embun hijrahku

Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Fi’liyyah Dalam Keadaan Majzum

Contoh dari Al-Qur’an dan Hadits Jumlah Fi’liyyah Dalam Keadaan Majzum

 

اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan

Ka’bah) itu sia-sia? (Al Fiil:2)

 

لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (Al Ikhlas: 3)

 

كَلَّا لَٮِٕنۡ لَّمۡ يَنۡتَهِ ۙ لَنَسۡفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِۙ
Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian)

niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (Al ‘Alaq: 15)

 

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡحٰبِ الۡفِيۡلِؕ
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu

telah bertindak terhadap tentara bergajah? (Al Fiil: 1)

 

اِنَّ الَّذِيۡنَ فَتَـنُوا الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَ الۡمُؤۡمِنٰتِ ثُمَّ لَمۡ يَتُوۡبُوۡا فَلَهُمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمۡ عَذَابُ الۡحَرِيۡقِؕ
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada

orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian

mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan

bagi mereka azab (neraka) yang membakar (Al Buruj: 10)

 

ءَاُنۡزِلَ عَلَيۡهِ الذِّكۡرُ مِنۡۢ بَيۡنِنَا‌ؕ بَلۡ هُمۡ فِىۡ شَكٍّ مِّنۡ ذِكۡرِىۡ‌ۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوۡقُوۡا عَذَابِؕ
mengapa Al Quran itu diturunkan kepadanya di antara kita?

” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Quran-Ku, dan

sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku (Shad: 8)

 

لِيُنۡفِقۡ ذُوۡ سَعَةٍ مِّنۡ سَعَتِهٖ‌ؕ
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut

kemampuannya (At Thalaq: 7)

 

وَلۡيَـعۡفُوۡا وَلۡيَـصۡفَحُوۡا‌
dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada

(An Nur: 22)

 

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لِيَسۡتَـاْذِنۡكُمُ الَّذِيۡنَ مَلَكَتۡ اَيۡمَانُكُمۡ وَالَّذِيۡنَ لَمۡ يَـبۡلُغُوا الۡحُـلُمَ

مِنۡكُمۡ ثَلٰثَ مَرّٰتٍ‌ؕ
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak

(lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang

belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu

tiga kali (An Nur: 58)

 

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku

sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,

janganlah kamu menghardiknya (Dhuha: 9-10)

 

اِنۡ يَّكُوۡنُوۡا فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ اللّٰهُ مِنۡ فَضۡلِهٖ‌ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ
Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka

dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya)

lagi Maha Mengetahui (An Nur: 32)

 

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا
ذَٰلِكَ أَمْرُ ٱللَّهِ أَنزَلَهُۥٓ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا
Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya

Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu,

dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia

akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan

melipat gandakan pahala baginya (Ath Thalaq: 4-5)

 

اَيۡنَ مَا تَكُوۡنُوۡا يُدۡرِكْكُّمُ الۡمَوۡتُ وَلَوۡ كُنۡتُمۡ فِىۡ بُرُوۡجٍ مُّشَيَّدَةٍ‌ ؕ وَاِنۡ تُصِبۡهُمۡ حَسَنَةٌ

يَّقُوۡلُوۡاهٰذِهٖ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ‌ ۚ وَاِنۡ تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةٌ يَّقُوۡلُوۡا هٰذِهٖ مِنۡ عِنۡدِكَ‌ ؕ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,

kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan

jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini

adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu

bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi

kamu (Muhammad)” (An Nisa: 78)

 

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Allah

akan membuatnya faqih (paham) dalam masalah agama

(HR Bukhari & Muslim)

 

إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Apabila kamu tidak malu maka lakukan apapun yang kamu

mau (HR Bukhari)

 

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ
Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit niscaya tidak akan

mensyukuri yang banyak (HR Ahmad)

 

إِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ لِيُؤَذِّنُ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمُكُمْ أَكْبَرُكُمْ
Apabila telah datang waktu shalat, hendaknya salah seorang

diantara kalian adzan dan hendaknya yang paling tua

diantara kalian menjadi imam (HR Bukhari)

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ

الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتُ
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah

dia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa beriman

kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia memuliakan tamunya.

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah

dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam (HR Muslim)

 

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ كُلَّهُ
Siapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka ia telah

terhalang dari seluruh kebaikan (HR Abu Daud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *