Keterangan Penyertaan (Maf’ul Ma’ah)
Keterangan Penyertaan (Maf’ul Ma’ah)
Maful ma’ah adalah keterangan yang menjelaskan penyertaan atau
kebersamaan dengan menggunakan huruf waw ma’iyyah. Fungsinya
mirip seperti ‘athaf ma’thuf, hanya saja ia lebih menekankan
penyertaan. Contohnya:
جَاءَ الأَمِيرُ وَالجَيْشُ
Pemimpin dan tentara telah datang
Contoh tersebut merupakan contoh ‘athaf ma’thuf.
Adapun contoh maf’ul min ajlih:
جَاءَ الأَمِيْرُ وَالجَيْشَ
Pemimpin telah datang bersama tentara
Dengan memfathahkan “الجَيْشَ”maka maknanya menjadi bersama.
Kemudian huruf “وَ” pada contoh tersebut bukanlah huruf ‘athaf
yang memiliki arti “dan” melainkan waw ma’iyyah yang
memiliki arti “bersama”.
Kelebihan maful ma’ah dibanding ‘athaf ma’thuf adalah bolehnya
menggabungkan 2 hal yang tidak bisa bersatu dari sisi hukum.
Contohnya:
سِرْتُ وَالنِّيْلَ
Aku berjalan bersama sungai nil
Maksudnya, Aku berjalan di sisi sungai nil. Bersamaan dengan itu,
sungai nil mengalir. Pola kalimat semacam ini tidak bisa
menggunakan ‘athaf ma’thuf karena orang dan sungai merupakan
2 hal yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan dengan ‘athaf-ma’thuf.
Contoh lainnya:
ذَاكَرْتُ وَالمِصْبَاحَ
Aku mengulang-ulang pelajaran bersama lampu
Maksudnya, Aku belajar dalam keadaan lampu terus menyala.
Berikut contoh-contoh penggunaan maf’ul ma’ah dalam kalimat:
يَسْتَيْقِظُ الْمُسْلِمُوْنَ وَآذَانَ الصُّبْحِ
)orang islam bangun bersamaan dengan adzan shubuh)
رَجَعَ العُمَّالُ مِنَ المَصْنَعِ وَغُرُوْبَ الشَّمْسِ
(Para pekerja pulang dari pabrik bersamaan dengan terbenamnya matahari)
. رَكِبْتُ السَّيَّارَةَ وَالقَمَرَ
(Saya mengendarai mobil ditemani bulan)
Saya bergadang untuk menulis buku
سَهِرْتُ لِكِتَابَةِ هُذَا الكِتَابِ وَالمِصْبَاحَ
(Saya bergadang untuk menulis buku ini ditemani lampu)
وَصَلَتْ فَاطِمَةُ فِي بَيْتِهَا وَنُزُولَ المَطَرِ
(Fathimah sampai di rumahnya bersamaan dengan turunnya hujan)
