Fi’il Amar fi’il muta’addiy
Fi’il Amar
Perhatikan kata kerja perintah (fi’il amar) pada tabel
berikut ini. Seluruh maful bih (Objek) dalam kalimat berikut
berharakat fathah. Ini dikarenakan maful bih wajib
dalam keadaan nashab dan fathah adalah tanda asal nashab.
Isim mufrad termasuk isim yang ketika nashab wajib
berharakat fathah.

Semua contoh kata perintah di atas datang dalam dhamir kata
ganti orang kedua tunggal laki-laki ( أَنْتَ ). Artinya bila objek yang
diperintah adalah dhamir mukhathab yang lain, maka harus
mengikuti tashrif lughawi fi’il amar untuk setiap dhamir.
Contohnya untuk kata perintah شَغْلِ المِصْبَاحَ (hidupkan lampunya!):

