Fi’il Madhi & Fi’il Mudhari Mufrad JUMLAH FI’LIYYAH
Fi’il Madhi & Fi’il Mudhari
Mufrad
Perhatikan tabel berikut untuk memahami 3 persyaratan
jumlah fi’iliyyah yang telah disebutkan. Perhatikan bahwa semua
fa’il dalam contoh berikut ini berharakat dhammah /dhammatain.
Ini dikarenakan fa’il itu wajib rafa’ dan tanda
asli rafa’ adalah dhammah.
Isim Mufrad termasuk kata yang ketika rafa’
wajib berharakat dhammah.

Tabel di atas adalah contoh jumlah fi’liyyah yang fa’il nya
bukan kata ganti (dhamir). Dari 14 bentuk fi’il (madhi dan mudhari’)
dari kata ganti هُوَ sampai نَحْنُ ,ada 8 fi’il yang fa’ilnya sudah melekat
pada fi’ilnya, yaitu fi’il dhamir mukhathab (kata ganti orang kedua)
yaitu
أَنْتَ
أَنْتُمَا
أَنْتُمْ
أَنْتِ
أَنْتُمَا
أَنْتُنَّ
dan fi’il dhamir mutakkallim (kata ganti orang pertama) yaitu أَنَا dan
ُنَحْنُ. Contohnya untuk kata kerja duduk:

Kedelapan fi’il madhi dan mudhari tersebut sudah menjadi kesatuan
dengan fa’ilnya. Artinya, ketika seseorang mengatakan جَلَسْتُ maka kata
ini sudah mengandung fi’il dan isim (dhamir) di mana huruf تُ
merupakan dhamir أَنَا yang melekat pada جَلَسَ Maknanya sudah
dapat dipahami bahwa yang duduk adalah orang yang berbicara (saya).
Ini berbeda dengan fi’il madhi dhamir ghaib (kata ganti orang ketiga)
di mana kita diwajibkan untuk menyebut pelakunya. Kalau kita hanya
mengatakan جَلَسَ dia telah duduk) saja, maka tidak jelas yang duduk siapa
sampai kita menyebut fa’ilnya. Misalnya جَلَسَ زَيْدُ (Zaid telah duduk), maka
kalimat ini jelas menunjukkan bahwa yang duduk adalah Zaid.
