Keterangan Penguat (Taukid)
Keterangan Penguat (Taukid)
Taukid yang dimaksud di sini bukanlah penguat dari sisi
makna seperti penggunaan kata “إِنَّ” yang bermakna sungguh.
Tetapi khusus untuk penekanan dengan kata-kata berikut ini:
النَّفْسُ (diri)
قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ
رَأَيْتُ زَيْدًا نَفْسَهُ
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ نَفْسِهِ
العَيْنُ (diri)
قَامَ زَيْدٌ عَيْنُهُ
رَأَيْتُ زَيْدًا عَيْنَهُ
مَرَرْتُ بِزَيْدٍ عَيْنِهِ
كُلُّ (seluruh, semua)
قَامَ القَوْمُ كُلُّهُمْ
رَأَيْتُ القَوْمَ كُلَّهُمْ
مَرَرْتُ بِالقَوْمِ كُلِّهِمْ
أَجْمَعُ (seluruh, semua)
قَامَ القَوْمُ أَجْمَعُوْنَ
رَأَيْتُ القَوْمَ أَجْمَعِينَ
| مَرَرْتُ بِالقَوْمِ أَجْمَعِينَ
Kata “النَّفْسُ” dan “العَيْنُ” digunakan untuk menekankan bahwa
yang dimaksud adalah orang yang sedang dibicarakan,
bukan hal lain yang berkaitan dengan dirinya. Misalkan
ketika seseorang berkata:
قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ
Maka kalimat ini menekankan bahwa yang berdiri
adalah si Zaid, bukan anaknya Zaid, istrinya Zaid, atau
hal lain yang terkait dengan Zaid.
Adapun kata ” كُلُّ ” dan أَجْمَعُ bisa digunakan untuk
menekankan bahwa obyek yang tengah dibicarakan
adalah seluruhnya, bukan setengahnya atau sebagian
darinya.
