Strategi Global Amerika: Rincian Tujuan Economic Hit Men
1. Membuat Negara
Berkembang Berhutang
Salah satu strategi utama adalah
membuat negara berkembang
tergantung pada utang luar
negeri. Caranya:
Pinjaman besar-besaran:
Negara berkembang
dipinjamkan miliaran dolar
untuk proyek infrastruktur,
energi, atau modernisasi oleh
lembaga internasional yang
dikontrol AS, seperti World
Bank atau IMF.Manipulasi data ekonomi:
Economic Hit Men
memanipulasi statistik dan
proyeksi pertumbuhan agar
proyek terlihat menguntungkan.
Misalnya, John Perkins diminta
melebih-lebihkan pertumbuhan
ekonomi di Indonesia untuk
membenarkan pinjaman proyek
listrik dan jalan.Ketergantungan ekonomi:
Dengan utang besar, negara
tidak bisa lepas dari lembaga
kreditur. Mereka harus
mengikuti syarat dan kebijakan
yang ditetapkan, termasuk
pemilihan kontraktor, proyek,
dan bahkan kebijakan politik.Kontrol politik:
Negara yang berutang
cenderung memihak
kepentingan AS, misalnya
mendukung kebijakan Amerika
di PBB atau mengizinkan
pangkalan militer.
Efek jangka panjang: negara yang
tampak mandiri sebenarnya
tergantung pada ekonomi
dan politik Amerika, dan
kesalahan atau penolakan bisa
menimbulkan risiko gagal bayar,
yang dimanfaatkan untuk
intervensi lebih lanjut.
2. Memperkuat Dolar Amerika
Tujuan lain yang sangat strategis
adalah menjaga kekuatan dolar
AS sebagai mata uang utama
dunia. Mekanismenya:
Semua pinjaman besar biasanya
diberikan dalam dolar.
Artinya negara penerima harus
membeli dolar untuk membayar
pinjaman, meningkatkan
permintaan global terhadap
mata uang AS.Dengan dolar kuat, Amerika bisa
mendikte harga sumber
daya global, menjaga daya beli
internasional, dan mengurangi
risiko inflasi domestik.Dolar kuat juga memudahkan
AS untuk membiayai
pengeluaran militer global,
proyek pembangunan di negara
lain, dan kontrol ekonomi
secara luas.
Ini membuat dominan ekonomi
Amerika tetap terjaga, sementara
negara lain tetap tergantung pada
dolar untuk perdagangan dan utang.
3. Mengamankan Minyak dan
Kerjasama Arab Saudi
Setelah krisis minyak 1973, strategi
berubah untuk fokus ke kerajaan
kaya minyak seperti Arab Saudi:
Pasokan minyak stabil:
Amerika memastikan Saudi
menjamin produksi minyak
yang cukup untuk pasar global,
mencegah lonjakan harga.Modernisasi infrastruktur
Saudi:
Melalui proyek-proyek besar
seperti pabrik petrokimia,
jaringan pipa, bandara,
pelabuhan, dan gedung
pencakar langit, AS membantu
Saudi menjadi modern, tetapi
sekaligus bergantung pada
perusahaan dan teknologi
Amerika.Kontrol politik dan
keamanan:
Bantuan militer dan pelatihan
membuat Saudi tetap sebagai
sekutu strategis, sekaligus
menjaga stabilitas regional.Imbalan ekonomi:
Modernisasi Saudi
memungkinkan elite Saudi
kaya raya, tetapi proyek
dikelola oleh kontraktor
Amerika, memastikan
keuntungan bagi perusahaan
AS.
Hasilnya: Saudi menjadi mitra
minyak yang loyal, dan AS bisa
menghindari risiko embargo atau
manipulasi harga di masa depan.
4. Memastikan Perusahaan
Amerika Mendapat Proyek
Economic Hit Men bekerja sama
dengan perusahaan konsultan,
kontraktor, dan insinyur
Amerika:
Proyek-proyek infrastruktur
besar di negara berkembang
selalu diberikan pada
perusahaan AS.Pinjaman dan proyek dijadikan
alat untuk menghasilkan
keuntungan bagi korporasi
Amerika, sekaligus
memperluas pengaruh AS
di ekonomi lokal.Contohnya: pembangunan
jaringan listrik di Indonesia,
jalan raya di Ekuador, atau
pabrik petrokimia di Saudi.
Ini menciptakan siklus: negara
berkembang berutang → proyek
dijalankan oleh Amerika
→ keuntungan kembali
ke perusahaan AS → negara tetap
bergantung.
5. Mengakses dan
Mengendalikan Sumber
Daya Alam
Selain proyek infrastruktur, tujuan
lain adalah mengamankan akses
ke sumber daya strategis:
Minyak, gas, mineral, atau
komoditas penting lainnya
menjadi fokus utama.Dengan mengendalikan proyek
dan utang, AS menentukan
siapa yang boleh
mengekstrak dan
mengekspor sumber daya.Hal ini memberi AS
keuntungan ekonomi jangka
panjang sekaligus kekuatan
politik atas negara produsen.
6. Menjaga Kepentingan Militer
Amerika
Tujuan terakhir, menurut Perkins,
adalah memudahkan Amerika
menggunakan negara
berkembang sebagai pangkalan
atau sekutu militer:
Negara yang berutang besar dan
bergantung pada proyek AS
lebih mudah diizinkan untuk
menerima pangkalan
militer, latihan, atau
operasi strategis.Ini juga memastikan AS bisa
menjaga pengaruhnya
di wilayah vital seperti Timur
Tengah, Asia Tenggara, dan
Amerika Latin.
Kontrol Global Tersembunyi
Buku John Perkins mengungkap
bahwa strategi Economic Hit Men
bukan sekadar soal proyek
pembangunan. Tujuan-tujuannya
sistematis:
Menjerat negara
berkembang dengan utang
agar tergantung pada AS.Memperkuat dolar dan
menjaga dominasi ekonomi.Menjamin pasokan minyak
dan loyalitas Arab Saudi.Memberi proyek besar pada
perusahaan Amerika untuk
keuntungan ekonomi.Mengakses sumber daya
alam dan mengendalikan
eksportir.Mendukung kepentingan
militer dan politik Amerika
secara global.
Semua strategi ini bekerja di balik
topeng pembangunan,
modernisasi, dan kerja sama
ekonomi, menciptakan kontrol
global tersembunyi yang sering
tidak disadari negara-negara yang
terkena dampak.
Situasi Dasar
Banyak negara berkembang
menerima pinjaman besar
dari lembaga internasional
(World Bank, IMF) yang
dikendalikan Amerika.Pinjaman tersebut diberikan
dalam dolar AS, sehingga
negara penerima harus membeli
dolar untuk membayar cicilan.Dolar menjadi mata uang
utama dunia untuk utang
internasional dan
perdagangan energi (oil).
Dampak terhadap Dolar dan
Kebijakan AS
Karena banyak negara membeli dolar
untuk membayar utang dan membeli
minyak:
Permintaan dolar
meningkat, membuat mata
uang ini tetap kuat.Amerika bisa mencetak uang
lebih banyak tanpa risiko
inflasi besar, karena banyak
negara lain tetap memegang
dan menggunakan dolar.Hal ini memungkinkan Amerika
membiayai proyek, utang
pemerintah, dan
pengeluaran militer tanpa
terlalu khawatir cadangan
devisa.
