Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Ismiyyah dengan Khabar Majemuk
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Ismiyyah dengan Khabar Majemuk
اَلۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡمُمۡتَرِيۡنَ
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu
termasuk orang-orang yang ragu. (Al Baqarah: 147)
اَللّٰهُ نُوۡرُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ ؕ مَثَلُ نُوۡرِهٖ كَمِشۡكٰوةٍ فِيۡهَا مِصۡبَاحٌ ؕ الۡمِصۡبَاحُ فِىۡ زُجَاجَةٍ ؕ
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan
cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus,
yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca.
(An Nur: 35)
وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيۡنَ
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah: 249)
قُلۡ اِنَّمَا الۡعِلۡمُ عِنۡدَ اللّٰهِۖ وَاِنَّمَاۤ اَنَا نَذِيۡرٌ مُّبِيۡنٌ
Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya
pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi
peringatan yang menjelaskan.” (Al Mulk: 26)
اَلَاۤ اِنَّمَا طٰٓٮِٕرُهُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan
dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Al A’raf: 131)
وَاللّٰهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ ۖ وَ اِلَيۡهِ تُرۡجَعُوۡنَ
Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan
kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (Al Baqarah: 245)
فَاِنۡ عُثِرَ عَلٰٓى اَنَّهُمَا اسۡتَحَقَّاۤ اِثۡمًا فَاٰخَرٰنِ يَقُوۡمٰنِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِيۡنَ اسۡتَحَقَّ عَلَيۡهِمُ الۡاَوۡلَيٰنِ
Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) membuat dosa, maka
dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang
lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan)
untuk menggantikannya (Al Maidah: 107)
وَالۡمُطَلَّقٰتُ يَتَرَ بَّصۡنَ بِاَنۡفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوۡٓءٍ ؕ
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri
(menunggu) tiga kali quru’ (Al Baqarah : 228)
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Dan Allah menolong hambaNya selama hambaNya
menolong saudarnya (HR Muslim)
التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ وَالعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Sikap tenang itu dari Allah sedangkan tergesa-gesa
itu dai syaithan (HR Abu Ya’la dan Baihaqi)
رضَى اللهِ فِي رِضَى الوَالِدَينِ، وسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الوالدين
Ridha Allah ada ada pada ridha kedua orang tua dan
murka Allah ada pada murka orang tua (HR Ibnu Hibban)
الدَّالُّ عَلَى الْخَيْرِ كَفَاعِلِهِ
Orang yang menunjuki atas kebaikan itu (mendapat pahala)
seperti yang melakukannya (HR Tirmidzi)
الْحَيَاءُ مِنْ الْإِيمَانِ
Malu itu adalah sebagian dari iman (HR Muslim)
الإِسْلَامُ يَعْلُوْ وَلَا يُعْلَى
Islam itu tinggi dan tidak ada yang menandingi
ketinggiaannya (HR Ad Daruquthni)
