embun hijrahku

Kalimat Panggilan (Munada)

Kalimat Panggilan (Munada)

Kalimat panggilan dalam bahasa Arab memiliki dua unsur:

1. Huruf panggilan (حَرْفُ النِّدَاءِ)

2. Kata yang dipanggil (المُنَادَى)

Huruf panggilan dalam bahasa Arab biasanya diawali dengan

“يَا” yang artinya adalah “Wahai”. Adapun untuk munada,

memiliki ketentuan sebagai berikut:

1. Bila munada nya isim ‘alam kata tunggal seperti عَائِشَةُ أَحْمَدُ، زَيْدٌ

dan هِنْدٌ maka ia didhamahkan tanpa anpa tanwin (mabniy dhammah).

Contohnya:

يَا زَيْدُ ، يَا أَحْمَدُ ، يَا عَائِشَةُ ، يَا هِنْدُ

2. Begitu juga bila munadanya isim nakirah yang ditentukan

(nakirah maqshudah, Nakirah Maqshudah adalah ketika kita memanggil

seseorang bukan dengan namanya baik karena sengaja maupun karena

memang tidak mengenal namanya, akan tetapi kita telah menetapkan

orang yang dipanggil. Artinya, objek dari yang dipanggil sudah ditentukan

entah itu dengan menunjuknya atau isyarat lain.),

maka ia didhammahkan tanpa tanwin:

يَا رَجُلُ يَا شَيْخُ

(Wahai seorang lelaki, wahai seorang yang tua)

3. Namun bila munadanya isim nakirah yang tidak ditentukan

(nakirah ghairu maqshudah, Nakirah ghaira maqshudah adalah ketika kita

memanggil seseorang bukan dengan namanya baik karena sengaja maupun

karena memang tidak mengenal namanya, dan kita tidak menentukan objek

yang dipanggil. Artinya, siapa saja bisa menjawab seruan tersebut.

Seperti ketika seorang yang buta ingin menyebrang jalan.

Maka, ia mengatakan:

يَا رَجُلاً خُذْ بِيَدِي

“Wahai laki-laki! Tolong pegang tanganku!”

Dalam kalimat di atas, tentu orang buta tersebut tidak menetapkan

lelaki yang mana, melainkan lelaki mana saja yang mau menolongnya.),

maka ia manshub:

يَا رَجُلاً ، يَا شَيْخًا

4. Bila munadanya susunan kata (mudhaf mudhaf ilaihi),

maka ia manshub. Contohnya:

يَا عَبْدَ اللهِ، يَا رَسُوْلَ اللهِ، يَا قُرَّةَ عَيْنِي ، يَا شَهْرَ رَمَضَانَ

5. Bila munadanya menyerupai mudhaf (المُشَبَّهُ بِالْمُضَافِ), maka ia manshub.

Contohnya:

يَا طَالِعًا جَبَلاً

Wahai pendaki gunung

la dinamakan menyerupai mudhaf karena asalnya adalah menyerupai

susunan mudhaf-mudhaf ilaih seperti:

يَا طَالِعَ جَبَلٍ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *