Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits fi’il muta’addiy
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits fi’il muta’addiy
فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah
dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut (Al Baqarah : 251)
كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir
sesudah mereka beriman (Al bayyinah: 86)
أَلَمْ نَجْعَل لَّهُ عَيْنَيْنِ
Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata
(Al Balad: 8)
وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan
yang benar (Al Jatsiyah: 22)
وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang
terdahulu daripada-mu dan sesungguhnya Kami mengetahui
pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu). (Al Hijr: 24)
وَرَءَا ٱلْمُجْرِمُونَ ٱلنَّارَ فَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا۟ عَنْهَا مَصْرِفًا
Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka
meyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka
tidak menemukan tempat berpaling dari padanya. (Al Kahfi : 53)
وَلَمَّا رَءَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلْأَحْزَابَ قَالُوا۟ هَٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ ۚ
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan
yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan
Allah dan Rasul-Nya kepada kita” (Al Ahzab: 22)
وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُّقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ
Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu
diikat bersama-sama dengan belenggu. (Ibrahim: 49)
وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ءَايَٰتٍۭ بَيِّنَٰتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَآ إِلَّا ٱلْفَٰسِقُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu
ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya,
melainkan orang-orang yang fasik. (Al Baqarah : 99)
وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ
وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum
mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin
lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.
Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik
(dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.
(Al Baqarah: 221)
قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهْوَآءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ
Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh
tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula)
aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Al An’am: 56)
نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَّن نَّشَاءُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(Al An’am : 83)
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
Apabila Allah mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka
(HR Ahmad)
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Orang yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga
(HR Bukhari No. 2699)
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
Selisihilah orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot (HR Muslim no. 259)
