Catatan Khusus untuk Jumlah Ismiyyah dengan khabar fi’il dan fa’il
Catatan Khusus untuk Jumlah Ismiyyah dengan khabar fi’il dan fa’il
Saat mempelajari jumlah fi’liyyah, kita mengetahui bahwa apapun
bilangan fa’ilnya, fi’ilnya tetap mufrad (FIRA). Contohnya:
ذَهَبَ المُسْلِمُ
ذَهَبَ المُسْلِمَانِ
ذَهَبَ المُسْلِمُونَ
Kaidah tersebut tidak berlaku apabila kita ingin mendahulkan
fa’ilnya. Karena ketika fa’ilnya didahulukan, maka berlaku
kaidah jumlah ismiyyah yang mana mubtada dan khabar
harus MALANG (Sama bilangan).
Sehingga kalimatnya menjadi:
المُسلِمُ ذَهَبَ
الْمُسْلِمَانِ ذَهَبًا
المُسْلِمُونَ ذَهَبُوْا
Silakan perhatikan contoh-contoh jumlah ismiyyah
yang khabarnya ghairu mufrad:
زَيْدٌ وَعُمَرُ فِي المَسْجِدِ
(Zaid dan Umar di masjid)
مَحْمُودٌ مَعَ زَوْجَتِهِ فِي البَيْتِ
(Mahmud bersama istrinya di rumah)
حَامِدٌ خَطُّهُ حَسَنٌ
(Hamid itu tulisannya bagus)
فَاطِمَةُ بَيْتُهَا وَاسِعٌ
(Fathimah itu rumahnya luas)
تَحْمُودٌ سَيَّارَتُهُ جَدِيدَةٌ
(Mahmud itu mobilnya baru)
الطَّالِبَانِ النَّشِيْطَانِ يَذْهَبَانِ إِلَى المَكْتَبَةِ الكَبِيرَةِ
(Dua siswa yang rajin sedang pergi ke perpustakaan yang besar)
طَالِبُ العِلْمِ تَعَلَّمَ التَّجْوِيدَ
(Penuntut ilmu itu telah mempelajari tajwid)
المُسْلِمُونَ يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ لَيْلَةَ العِيدِ
(Orang Islam menunaikan zakat pada malam ied)
