buku

Bab 9 The Mental Management of Competition

Lanny Bassham membuka bab ini
dengan sebuah kenyataan yang
sederhana. Hari pertandingan adalah
hari yang berbeda. Ini bukanlah hari
latihan biasa. Ini adalah hari di mana
semua persiapan Anda diuji. Di hari
inilah semua prinsip yang sudah Anda
pelajari harus diterapkan secara
bersamaan. Bassham memberikan
panduan langkah demi langkah
tentang apa yang harus dilakukan
sebelum, selama, dan setelah
pertandingan.

Rutinitas Pra-Kompetisi

Persiapan untuk pertandingan tidak
dimulai saat Anda tiba di arena.
Persiapan dimulai jauh sebelum itu.
Bassham menekankan pentingnya
memiliki 
rutinitas pra-kompetisi
 yang terstruktur dan konsisten.
Rutinitas ini memberi sinyal pada
pikiran dan tubuh Anda bahwa sudah
waktunya untuk beralih dari mode
latihan ke mode pertandingan.

Latihan mental atau visualisasi
adalah bagian pertama dari rutinitas
ini. Anda duduk dengan tenang,
menutup mata, dan membayangkan
diri Anda sedang bertanding. Tapi ini
bukanlah sekadar lamunan kosong.
Visualisasi yang efektif harus
melibatkan semua indra Anda. Anda
melihat arena pertandingan dengan
jelas. Anda mendengar suara-suara
di sekitar Anda. Anda merasakan
peralatan di tangan Anda.
Anda mencium bau udara di tempat
itu. Semakin detail dan semakin
nyata visualisasi Anda, semakin kuat
dampaknya pada pikiran bawah
sadar Anda.

Bassham menjelaskan bahwa
visualisasi yang baik mencakup
gambaran tentang diri Anda sedang
mengatasi masalah. Jangan hanya
membayangkan semuanya berjalan
sempurna. Bayangkan juga hal-hal
yang mungkin salah, dan bayangkan
diri Anda merespons dengan tenang
dan tepat. Jika dalam bayangan
Anda ada gangguan, lihatlah diri
Anda tetap fokus. Jika ada kesalahan
kecil, lihatlah diri Anda segera pulih
dan melanjutkan tanpa panik.
Latihan mental ini mempersiapkan
Anda untuk kenyataan bahwa
pertandingan jarang berjalan sempurna.

Pengaturan emosi
adalah bagian kedua. Bassham
menjelaskan bahwa emosi pada hari
pertandingan bisa sangat kuat.
Kegembiraan, kecemasan, ketakutan,
antisipasi. Semua emosi ini adalah
normal. Tapi jika tidak dikelola,
emosi bisa menguras energi mental
Anda sebelum pertandingan dimulai.

Teknik yang diajarkan Bassham
adalah menerima emosi itu, bukan
melawannya. Ketika Anda merasa
cemas, jangan berkata pada diri
sendiri, “Aku tidak boleh cemas.”
Itu hanya akan membuat Anda
semakin cemas. Sebaliknya, akui
perasaan itu. Katakan pada diri
sendiri, “Aku merasa cemas, dan
itu normal. Ini adalah tanda bahwa
pertandingan ini penting bagiku.”
Lalu, alihkan fokus Anda dari
perasaan cemas itu ke tindakan yang
bisa Anda lakukan. “Sekarang, apa
langkah berikutnya yang harus aku
lakukan?”

Menjaga mental bank tetap
penuh

adalah bagian ketiga. Bassham
menggunakan istilah “mental bank”
atau rekening mental. Rekening ini
berisi semua memori sukses yang
telah Anda kumpulkan selama
latihan. Setiap pengulangan yang
benar, setiap Directive Affirmation
yang Anda ucapkan, setiap kompetisi
kecil yang Anda menangkan,
semuanya adalah simpanan
di rekening mental Anda.

Pada hari pertandingan, Anda tidak
boleh menarik simpanan dari
rekening ini sebelum waktunya.
Jangan menghabiskan energi mental
Anda untuk mengkhawatirkan hasil.
Jangan memikirkan lawan Anda.
Jangan memikirkan hadiah atau
konsekuensi. Semua pikiran itu adalah
penarikan dari rekening mental Anda.
Jagalah rekening itu tetap penuh
dengan hanya memikirkan memori
sukses Anda. Ingatlah saat-saat ketika
Anda melakukan segalanya dengan
benar. Ingatlah perasaan percaya diri
dan kemampuan penuh.

Rehearsing the Win

Bassham memperkenalkan sebuah
teknik yang sangat kuat yang ia sebut
“rehearsing the win” atau melatih
kemenangan. Ini berbeda dengan
visualisasi biasa. Rehearsing the win
adalah proses yang sangat spesifik
dan emosional.

Anda tidak hanya melihat diri Anda
menang. Anda 
merasakan
kemenangan itu secara mendalam.
Anda membayangkan momen setelah
Anda menang. Anda melihat diri
Anda naik ke podium.
Anda mendengar lagu kebangsaan.
Anda merasakan medali di leher
Anda. Anda mencium bau ruangan.
Anda mendengar tepuk tangan
penonton. Anda melihat rekan-rekan
Anda tersenyum. Anda merasakan
kebanggaan yang mendalam.

Tapi Bassham memperingatkan bahwa
rehearsing the win bukanlah lamunan
yang dilakukan sekali saja sebelum
tidur. Ini adalah latihan mental yang
disiplin dan berulang-ulang.
Anda melakukannya di minggu-minggu
menjelang pertandingan.
Anda melakukannya di malam sebelum
pertandingan. Anda melakukannya
di pagi hari saat pertandingan.
Setiap kali, Anda menghidupkan
kembali pengalaman kemenangan itu
dengan semua detail sensorik dan
emosionalnya.

Mengapa ini penting?
Karena pikiran bawah sadar Anda
tidak bisa membedakan antara
pengalaman yang benar-benar terjadi
dan pengalaman yang dibayangkan
dengan sangat jelas. Ketika Anda
berulang kali merasakan
kemenangan, pikiran bawah sadar
Anda mulai percaya bahwa Anda
adalah seorang pemenang.
Dan ketika Anda melangkah
ke arena pertandingan, self-image
Anda sebagai pemenang akan bekerja
untuk Anda. Anda tidak akan
ragu-ragu. Anda tidak akan takut.
Anda sudah pernah menang,
ribuan kali, di dalam pikiran Anda.
Sekarang Anda hanya perlu
mengulanginya sekali lagi di dunia
nyata.

Selama Pertandingan

Saat pertandingan dimulai, semua
persiapan selesai. Sekarang saatnya
untuk menjalankan apa yang sudah
Anda programkan.
Bassham mengingatkan kembali
prinsip dari Bab 4: Anda harus berada
dalam mode Performance, bukan
mode Training atau Practice.

Di sini, tugas Anda sederhana.
Percayalah pada program Anda.
Biarkan tubuh Anda yang bekerja.
Jika Anda sudah melakukan
visualisasi dengan benar, jika Anda
sudah melatih kemenangan dengan
detail, jika mental bank Anda penuh
dengan memori sukses, maka sekarang
Anda tidak perlu melakukan apa pun
selain membiarkan semua itu bekerja.

Jika Anda membuat kesalahan,
jangan panik. Jangan mulai
menganalisis. Jangan membawa
mode Training ke tengah pertandingan.
Terima kesalahan itu sebagai bagian
dari pertandingan, lalu segera kembali
ke rutinitas Anda. Fokus pada langkah
berikutnya. Satu langkah pada satu
waktu.

Setelah Pertandingan

Bassham menutup bab ini dengan
nasihat tentang apa yang harus
dilakukan setelah pertandingan,
apakah Anda menang atau kalah.
Jika Anda menang, rayakan. Nikmati
momen itu. Tapi jangan berhenti
di situ. Analisis apa yang berhasil,
dan simpan itu di mental bank Anda
untuk digunakan di masa depan.

Jika Anda kalah, jangan hancurkan
diri Anda sendiri. Jangan langsung
menyimpulkan bahwa Anda tidak
cukup baik. Jangan memutar ulang
kesalahan Anda berulang-ulang
di kepala Anda. Itu hanya akan
memprogram kegagalan. Sebaliknya,
gunakan mode Training. Di waktu
yang tepat, duduklah dengan tenang
dan analisis apa yang bisa diperbaiki.
Tapi lakukan ini nanti, setelah emosi
Anda tenang. Jangan melakukannya
di arena pertandingan.

Bassham mengingatkan bahwa satu
pertandingan tidak mendefinisikan
siapa Anda. Anda bukanlah hasil
pertandingan Anda. Anda adalah
seorang atlet yang terus belajar dan
terus berkembang. Setiap
pertandingan, menang atau kalah,
adalah satu langkah lagi dalam
perjalanan Anda.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Bro, kita lanjut lagi obrolan soal buku
With Winning in Mind. Kali ini, Lanny
Bassham ngomongin tentang hari-H,
yaitu hari lo beneran tampil. Hari
di mana semua latihan lo diuji.
Dia ngasih panduan step-by-step soal
apa yang kudu lo lakuin sebelum, pas,
dan sesudah pertandingan, biar
mental lo tetep sakti.

Gini, hari pertandingan itu beda
banget sama hari latihan biasa.
Ini hari pembuktian. Makanya,
Bassham nekenin pentingnya punya
rutinitas pra-kompetisi yang udah
terstruktur. Rutinitas ini fungsinya
kayak tombol, ngasih sinyal ke otak
dan badan lo, “Woy, ini waktunya
tempur, bukan waktunya santai-santai.”

Bagian pertama, latihan mental
atau visualisasi
. Lo duduk tenang,
merem, dan ngebayangin lo lagi
bertanding. Tapi ini bukan cuma
ngelamun kosong. Visualisasi yang
tokcer itu harus pake semua indra lo.
Lo ngeliat dengan jelas arena
pertandingan, lo ngedenger suara
di sekitar, lo ngerasain alat
di tangan, lo nyium bau udaranya.
Semakin detail lo ngebayangin,
makin nendang efeknya ke otak
bawah sadar.

Yang paling keren, Bassham nyuruh
lo buat ngebayangin lo lagi ngatasi
masalah. Jadi jangan cuma
ngebayangin semua mulus aja.
Bayangin juga hal-hal yang mungkin
kacau. Misalnya pas lagi ngebayangin
ada gangguan, liat diri lo sendiri
tetep kalem. Kalau ada kesalahan
kecil, liat diri lo bisa langsung bangkit
dan lanjut tanpa panik. Ini bikin
mental lo anti kaget.

Bagian kedua, ngatur emosi.
Hari pertandingan itu emosi pasti
campur aduk: semangat, cemas,
takut. Wajar. Tapi kalau nggak diatur,
emosi ini bisa nguras energi mental
lo sebelum mulai. Teknik dari
Bassham simpel: terima emosi itu,
jangan dilawan. Kalau lo ngerasa
cemas, jangan bilang
“Gue nggak boleh cemas!”
karena malah makin runyam.
Akui aja, “Oh, gue lagi cemas.
Wajar kok, artinya pertandingan
ini penting buat gue.” Abis itu,
langsung alihin fokus lo ke tindakan.
“Ya udah, sekarang langkah gue
selanjutnya apa?”

Bagian ketiga, jaga mental bank lo
biar tetep penuh
. Bassmann pake
istilah “mental bank” alias rekening
mental. Isinya adalah semua memori
sukses yang udah lo kumpulin pas
latihan. Setiap gerakan benar, setiap
afirmasi positif, setiap kemenangan
kecil, itu semua adalah tabungan.
Nah, di hari pertandingan, jangan lo
tarik-tarik tabungan itu sebelum
waktunya. Jangan buang energi
mental lo buat mikirin hasil, mikirin
lawan, atau mikirin hadiah.
Itu semua penarikan sia-sia.
Jaga rekening lo tetep penuh dengan
cuma mikirin memori sukses lo.
Inget-inget saat lo ngelakuin
semuanya dengan benar. Rasain lagi
kepercayaan diri itu.

Terus, Bassham ngenalin teknik yang
powerful banget: 
rehearsing the
win
 alias ngelatih kemenangan.
Ini beda sama visualisasi biasa, lebih
spesifik dan emosional. Lo nggak
cuma ngeliat diri lo menang, tapi lo
beneran ngerasain kemenangan itu.
Lo ngebayangin momen setelah lo
menang: naik podium, denger lagu,
ngerasain medali, nyium bau
ruangan, denger tepuk tangan.
Semua itu lo resapi. Tapi inget, ini
bukan lamunan sekali doang. Ini
latihan mental yang disiplin dan
diulang-ulang, dari minggu-minggu
sebelum tanding, malem sebelumnya,
sampe pagi harinya.

Tujuannya? Biar otak bawah sadar lo
percaya bahwa lo adalah seorang
pemenang. Pas lo udah melangkah
ke arena, self-image lo sebagai
pemenang bakal kerja buat lo.
Lo nggak ragu, nggak takut.
Lo udah pernah menang ribuan kali
di kepala lo. Sekarang tinggal
ngulang sekali lagi di dunia nyata.

Pas pertandingan dimulai, tugas lo
simpel: 
percaya sama program
lo, biarin badan lo yang kerja.

Udah, itu aja. Kalau lo bikin
kesalahan, jangan panik, jangan
langsung overthinking. Terima aja
itu bagian dari permainan.
Langsung balik ke rutinitas lo,
fokus ke langkah berikutnya.

Terakhir, setelah pertandingan.
Kalau lo menang, rayakan, nikmatin.
Tapi jangan berenti di situ. Analisis
apa yang sukses, simpen di mental
bank. Kalau lo kalah, jangan hajar
diri sendiri. Jangan ulang-ulang
kesalahan lo. Itu cuma bakal nanem
program gagal. Pake mode Training
nanti, pas udah tenang,
buat evaluasi. Inget, satu
pertandingan bukan penentu siapa lo.
Lo adalah seorang pembelajar yang
terus berkembang. Menang atau
kalah, itu semua cuma satu langkah
lagi dalam perjalanan lo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *