embun hijrahku

Rumus I’rab untuk Kata yang Mu’rab

Rumus I’rab untuk Kata yang Mu’rab

Pada bab-bab sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa mu’rab

adalah kelompok kata yang berubah-ubah keadaan akhir katanya

seiring kedudukan dan faktor yang mempengaruhinya. Ada kata

yang berubah harakatnya, dan ada kata yang berubah hurufnya.

Misalnya:

جَاءَ زَيْدٌ وَالْمُسْلِمُونَ

Dalam contoh di atas, “Zaid” menjadi fa’il. Karena itu, ia dhammah.

Adapun “Al Muslimuna” ma’thuf kepada Zaid. Karena “Zaid” marfu’,

ia juga dihukumi marfu’. Karena itu, ia datang dalam bentuk “waw”.

Bila kedua kata di atas diubah kedudukannya menjadi manshub,

maka berubah pula keadaannya menjadi:

رَأَيْتُ زَيْدًا وَالْمُسْلِمِينَ

Kita bisa melihat perubahannya secara jelas dari dhammah ke

fathah untuk “Zaid” dan dari “waw” ke “ya” untuk “Al Muslimuna”.

Mu’rab yang semacam ini disebut mu’rab secara jelas (لَفْظًا).

Maksudya, dari lafal-nya, bisa dilihat perubahannya.

Selain mu’rab secara jelas, ada juga kata yang perubahannya tidak

bisa terlihat, namun tidak dimasukkan ke kelompok mabniy.

Karena memang secara hukum, ia dihukumi mu’rab. Ini berlaku

untuk kata yang diakhiri huruf ‘illat. Perhatikan contoh berikut:

Rumus I'rab untuk Kata yang Mu'rab

Kata “Musa” dalam kalimat di atas menduduki berbagai macam

keadaan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan keadaannya ketika

marfu’, manshub, dan majrur. Ia tetap saja dibaca مُوْسَى Begitu

pula kata “Al Qadhi”. Hanya saja memang, khusus untuk kata

yang diakhiri huruf ‘illat “huruf ya”, ketika manshub,

perubahannya terlihat secara jelas. Contoh lain:

Rumus I'rab untuk Kata yang Mu'rab

Perubahan semacam ini disebut dengan mu’rab dengan taqdir (مُقَدَّرٌ)

Secara umum, rumus i’rab untuk kata yang mu’rab adalah:

1. Disebutkan kedudukannya

Kedudukan dalam kalimat seperti mubtada, khabar, fi’il, fa’il, maful bih,

hal, tamyiz, majrur, mudhaf ilaih, dan sebagainya.

2. Disebutkan keadaan I’rabnya.

Keadaan I’rab yang empat, yaitu:

a) marfu’,

b) manshub,

c) majrur,

d) majzum.

3. Disebutkan tanda I’rabnya

a) Bila ia mu’rabnya dengan harakat, maka tandanya bisa berupa

dhammah, fathah, kasrah, atau sukun.

b) Bila mu’rabnya dengan huruf, maka tandanya bisa:

huruf alif (mutsanna, isim yang lima),

huruf waw (jamak mudzakkar salim, isim yang lima),

huruf ya (jamak mudzakkar salim, isim yang lima, mutsanna)

Tsubutun Nun (Tetap nun) atau Hadzfun Nun (buang nun)

untuk Al Afalul Khamsah

Hadzfu harfil ‘illati (membuang huruf ‘illat) untuk fi’il yang

diakhiri huruf ‘illat

Berikut ini format umum i’rab untuk kata yang mu’rab:

Tabel Rumus Umum I’rab Kata yang Mu’rab

Rumus I'rab untuk Kata yang Mu'rab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *