Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Pengecualian (Istitsna)
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Pengecualian (Istitsna)
وَلَا تَدۡعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَىۡءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجۡهَهٗؕ لَـهُ الۡحُكۡمُ وَاِلَيۡهِ تُرۡجَعُوۡنَ
Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah.
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala
sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi
wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.
(Al Qashas: 88)
وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡٓا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰى وَاسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ الۡكٰفِرِيۡنَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat,
“Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud
kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia
termasuk golongan yang kafir
(Al Baqarah : 34)
وَقَالُوۡا لَنۡ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّاۤ اَيَّامًا مَّعۡدُوۡدَةً
Dan mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami,
kecuali beberapa hari saja.”
(Al Baqarah: 80)
اۨلَّذِيۡنَ يُبَـلِّـغُوۡنَ رِسٰلٰتِ اللّٰهِ وَيَخۡشَوۡنَهٗ وَلَا يَخۡشَوۡنَ اَحَدًا اِلَّا اللّٰهَ ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيۡبًا
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah,
mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa
pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat
perhitungan. (Al Ahzab: 39)
اَفَاَمِنُوۡا مَكۡرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَاۡمَنُ مَكۡرَ اللّٰهِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang
tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari
siksaan Allah selain orang-orang yang rugi. (Al A’raf: 99)
يُخٰدِعُوۡنَ اللّٰهَ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا ۚ وَمَا يَخۡدَعُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُوۡنَؕ
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman,
padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa
mereka sadari. (Al Baqarah: 9)
وَقَالُوۡۤا اِنۡ هِىَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنۡيَا وَمَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوۡثِيۡنَ
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup
hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan.”
(Al An’am: 29)
وَمَا يُضِلُّ بِهٖۤ اِلَّا الۡفٰسِقِيۡنَۙ
Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali
orang-orang yang fasik (Al Baqarah: 26)
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Umrah demi umrah berikutnya adalah masa penghapusan dosa.
Dan tidak ada ganjaran bagi ibadah haji yang mabrur kecuali surga
(HR Muslim)
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ
Tidak akan masuk surga kecuali orang muslim (HR Muslim)
