruntukan

(Mudhaf-Mudhaf Ilaih)

Mudhaf-mudhaf ilaih adalah frasa (susunan kata) yang

terdiri dari dua isim. Meskipun terdiri dari dua isim, susunan

mudhaf mudhaf ilaih bukanlah sebuah kalimat yang sempurna

seperti mubtada – khabar. Karena frasa mudhaf mudhaf ilaih

biasa digunakan untuk menjelaskan kepemilikan atau asal dari

isim yang pertama (mudhaf). Isim yang pertama yang ingin

dijelaskan disebut dengan mudhaf dan isim yang kedua sebagai

penjelasan disebut dengan mudhaf ilahi. Mudhaf. Misalkan dalam

bahasa Indonesia, kita kenal frasa cincin emas (cincin dari emas),

pintu jati (pintu dari jati), buku Zaid (buku milik Zaid), dana ummat

(dana milik ummat), dan sebagainya. Contoh mudhaf mudhaf ilaih

dalam bahasa Arab:

كِتَابُ زَيْدٍ

Buku Zaid

Dalam frasa di atas, kata ” كِتَابُ ” disebut dengan mudhaf,

sedangkan ” زَيْدٍ ” disebut dengan mudhaf ilaih. Ketika

kita menyebutkan ” كِتَابُ ” saja maka cakupannya masih

umum (nakirah), bisa buku tentang apa saja atau buku

milik siapa saja. Namun ketika kita menyebutkan

mudhaf ilaihnya, maka jelas kepemilikan dari buku tersebut.

Selain kepemilikan, mudhaf ilaih juga berfungsi untuk

menjelaskan “peruntukan”.

Contoh:

كِتَابُ اللُّغَةِ

Buku bahasa

Mudhaf ilaih “اللُّغَةِ” dalam frasa di atas berfungsi sebagai

penjelasan peruntukan buku yang sedang dibicarakan. Buku

untuk bahasa. Bukan buku untuk sejarah, matematika, dan

sebagainya. Karena sebetulnya, susunan mudhaf-mudhaf ilaih

mengandung makna ” لِ/ untuk “. Sehingga asalnya, bentuk

kedua frasa di atas adalah:

كِتَابُ لِزَيْدٍ

(buku nya Zaid)

كِتَابٌ لِلُّغَةِ

(buku untuk bahasa)

Selain memiliki kandungan makna ” لِ/untuk”,

mudhaf – mudhaf ilaih juga mengandung makna “مِنْ / dari”.

Contohnya:

خَاتَمُ ذَهَبٍ

Cincin emas

Maka bentuk asalnya sebetulnya adalah:

خَاتَمُ مِنْ ذَهَبٍ

Cincin dari emas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *