buku

Bab 7 Goal Setting for Winners

Lanny Bassham membuka bab ini
dengan sebuah pengamatan yang
mengejutkan. Hampir semua orang
pernah mendengar tentang
pentingnya menetapkan tujuan.
Buku-buku pengembangan diri penuh
dengan nasihat tentang goal setting.
Tapi Bassham menemukan bahwa
tidak semua penetapan tujuan efektif.
Bahkan, beberapa jenis tujuan justru
bisa merusak performa Anda.

Bassham membagi tujuan ke dalam
dua kategori yang sangat berbeda.
Memahami perbedaan ini adalah
kunci untuk menetapkan tujuan yang
benar-benar membantu Anda, bukan
tujuan yang diam-diam menyabotase
Anda.

Tujuan Hasil

Kategori pertama adalah tujuan
hasil
. Ini adalah tujuan yang
berkaitan dengan hasil akhir dari
sebuah pertandingan atau kompetisi.
Contohnya adalah memenangkan
medali emas, mencapai peringkat
tertentu, mengalahkan lawan tertentu,
atau mendapatkan skor tertentu.

Bassham menjelaskan bahwa tujuan
hasil memiliki satu masalah besar.
Tujuan ini 
berada di luar kendali
penuh Anda
. Anda tidak bisa
mengendalikan seberapa baik
performa lawan Anda. Anda tidak bisa
mengendalikan keputusan juri atau
wasit. Anda tidak bisa mengendalikan
kondisi cuaca atau lapangan.
Anda tidak bisa mengendalikan
apakah lawan Anda sedang dalam hari
terbaiknya atau sedang mengalami
hari yang buruk.

Ketika Anda menetapkan tujuan hasil
sebagai fokus utama Anda, Anda
menggantungkan kebahagiaan dan
kepuasan Anda pada hal-hal yang
tidak bisa Anda kendalikan. Ini adalah
resep untuk stres, kecemasan, dan
kekecewaan. Bassham sendiri
mengalami ini di Olimpiade 1972.
Tujuannya adalah memenangkan
medali emas. Itu adalah tujuan hasil.
Ketika ia mulai berpikir tentang
medali emas, ia menjadi tegang.
Ia mulai memikirkan hal-hal yang
tidak bisa ia kendalikan. Pikirannya
teralihkan dari apa yang seharusnya
ia lakukan.

Tujuan hasil bukanlah tidak berguna.
Ia memberikan arah dan motivasi
jangka panjang. Ia memberi tahu Anda
ke mana Anda ingin pergi. Tapi tujuan
hasil tidak bisa menjadi fokus harian
Anda. Anda tidak bisa
mengendalikannya secara langsung,
jadi tidak ada gunanya menghabiskan
energi mental untuk
mengkhawatirkannya.

Tujuan Proses

Kategori kedua adalah tujuan proses.
Ini adalah tujuan yang berkaitan
dengan langkah-langkah teknis yang
benar dan rutinitas mental yang Anda
jalankan. Contohnya adalah
melakukan setiap langkah dalam
urutan yang benar, menjaga napas
tetap teratur, menyelesaikan rutinitas
pra-tembakan dengan disiplin, atau
mempertahankan fokus pada saat ini.

Bassham menjelaskan bahwa tujuan
proses memiliki satu keunggulan
besar. Tujuan ini 
sepenuhnya
dalam kendali Anda
.
Tidak ada seorang pun yang bisa
menghentikan Anda dari melakukan
langkah-langkah yang benar. Lawan
Anda tidak bisa menghentikan Anda
dari bernapas dengan teratur.
Juri tidak bisa menghentikan Anda
dari mengikuti rutinitas Anda.
Cuaca tidak bisa menghentikan Anda
dari mempertahankan fokus Anda.
Semua ini ada di dalam Circle of
Control Anda.

Ketika Anda menetapkan tujuan
proses sebagai fokus utama Anda,
Anda membebaskan diri dari beban
hasil akhir. Anda tidak perlu khawatir
tentang siapa yang akan menang.
Anda hanya perlu fokus pada
melakukan apa yang sudah Anda latih.
Jika Anda menjalankan proses dengan
benar, hasilnya akan mengurus
dirinya sendiri.

Bagaimana Juara Menetapkan
Tujuan

Bassham menemukan bahwa para
juara menetapkan kedua jenis tujuan.
Mereka memiliki tujuan hasil yang
besar dan ambisius.
“Saya ingin memenangkan kejuaraan
dunia.” Tujuan ini memberi mereka
arah dan motivasi. Tapi mereka tidak
menghabiskan waktu setiap hari
untuk memikirkan tujuan hasil itu.

Fokus harian mereka hanya pada
tujuan proses. Setiap hari, mereka
bangun dan bertanya,
“Apa yang harus saya lakukan hari
ini untuk menjalankan proses
dengan benar?”
Mereka memecah tujuan besar
mereka menjadi langkah-langkah
kecil yang bisa mereka kendalikan.
Mereka fokus pada apa yang ada
di depan mereka saat ini, bukan
pada hasil akhir yang masih jauh
di masa depan.

Pendekatan ini menghilangkan
tekanan. Anda tidak perlu memikirkan
apakah Anda akan menang atau kalah.
Anda hanya perlu memikirkan apakah
Anda sudah melakukan langkah yang
benar saat ini. Jika Anda melakukan
cukup banyak langkah yang benar
secara konsisten, kemenangan akan
datang dengan sendirinya.

Metode Target PANORAMA

Untuk membantu menulis tujuan
secara spesifik dan efektif, Bassham
memperkenalkan sebuah metode
yang ia sebut 
Metode Target
PANORAMA
. Setiap huruf dalam
kata PANORAMA mewakili satu
kriteria yang harus dipenuhi oleh
tujuan yang baik.

P adalah Purposeful (Bertujuan).
 Tujuan Anda harus memiliki alasan
yang kuat di baliknya.
Mengapa tujuan ini penting bagi Anda?
Apa yang akan berubah dalam hidup
Anda jika Anda mencapainya?
Tanpa alasan yang kuat, Anda akan
kehilangan motivasi saat menghadapi
kesulitan.

A adalah Action-oriented
(Berorientasi Tindakan).

Tujuan Anda harus diterjemahkan
ke dalam tindakan spesifik yang bisa
Anda lakukan. Bukan hanya
“Saya ingin menjadi lebih baik,”
tapi “Saya akan berlatih dua jam
setiap hari.”

N adalah Numerical
(Terukur dengan Angka).

Tujuan Anda harus bisa diukur
dengan angka. Berapa banyak?
Berapa lama? Seberapa sering?
Angka memberi Anda kejelasan.
Anda tahu persis kapan Anda
mencapai tujuan Anda dan kapan
Anda belum.

O adalah Ownership
(Kepemilikan).

Tujuan Anda harus benar-benar
milik Anda sendiri. Bukan tujuan
yang dipaksakan oleh orang tua,
pelatih, atau masyarakat. Jika tujuan
itu bukan milik Anda, Anda tidak
akan memiliki energi untuk
mengejarnya saat keadaan menjadi
sulit.

R adalah Realistic (Realistis).
Tujuan Anda harus menantang tapi
tetap bisa dicapai. Jika terlalu
mudah, Anda tidak akan termotivasi.
Jika terlalu mustahil, Anda akan
menyerah sebelum mulai.
Carilah titik tengah yang membuat
Anda harus berusaha keras tapi
tetap percaya bahwa itu mungkin.

A adalah Accountability
(Pertanggungjawaban).

Tujuan Anda harus
dipertanggungjawabkan kepada
seseorang. Ceritakan tujuan Anda
kepada pelatih, teman, atau pasangan
Anda. Mintalah mereka untuk
mengecek kemajuan Anda secara
rutin. Pertanggungjawaban
menciptakan komitmen yang lebih
kuat.

M adalah Measurable
(Dapat Diukur).

Ini berbeda dengan Numerical.
Measurable berarti Anda harus bisa
menentukan dengan jelas apa bukti
bahwa Anda telah berhasil.
Seperti apa gambaran sukses itu?
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda
sudah mencapainya?

A adalah Affirmable
(Bisa Ditegaskan).

Tujuan Anda harus bisa diubah
menjadi Directive Affirmation yang
positif. Anda harus bisa mengatakan
pada diri sendiri,
“Saya sedang dalam proses mencapai
ini,” dan benar-benar percaya.
Jika Anda tidak bisa mengatakan
afirmasi positif tentang tujuan Anda
tanpa merasa berbohong, mungkin
tujuan Anda perlu disesuaikan.

Dengan menggunakan Metode
Target PANORAMA, Anda
memastikan bahwa tujuan Anda
bukan sekadar angan-angan kosong.
Tujuan Anda menjadi peta yang
jelas dan spesifik yang memandu
setiap langkah Anda.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Bro, kita lanjut lagi ngobrolin buku
With Winning in Mind. Kali ini
Lanny Bassham ngomongin soal 
goal
setting
 alias penetapan tujuan.
Tapi lo jangan ngebayangin yang
standar-standar kayak buku motivasi
biasa. Dia ngasih satu fakta yang
ngejutkan, dan mungkin bakal ngubah
cara lo ngeliat target selama ini.
Soalnya, nggak semua tujuan itu
bagus. Ada jenis tujuan yang kalau
lo pake, diam-diam malah ngerusak
performa lo sendiri.

Bassham ngebagi tujuan ke dalam
dua kategori besar yang beda banget.
Paham bedanya itu kunci banget
biar lo nggak salah pasang target.

Pertama, Tujuan Hasil.
Ini adalah tujuan yang lo kaitin sama
hasil akhir dari sebuah pertandingan
atau kompetisi. Contohnya,
“Gue harus menang medali emas,”
“Gue harus ngalahin si A,” atau
“Gue harus dapet skor segini.”
Masalah besarnya, tujuan-tujuan
kayak gini letaknya di luar kendali lo.
Lo nggak bisa kontrol seberapa jago
lawan lo main hari ini, lo nggak bisa
kontrol keputusan juri, lo nggak bisa
kontrol cuaca atau kondisi lapangan.
Lo cuma bisa berharap, tapi nggak
bisa ngendaliin.

Nah, kalau lo gantungin kebahagiaan
dan kepuasan lo ke hal-hal yang
di luar kendali kayak gitu, itu resep
jitu buat stres dan kecewa. Bassham
sendiri ngalamin ini di Olimpiade
1972. Tujuannya waktu itu adalah
medali emas, sebuah tujuan hasil.
Pas dia mulai mikirin “medali emas,
medali emas”, dia malah jadi tegang.
Pikirannya malah teralihkan
ke hal-hal yang nggak bisa dia
kontrol, bukannya fokus ke apa yang
harus dia lakuin saat itu. Tujuan hasil
itu bukan jelek, dia penting buat
ngasih arah dan motivasi jangka
panjang. Tapi dia nggak bisa jadi
fokus lo tiap hari, karena lo nggak
bisa ngendaliinnya langsung.

Kedua, Tujuan Proses.
Nah, ini baru senjatanya para juara.
Tujuan proses adalah tujuan yang
berkaitan sama langkah-langkah
teknis yang benar dan rutinitas
mental yang lo jalanin. Contohnya,
“Gue mau ngelakuin setiap langkah
di urutan yang tepat,”
“Gue mau jaga napas biar tetap
teratur,”
“Gue mau ngejalanin rutinitas
pra-tanding dengan disiplin.”
Keunggulannya cuma satu, dan itu
sangat powerful: tujuan ini
sepenuhnya ada di dalam
kendali lo.
 Nggak ada satu
orang pun, bahkan lawan lo, yang bisa
ngehentiin lo buat narik napas
dengan teratur. Juri nggak bisa
ngehentiin lo buat ngikutin rutinitas
lo sendiri. Semua itu ada di Circle of
Control lo.

Pas lo pake tujuan proses sebagai
fokus utama, lo langsung bebas dari
beban hasil akhir. Lo nggak perlu
pusing mikirin siapa yang bakal
menang. Lo cuma perlu fokus
ngejalanin apa yang udah lo latih.
Kalau lo bisa ngejalanin prosesnya
dengan benar, hasilnya itu urusan
belakangan, dia bakal ngurus
dirinya sendiri.

Gini cara juara pake kedua tujuan ini.
Mereka tetep punya tujuan hasil yang
gede dan ambisius.
“Gue pengen juara dunia.” Itu bagus
buat bahan bakar. Tapi, mereka nggak
ngabisin waktu tiap hari buat mikirin
“juara dunia”. Fokus harian mereka
itu cuma ke tujuan proses. Setiap hari
bangun tidur, pertanyaannya cuma,
“Apa yang harus gue lakuin hari ini
buat ngejalanin proses dengan benar?”
Mereka mecah target besar itu jadi
langkah-langkah kecil yang bisa
mereka kontrol. Fokus mereka ya
di langkah kecil di depan mata itu,
bukan ke hasil akhir yang masih
lama. Pendekatan ini ngilangin
tekanan. Lo nggak perlu mikir
menang apa kalah, cukup mikir
“udah bener belum nih langkah gue?”

Nah, biar lo makin jago nulis tujuan
yang spesifik dan efektif, Bassham
ngenalin 
Metode Target
PANORAMA
. Setiap hurufnya
punya arti. 
P itu Purposeful (Bertujuan).
Lo harus punya alasan kuat, 
why-nya
kenapa tujuan ini penting buat lo.
A itu Action-oriented
(Berorientasi Tindakan). Tujuannya
harus bisa dipecah jadi aksi spesifik,
bukan cuma “pengen lebih baik”.
N itu Numerical (Terukur dengan Angka).
Harus ada angka, berapa lama, berapa
banyak, seberapa sering, biar jelas
kapan lo berhasil.
O itu Ownership (Kepemilikan).
Tujuannya harus beneran dari hati lo
sendiri, bukan titipan orang tua atau
pelatih.
R itu Realistic (Realistis).
Menantang tapi tetap masuk akal,
biar lo percaya bisa.
A itu Accountability
(Pertanggungjawaban). Lo harus lapor
ke orang lain, biar komitmen lo makin
kuat.
M itu Measurable (Dapat Diukur).
Lo harus bisa ngebuktiin dengan jelas
kayak apa sih bukti kalau lo udah
berhasil.
Dan 
A terakhir itu Affirmable
 (Bisa Ditegaskan), tujuan lo harus
bisa lo ubah jadi afirmasi positif
yang lo percaya.

Dengan pake jurus PANORAMA ini,
tujuan lo jadi bukan cuma mimpi
di siang bolong. Dia berubah jadi
peta yang jelas dan spesifik buat
ngearahin setiap langkah kecil lo
tiap hari. Jadi, lo mau fokus ke hasil
yang nggak pasti, atau ke proses
yang sepenuhnya lo yang atur?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *