embun hijrahku

Fi’il Berdasarkan Huruf Penyusun (Fi’il Shahih dan Fi’il Mu’tal)

Fi’il Berdasarkan Huruf Penyusun (Fi’il Shahih dan Fi’il Mu’tal)

Ditinjau dari huruf penyusunnya, fi’il dibagi menjadi dua yaitu;

1. Fiil Shahih ( الفِعْلُ الصَّحِيح )
Fi’il shahih adalah fi’il yang huruf penyusunnya terbebas dari

huruf ‘illat. Huruf ‘illat yaitu alif, waw, dan ya.

Contohnya
أَكَلَ (telah makan) dan (كَتَبَ )telah menulis). Ketiga huruf penyusun

dari kedua fi’il tersebut tidak ada yang mengandung alif, waw, dan

ya sehingga أَكَلَ dan كَتَبَ merupakan fi’il shahih.

2. Fi’il Mu’tal ( الفِعْلُ الْمُعْتَلُ )

Fi’il mu’tal adalah fi’il yang huruf penyusunnya mengandung

minimal salah satu dari tiga huruf ‘illat yaitu alif, waw, dan ya

baik pada awal, tengah dan akhir kata. Contoh fi’il mu’tal adalah
صَارَ (menjadi),
رَمَى (melempar)

خَشِيَ (takut), dan

وَقَى (menjauhi).

Bukankah kata
أَكَلَ mengandung huruf alif?

Kita harus membedakan alif dengan hamzah. Dalam kaidah

penulisan bahasa arab, alif yang berharakat disebut dengan hamzah.

Alif sendiri hanya berfungsi sebagai mad (pemanjang bacaan).

Perhatikan perbedaan hamzah dengan alif melalui contoh berikut:

Hamzah

أَكَلَ
(Makan)

سَأَلَ
(bertanya)

قَرَاَ
(membaca)

 

Alif

قَامَ
(berdiri)
قَالَ
(berkata)
صَامَ
(berpuasa)

 

Apa Manfaat Kita Mengetahui Fi’il Shahih dan Fi’il Mu’tal?

Fi’il mu’tal memiliki tashrif (pola perubahan) yang tidak mengikuti

kaidah asal atau tidak seragam. Ini berbeda dengan fi’il shahih yang

pola perubahannya seragam. Dengan mengetahui suatu fi’il

mengandung huruf ‘illat, maka kita dapat lebih teliti dalam melakukan

perubahan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain khusunya tashrif

lughawi (perubahan kata berdasarkan kata ganti) sehingga ketika

menyusun kalimat, kita tidak akan salah memilih kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *