buku

Revolusi Iran 1979: Saat John Perkins Menyadari Dampak Kebijakan Amerika

Iran yang Tampak Maju

Setelah proyek Arab Saudi, John
Perkins dikirim ke Iran untuk
mengawasi proyek-proyek
infrastruktur. Secara sekilas, Iran
terlihat kaya dan maju. Shah,
raja Iran, menjalankan program
modernisasi yang membuat
kota-kota tampak modern, ekonomi
tumbuh, dan pembangunan
berlangsung cepat.

Namun, di balik kemakmuran itu, ada
sisi gelap. Shah bukan pemimpin yang
dipilih rakyat, dan banyak kebijakan
pemerintah hanya menguntungkan
dirinya dan kelompok elit. Warga Iran
sering memuji Shah saat berbicara
dengan orang asing, termasuk
Perkins, tapi itu bukan tanda
dukungan sebenarnya.

Percakapan yang Membuka Mata

Pada akhir 1978, Perkins makan
malam dengan seorang jenderal yang
pernah menyelamatkan Shah dari
percobaan pembunuhan. Ia mengira
jenderal itu akan memuji Shah.
Namun, jenderal itu justru
mengatakan:

  • Shah tidak jujur dan
    serakah
    ,

  • Organisasi rahasianya,
    SAVAK, menindas dan
    membunuh lawan politik,

  • Rakyat hanya menahan rasa
    marah mereka sementara
    waktu, tapi suatu saat akan
    memberontak.

Percakapan ini menjadi momen
penting bagi Perkins: ia melihat
bahwa kekayaan dan modernisasi
tidak selalu berarti rakyat bahagia.

Aliansi Amerika: Minyak dan
Israel

Shah tetap berkuasa bukan karena
dukungan rakyat, tapi karena
Amerika mendukungnya.
Tujuan Amerika:

  1. Menjaga pasokan minyak
    Iran tetap aman untuk
    kepentingan AS,

  2. Melindungi Israel, sekutu
    strategis Amerika di Timur
    Tengah.

Dukungan Amerika membuat Shah
tampak kuat, tapi juga menimbulkan
kemarahan rakyat yang merasa
tertindas.

Revolusi Islam Meletus

Akhir 1978, protes rakyat mulai
muncul. Ketidakpuasan menumpuk
menjadi Revolusi Islam. Pada
Januari 1979, Shah melarikan diri
dari Iran karena takut akan
keselamatan dirinya.

Bagi Perkins, ini menjadi pelajaran
besar: kebijakan Amerika yang
menekan sebuah bangsa demi
kepentingan sendiri bisa
menimbulkan kemarahan dan
akibat yang serius
.

Kesadaran Moral John Perkins

Peristiwa ini membuat Perkins
menyadari bahwa perannya
sebagai Economic Hit Man
bertentangan dengan moralnya
.
Proyek pembangunan, modernisasi,
dan dukungan militer yang ia
kerjakan ternyata bukan untuk
rakyat, melainkan untuk kepentingan
geopolitik dan ekonomi Amerika.

Revolusi Iran menjadi bukti nyata
bahwa rakyat akan bangkit ketika
kepentingan mereka diabaikan dan
bagi Perkins, ini menandai titik
di mana ia mulai tidak ingin lagi
melayani kepentingan Amerika
dengan cara seperti itu
.

Kesadaran John Perkins dan
Titik Balik di Iran

  1. Perjalanan karier Perkins

    • John Perkins mulai bekerja
      sebagai Economic Hit
      Man (EHM)
      di MAIN
      sejak awal 1970-an,
      mengirim laporan dan
      memanipulasi proyeksi
      ekonomi untuk negara
      berkembang seperti
      Indonesia, Ekuador, dan
      lain-lain.

    • Ia dipromosikan menjadi
      Chief Economist,
      semakin terlibat dalam
      skema utang dan proyek
      yang menguntungkan
      perusahaan Amerika serta
      kepentingan geopolitik AS.

  2. Kebangkitan kesadaran
    moral

    • Titik balik terjadi ketika
      Perkins dikirim ke Iran
      pada akhir 1970-an
      untuk
      membantu pemerintah Shah
      dalam merancang
      proyek-proyek pembangunan
      besar.

    • Di Iran, ia mulai menyadari
      dampak nyata dari
      pekerjaannya
      :

      • Negara-negara
        berkembang dijebak
        dalam utang besar.

      • Proyek-proyek besar
        sering kali
        menguntungkan
        perusahaan Amerika
        dan elite lokal
        , bukan
        rakyat biasa.

      • Ia merasa bersalah
        secara moral
        karena
        telah menjadi bagian
        dari sistem yang
        mengekang kedaulatan
        negara lain.

  3. Keputusan berhenti

    • Setelah pengalamannya
      di Iran dan melihat skema
      EHM secara utuh
      ,
      Perkins memutuskan untuk
      meninggalkan
      pekerjaan sebagai
      Economic Hit Man
      .

    • Ia menyadari bahwa meski
      awalnya pekerjaannya
      terlihat seperti
      pembangunan dan bantuan
      ekonomi, kenyataannya
      adalah manipulasi
      ekonomi yang sistematis
      untuk keuntungan
      Amerika
      .

    • Dalam bukunya, ia
      menekankan bahwa
      keputusan berhenti bukan
      karena takut atau dipecat,
      tapi kesadaran moral
      bahwa ia tidak ingin lagi
      berpartisipasi dalam
      penindasan ekonomi.

  4. Setelah berhenti

    • Ia menulis buku ini untuk
      mengungkap operasi
      Economic Hit Men
      dan
      menjelaskan bagaimana
      negara-negara berkembang
      dijebak dengan utang,
      proyek, dan laporan
      ekonomi yang dimanipulasi.

    • Tujuannya: mendorong
      pembaca memahami sisi
      gelap pembangunan global
      dan pentingnya kesadaran
      moral dalam ekonomi
      dan politik
      .

Ringkasan:
John Perkins berhenti dari
pekerjaannya sebagai Economic
Hit Man setelah misinya di Iran
,
ketika ia menyadari bahwa pekerjaan
itu bukan sekadar ekonomi dan
pembangunan, tetapi alat
dominasi Amerika atas negara
berkembang melalui utang dan
proyek “palsu”
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *