buku

Bangun Hubungan Akrab dengan Meniru, Berempati, dan Bertingkah Seperti Teman Dekat

Orang-orang cenderung menyukai
mereka yang memiliki
kesamaan dengan dirinya
.
Ini adalah fakta dasar tentang
manusia yang sangat berguna untuk
diingat. Anda bisa menggunakan ini
untuk keuntungan Anda dengan
menunjukkan hal-hal yang Anda
miliki bersama
 dengan orang yang
ingin Anda buat terkesan.

Tirulah Gerakan Mereka

Ada pepatah lama yang mengatakan,
“Meniru adalah bentuk
sanjungan yang paling tulus.”
 Pepatah ini bisa membantu Anda
membangun hubungan yang lebih
baik dengan orang lain.

Perhatikan bagaimana mereka
bergerak. Apakah gerakan mereka
hati-hati dan lambat, ataukah
mereka tegang dan mudah
terkejut
? Ketika Anda bergerak
dengan cara yang sama seperti
orang lain, mereka akan merasa
lebih nyaman di dekat Anda,
bahkan jika mereka tidak tahu
persis mengapa.

Ini bukan berarti Anda harus meniru
setiap gerakan secara persis dan
kaku seperti robot. Lakukan dengan
halus dan alami. Jika mereka
bersandar ke depan dengan tenang,
jangan bersandar ke belakang
dengan tangan di belakang kepala.
Sesuaikan energi Anda dengan
energi mereka.

Tirulah Kata-Kata yang
Mereka Gunakan

Dengan cara yang sama, cobalah
untuk menggunakan kata dan
frasa yang sama
 dengan yang
mereka gunakan.

Misalnya, jika seseorang memberi
tahu Anda bahwa mereka bekerja
untuk sebuah “ad agency” ,
perhatikan bahwa mereka tidak
mengatakan bahwa mereka bekerja
untuk sebuah “perusahaan” atau
“firma” . Maka, ketika Anda
merujuk ke tempat kerjanya,
gunakanlah kata “agency” juga.
Jangan menggantinya dengan istilah
yang menurut Anda lebih umum.

Anda bisa membawa ini satu langkah
lebih jauh dengan menggunakan
kata-kata yang berhubungan
dengan minat mereka
.
Jika mereka menyukai baseball,
Anda bisa menggunakan istilah
seperti “hit a home run” untuk
menggambarkan sebuah
keberhasilan besar. Jika mereka suka
berperahu, Anda bisa mengatakan
bahwa Anda akan menjadikan
mereka “bagian dari kru”.
Ini menunjukkan bahwa Anda
memahami dunia mereka.

Gunakan “Penguat Empati”,
Bukan Sekadar Gumaman

Ketika orang berbicara kepada kita,
kita sering merespons dengan
gumaman satu kata seperti
“Hmm,” “Ya,” atau “Um,” hanya
untuk menunjukkan bahwa kita
sedang mendengarkan. Namun, jika
Anda ingin membuat kesan yang baik,
gunakanlah kalimat lengkap
yang menunjukkan bahwa Anda
benar-benar memahami.

Leil Lowndes menyebut ini sebagai
“empathizers” atau
penguat empati.

Jangan hanya bilang:

  • “Hmm.”

  • “Oh.”

  • “Ya, ya.”

Katakanlah:

  • “Itu benar-benar langkah yang
    tepat untuk dilakukan.”

  • “Saya bisa mengerti mengapa
    kamu melakukan itu.”

  • “Wah, itu pasti keputusan
    yang sulit.”

Kalimat-kalimat lengkap seperti ini
akan menunjukkan kepada pasangan
bicara Anda bahwa Anda
benar-benar memahami apa
yang mereka katakan
, bukan
sekadar mendengar suaranya.

Gunakan Kata “Kami” dan
“Kita”

Menggunakan kata-kata “kami” dan
“kita” adalah cara hebat lainnya
untuk lebih cepat mengenal
seseorang dan mempercepat proses
dari sekadar kenalan menjadi
teman dekat.

Biasanya, kata-kata ini hanya
digunakan saat berbicara tentang
teman dekat dan pasangan.
Jika Anda menggunakan kata-kata
ini di sekitar seseorang yang ingin
Anda jadikan teman dekat, Anda
akan mempercepat proses
pendekatan itu
 secara tidak sadar.

Contoh sederhana:

  • Jangan bertanya, “Bagaimana
    pendapatmu tentang wali
    kota yang baru?”

  • Tanyakanlah, “Bagaimana
    pendapatmu, kira-kira kita
    akan seperti apa dengan wali
    kota yang baru ini?”

Dengan mengganti “kamu” menjadi
“kita”, Anda secara halus
menempatkan diri Anda dan dia
dalam satu tim yang sama. Sekat
“saya vs kamu” langsung runtuh.

Ciptakan Lelucon Internal

Terakhir, belajarlah untuk membuat
lelucon internal
 atau inside jokes.
Ini adalah fondasi dari setiap
persahabatan atau hubungan yang
erat.

Jika Anda ingin cepat akrab dengan
seseorang, ingatlah saat ketika Anda
berdua tertawa bersama tentang
sesuatu yang lucu
, lalu
munculkan kembali momen itu
di lain waktu
. Tiba-tiba, Anda
berdua akan memiliki sejarah
bersama
 yang mudah diingat.
Rasanya seperti Anda berdua adalah
anggota dari klub rahasia yang hanya
dimengerti oleh kalian berdua.

Tunda Senyum Anda dan Jaga
Kontak Mata

Leil Lowndes mengatakan bahwa
orang-orang tidak merespons
dengan baik senyuman yang
cepat dan instingtif
. Mereka
melihatnya sebagai sesuatu yang
tidak personal. Mereka mengira
Anda tersenyum seperti itu kepada
semua orang yang Anda lihat.
Akibatnya, mereka akan merespons
dengan cara yang sama, yaitu
dengan bersikap dingin atau
menjaga jarak
.

Lowndes juga mengatakan bahwa
tidak melakukan kontak mata
adalah hal lain yang membuat orang
menjauh. Orang lain melihatnya
sebagai tanda bahwa Anda sedang
sibuk atau sedang tidak enak
badan
. Ini membuat mereka sulit
untuk mendekati Anda secara
emosional
.

Lalu, apa teknik yang benar?

Saat Anda bertemu seseorang, jangan
langsung tersenyum kilat. Sebaliknya,
tatap mata orang itu.
Berhentilah sejenak, resapi
wajahnya. Lalu, biarkan senyuman
besar dan hangat muncul
di wajah Anda
 sambil terus
menatap mata mereka.

Karena ada jeda sebelum senyuman
itu muncul, orang itu akan berpikir
bahwa senyuman itu khusus
hanya untuk mereka
. Mereka akan
langsung tahu bahwa Anda
benar-benar senang melihat
mereka
.

Selanjutnya, cobalah untuk menjaga
jumlah kontak mata yang
nyaman
 dengan orang itu selama
Anda berbicara. Ini adalah cara
untuk menunjukkan bahwa Anda
benar-benar tertarik dengan
apa yang mereka katakan
.

Penelitian Mendukung Senyum
dan Kontak Mata

Riset mendukung apa yang dikatakan
Lowndes tentang bagaimana orang
merespons senyum dan kontak mata
Anda. Berikut adalah beberapa fakta
tambahan.

Senyum yang tulus tidak hanya
membuat orang lain rileks, tetapi juga
dapat membuat mereka lebih bahagia
dengan dua cara. Para ilmuwan telah
menunjukkan bahwa ketika Anda
melihat orang lain tersenyum,
otak Anda secara otomatis
menyadarinya dan bereaksi
.
Masuk akal jika Anda tersenyum
terlebih dahulu, Anda lebih mungkin
untuk mendapatkan senyum
balasan yang tulus dan hangat
.

Saat Anda tersenyum, tubuh
melepaskan endorfin, yaitu zat kimia
yang membuat Anda merasa senang.
Neurotransmitter seperti dopamin
 dan serotonin juga ikut dilepaskan.
Karena senyuman itu menular, ketika
Anda tersenyum, Anda membuat
orang lain ikut tersenyum.
Ini mengubah reaksi kimia tubuh
mereka
 dan membuat mereka
merasa lebih bahagia.

Hindari Gerakan Mata yang
Salah

Penelitian juga menunjukkan bahwa
jika Anda menyukai seseorang,
Anda tidak hanya harus melihat
mereka, tetapi Anda juga harus
menghindari gerakan mata
berikut
:

  • Menyipitkan mata. Ini berarti
    Anda tidak menyukai orang
    yang Anda ajak bicara
     atau
    apa yang mereka katakan.

  • Melihat ke bawah saat
    berada di sekitar orang lain.
     Ini menunjukkan bahwa Anda
    tidak tertarik dan
    kadang-kadang dapat dilihat
    sebagai kesombongan.

  • Berkedip dengan cepat.
    Ini adalah tanda kecemasan.
    Ini juga bisa menjadi tanda
    agresi dan sering dilakukan
    tepat sebelum perkelahian.

Bicara dengan Alis Anda

Anda juga bisa mengatakan banyak
hal tidak hanya dengan mata, tetapi
juga dengan alis Anda.

  • Angkat alis dengan cepat.
    Selama percakapan, mengangkat
    alis dengan cepat berarti “ya.”
    Ini dapat menunjukkan bahwa
    seseorang telah
    memperhatikan, tertarik,
    menyukai, menyetujui,
    atau berterima kasih
    .

  • Jika Anda menyukai seseorang,
    lambaikan alis Anda
    dengan cepat
     lalu
    tersenyumlah dengan hangat.

  • Tepat sebelum Anda mengatakan
    sesuatu yang penting, angkat
    alis Anda
     untuk membuat
    orang lain memperhatikan.
    Ketika Anda melakukan ini dan
    melakukan kontak mata, orang
    akan mengingat tiga puluh
    persen lebih banyak
     dari
    apa yang Anda katakan.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, kita lanjut lagi! Kali ini kita masuk
ke inti dari membangun koneksi yang
dalem dan cepet: Gimana caranya
bikin orang asing ngerasa udah
kayak temen lama dalam
hitungan menit.
 Ini bukan sihir,
ini soal teknik meniru, berempati,
dan bertingkah layaknya sahabat.

Setelah lo jago basa-basi, sekarang
saatnya lo naik level dari
“kenalan baru” ke “temen deket
potensial”. Leil Lowndes bilang,
kuncinya ada di kesamaan.
Orang tuh otomatis suka sama orang
yang mirip sama mereka. Tugas lo
adalah menunjukkan dan
menciptakan kesamaan itu.

1. Tiru Gerakan Mereka
(Cermin Halus)

Ingat prinsip mirroring yang udah
kita bahas? Di sini Lowndes
menekankan lagi: Perhatiin gimana
mereka bergerak, lalu selaraskan.
 Ini bukan mimicry kaku yang creepy,
tapi penyesuaian energi.

  • Kalau mereka bergerak kalem,
    santai, dan posturnya leyeh-leyeh,
    lo jangan kayak robot yang tegang.

  • Kalau mereka gesit dan gesturnya
    ekspresif, lo jangan cuma diem
    kayak patung.

Intinya, “menari”lah dalam ritme
yang sama.
 Begitu gerakan lo selaras,
otak bawah sadarnya akan langsung
nyaman dan nganggep lo “satu suku”.

2. Tiru Kata-Kata Mereka
(Pinjam Kosakatanya)

Ini kelanjutan dari teknik “Pinjam Kata”
yang dulu. Sekarang lebih spesifik:
Pakai kata-kata yang jadi ciri
khas dunianya.

Contoh langsung:

  • Dia bilang: “Gue kerja di sebuah
    agency.”
     (Dia gak bilang
    “perusahaan” atau “kantor”).

  • Lo harus bilang: “Oh,
    di agency lo tuh…
    ” (Jangan lo
    ganti jadi “Oh, di perusahaan
    lo…”
    )

Ini menunjukkan lo menghormati
pilihan katanya.

Level lanjutannya: Pakai istilah
dari dunianya.

  • Dia suka baseball? Bilang “Proyek
    ini harus hit a home run!”

  • Dia suka berlayar? Bilang
    “Lo bakal gue jadiin bagian
    dari kru
     utama.”

Dengan ngomong pake “bahasa”
dunianya, lo gak cuma jadi pendengar,
lo jadi “orang dalam” di matanya.

3. Gunakan “Penguat Empati”
Bukan Cuma “Hmm”

Masih ingat soal “High Empathizer”?
Sekarang lebih praktis. Kebanyakan
dari kita cuma ngandelin gumaman:

  • “Hmm…”

  • “Oh…”

  • “Ya ampun…”

Ini klise. Ganti dengan kalimat
lengkap yang merangkum
perasaan mereka:

  • Dia cerita soal keputusan
    sulit di kantor:
     Jangan cuma
    bilang “Hmm.” Bilang, “Wah,
    itu pasti keputusan yang sulit
    banget buat diambil.”

  • Dia cerita soal berhasil
    menyelesaikan masalah:

    Jangan cuma “Wah, keren.”
    Bilang, “Itu benar-benar langkah
    yang tepat, menurut gue.”

Dengan ngomong lengkap, lo nunjukin
ke dia bahwa lo memproses
ceritanya
, bukan cuma
manggut-manggut.

4. Gunakan Kata Ajaib: “Kita”
atau “Kami”

Ini teknik halus yang bikin sekat
“Lo vs Gue” runtuh seketika.

Kata “kita” biasanya cuma dipake
buat temen deket atau keluarga.
Begitu lo pake di awal perkenalan,
lo langsung mempercepat proses
pendekatan.

Bandingkan ini:

  • ❌ “Gimana pendapat lo soal
    bos baru?”
     (Ini kayak
    wawancara)

  • ✅ “Gimana pendapat kita
     soal bos baru ini?”

    (Ini ajakan diskusi tim)

Dengan “kita”, lo secara halus
menempatkan lo dan dia dalam
satu gerbong yang sama.
Dia ngerasa lo berdua adalah
“kami”, bukan lagi “saya dan kamu”.

5. Ciptakan “Lelucon Internal”
(Inside Jokes)

Ini fondasi dari setiap persahabatan
yang kuat. Inside jokes adalah
lelucon yang cuma lo dan dia yang
ngerti. Itu artinya kalian punya
sejarah bersama dan klub
rahasia sendiri.

Caranya gimana? Simpel. Ingat aja
momen lucu yang kalian alami bareng.
Lalu di pertemuan berikutnya,
lo singgung lagi sebagai candaan.
Contoh: Kalian pernah ngakak
gara-gara pelayan nanyain
“es teh manis anget apa dingin?”,
nanti di lain waktu lo bisa bilang,
“Hari ini gue butuh es teh yang
manis tapi anget deh, kayak dulu.”

Tiba-tiba aja kalian kayak punya
memori spesial yang memperkuat
ikatan.

6. Tunda Senyum Lo
(Jangan Latah!)

Lowndes bilang, senyum yang terlalu
cepet dan instingtif itu gak personal.
Orang nangkepnya: “Ah, dia emang
suka senyum ke siapa aja. Gak
spesial.”

Teknik yang benar:
Begitu lo ngeliat orang itu, jangan
langsung senyum.
 Tatap matanya
selama sepersekian detik. Resapi
wajahnya. Berhenti sejenak. Lalu,
biarkan senyum besar dan
hangat itu merekah pelan-pelan
di muka lo sambil mata lo tetep
nempel ke matanya.

Karena ada jeda, dia bakal mikir,
“Wow, senyum ini spesial buat gue.
Dia BENERAN seneng ngeliat gue.”
 Dan itu terasa sangat tulus.

7. Jaga Kontak Mata
(Jangan Jadi Pengkhianat Mata)

Senyum udah oke, sekarang jagain
tatapan. Orang yang gak ngeliatin
lawan bicaranya dianggep sibuk,
gak enak badan, atau gak tulus.

Dosa-dosa mata yang harus
lo hindari:

  • Menyipitkan mata
    → lo kayak nge-judge atau
    gak suka sama dia.

  • Melihat ke bawah
    → lo keliatan gak tertarik
    atau sombong.

  • Berkedip super cepat
    → tanda lo cemas atau malah
    agresif (ini sering terjadi
    sebelum perkelahian).

Tatap matanya dengan lembut dan
natural sepanjang obrolan. Itu sinyal
paling murni dari ketulusan.

Bonus: Bicara dengan Alis!
(Percaya atau Gak)

Ternyata alis kita juga bisa ngomong.
Ini mikro-ekspresi yang diam-diam
kuat banget pengaruhnya.

  • Angkat alis dengan cepat
    → artinya “Ya!” atau “Wah,
    menarik banget!”
     Ini nunjukin
    lo setuju, tertarik, atau
    berterima kasih.

  • Kalau lo suka seseorang:
    Lambaikan alismu dengan
    cepat lalu senyum hangat.
    Dia bakal ngerasa di-“iya”-kan
    tanpa lo ngomong apa-apa.

  • Tepat sebelum lo ngomong
    poin penting:

    Angkat alis lo. Ini bikin lawan
    bicara refleks memperhatikan,
    dan penelitian nunjukin orang
    bisa mengingat 30% lebih banyak
    dari apa yang lo katakan!

Nah, itu dia jurus-jurus membangun
keakraban instan. Sekarang lo tau,
dari meniru gerakan sampe mainin
alis, semuanya bisa lo pakai buat
nembus benteng “orang asing” dan
masuk ke zona “temen lama”. Yuk,
mulai praktekin satu-satu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *