embun hijrahku

Keterangan Penguat (Mashdar / Maful Muthlaq)

Keterangan Penguat (Mashdar / Maful Muthlaq)

Mashdar yang dimaksud di sini adalah istilah mashdar yang

kita temui pada pelajaran ilmu sharaf yaitu urutan ketiga

dalam tashrif fi’il. Contohnya:

ضَرَبَ – يَضْرِبُ – ضَرْبًا
Bila ada kalimat jumlah fi’liyyah yang ada mashdar

dalam keadaan manshub setelah fi’ilnya yang satu wazan

maka ia memiliki 3 faidah:

1. Penekanan

Bila kita menyebutkan mashdar setelah fi’ilnya yang satu

wazan, maka ia akan memberikan faidah taukid

(penekanan makna). Contohnya:

ضَرَبْتُهُ ضَرْبًا

Aku benar-benar memukulnya

2. Penyerupaan

Mashdar bisa juga digunakan untuk penyerupaan.

Contohnya:

ضَرَبْتُهُ ضَرْبَ الأَسَدِ
Aku memukulnya dengan pukulan (terkaman) singa

3. Menjelaskan bilangan / frekuensi

Mashdar juga bisa digunakan untuk menjelaskan berapa

kali suatu perbuatan dilakukan.

Contohnya:

فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً

“lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus….” (An Nisa: 102)

Selain untuk yang satu tashrif, mashdar juga berlaku untuk kata

yang satu makna sekalipun beda tashrifnya. Contohnya:

جَلَسْتُ قُعُوْدًا

Saya benar-benar duduk

Contoh lain,

قُمْتُ وُقُوْفًا

Saya benar-benar berdiri

Ketika kita menjelaskan i’rab kalimat yang mengandung mashdar

manshub seperti ini, istilah i’rab yang sering digunakan adala

h maful muthlaq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *