Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Ismiyyah dengan Mubtada Nakirah
Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Ismiyyah dengan Mubtada Nakirah
وَيۡلٌ لِّلۡمُطَفِّفِيۡنَ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (Al Muthaffifin: 1)
سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِى ٱلْعَٰلَمِينَ
Artinya: “Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”.
(As-Saffat: 79)
خَتَمَ اللّٰهُ عَلَىٰ قُلُوۡبِهِمۡ وَعَلٰى سَمۡعِهِمۡؕ وَعَلٰىٓ اَبۡصَارِهِمۡ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan
penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
(Al Baqarah: 7)
ءَاِلٰـهٌ مَّعَ اللّٰهِ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَذَكَّرُوۡنَ
Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah
kamu mengingati(Nya). (An Naml: 62)
قُلۡ كُلٌّ يَّعۡمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖؕ فَرَبُّكُمۡ اَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ اَهۡدٰى سَبِيۡلًا
Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya
masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa
yang lebih benar jalannya. (Al Isra 84)
لِكُلِّ اَجَلٍ كِتَابٌ
Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu) (Ar Ra’du: 38)
لِكُلِّ نَبِي دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي فِي الْآخِرَةِ
Setiap Nabi mempunyai doa yang telah dikabulkan, sedang aku
ingin menyimpan doaku sebagai syafa’at untuk umatku
di Akhirat nanti. (HR Bukhari & Muslim)
قَالَ عُقْبَةُ لَوْلَا كَلَامٌ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ أُعَانِيهِ قَالَ
الْحَارِثُ فَقُلْتُ لِابْنِ شَمَاسَةَ وَمَا ذَاكَ قَالَ إِنَّهُ قَالَ مَنْ عَلِمَ الرَّمْيَ ثُمَّ تَرَكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا
أَوْ قَدْ عَصَى
Uqbah berkata, “Seandainya saya pernah mendengar sabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam niscaya saya tidak akan
menjaganya.” Lantas saya bertanya kepada Ibnu Syamasah,
“Apa yang disabdakan beliau itu?” dia menjawab, “Beliau bersabda:
“Tidak termasuk dari golongan kami -atau dia telah durhaka- siapa
saja yang mengetahui ilmu memanah namun meninggalkannya.”
(HR Muslim)
