Keterangan Kondisi (Haal)
Keterangan Kondisi (Haal)
Keterangan kondisi (haal) bisa digunakan untuk menjelaskan
kondisi dari subjek (shahibul haal) yang sedang dibicarakan.
Misalkan, informasi kedatangan seseorang bisa diperjelas
dengan menjelaskan keadaannya ketika datang; apakah jalan
kaki atau berkendaraan. Contoh:
جَاء رَيْدٌ رَاكِبًا
(Zaid telah datang dengan berkendaraan)
Maka ” رَاكِبًا ” adalah haal yang menjelaskan keadaan atau kondisi,
sedangkan shahibul haalnya (pemilik keadaan) adalah زَيْدٌ
Haal bisa menjelaskan kondisi pelaku (fai’il) atau obyek (maful bih).
Contoh haal yang menjelaskan kondisi fa’il:
جَاءَ زَيْدُ مَاشِيًا
(Zaid telah datang dengan berjalan kaki)
جَاءَ زَيْدٌ مُتَبَسِمًا
(Zaid telah datang dengan tersenyum)
Contoh haal yang menjelaskan kondisi maf ul bih:
رَأَيْتُ زَيْدًا مَاشِيًا
(Aku melihat zaid berjalan kaki)
رَأَيْتُ زَيْدًا مُتَبَيِّمًا
(Aku melihat zaid tersenyum)
