embun hijrahku

KALIMAT INTI – JUMLAH ISMIYYAH

KALIMAT INTI – JUMLAH ISMIYYAH

Jumlah ismiyyah adalah kalimat yang didahului oleh isim.

Pola kalimat jumlah ismiyyah adalah sebagai berikut:

ISIM (Mubtada) +ISIM (Khabar)

Isim yang pertama disebut dengan Mubtada dan isim yang

kedua disebut khabar. Mubtada adalah kata / objek dalam

bentuk isim yang ingin dijelaskan sedangkan khabar sesuai

dengan namanya adalah kabar atau penjelasan dari kondisi,

keadaan, jabatan, atau penjelasan dalam bentuk apapun dari

objek yang sedang dijelaskan (mubtada). Contohnya:

زَيْدٌ مُسْلِمٌ

(Zaid adalah muslim)

Maka Zaid adalah objek atau isim yang ingin dijelaskan,

sedangkan muslim adalah kabar atau penjelasan dari keadaan

Zaid yang beragama Islam. Contoh lainnya:

هذَا زَيْدٌ

(Ini adalah Zaid)

Kata “Ini” merupakan mubtada, yaitu sesuatu yang ingin

dijelaskan, sedangkan Zaid adalah penjelasan yang menerangkan

bahwa yang sedang ditunjuk adalah zaid. Contoh lainnya:

هُوَ زَيْدٌ

(Dia adalah Zaid)

Kata “Dia” adalah mubtada sedangkan Zaid adalah penjelasannya.

Dari kalimat ini dipahami bahwa nama “dia” yang sedang

dibicarakan dalam kalimat tersebut bernama Zaid. Lainnya:

الْمُسْلِمُ حَسَنٌ

(Orang islam itu baik)

Kata “Muslim” dalam kalimat tersebut adalah mubtada, yaitu

kata atau objek yang ingin dijelaskan. Sedangkan “Baik”

merupakan penjelasan dari sifat muslim.

Dari contoh-contoh di atas, Jumlah ismiyyah bisa dari kombinasi

isim + isim dari jenis apapun. Artinya, bisa saja mubdatanya isim

‘alam (nama orang), atau isim isyarah (kata tunjuk), dhamir (kata ganti),

atau isim jenis apapun yang sesuai dengan konteks pembicaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *