buku

Bab 6 The Principle of Balance

Lanny Bassham membuka bab ini
dengan sebuah pengamatan penting.
Ia menyadari bahwa banyak atlet
yang sangat berbakat, yang telah
menguasai teknik dan memiliki
mental program yang kuat, tetap
gagal di momen-momen penting.
Setelah menyelidiki lebih dalam,
ia menemukan penyebabnya.
Penyebabnya bukanlah kurangnya
latihan. Bukan pula kurangnya
bakat. Penyebabnya adalah
kehidupan mereka yang tidak
seimbang.

Bassham menjelaskan bahwa pikiran
manusia tidak bekerja dalam
ruang-ruang terpisah. Anda tidak bisa
meninggalkan masalah rumah tangga
di luar arena pertandingan dan
berharap pikiran Anda tetap jernih.
Masalah di satu area kehidupan akan
selalu merembes ke area lain. Seorang
atlet yang bertengkar dengan
pasangannya di pagi hari akan
membawa ketegangan emosional itu
ke lapangan, meskipun ia berusaha
keras untuk melupakannya. Seorang
pebisnis yang cemas tentang utangnya
akan sulit berkonsentrasi saat
presentasi penting. Seorang mahasiswa
yang kurang tidur karena bergadang
mengerjakan tugas lain tidak akan
bisa fokus saat ujian.

Inilah sebabnya mengapa
keseimbangan hidup sangat penting.
Bassham mengidentifikasi enam area
utama yang harus dijaga
keseimbangannya. Area pertama
adalah 
fisik, yaitu kesehatan tubuh
Anda, kekuatan Anda, dan energi
Anda. Area kedua adalah 
mental,
yaitu ketajaman pikiran Anda,
kemampuan Anda untuk fokus,
dan pengetahuan Anda. Area ketiga
adalah 
spiritual, yaitu hubungan
Anda dengan sesuatu yang lebih
besar dari diri Anda sendiri,
apa pun keyakinan Anda.
Area keempat adalah 
sosial, yaitu
hubungan Anda dengan
teman-teman, rekan kerja, dan
komunitas Anda. Area kelima
adalah 
keluarga, yaitu hubungan
Anda dengan pasangan, anak,
orang tua, dan saudara kandung
Anda. Area keenam adalah
finansial, yaitu stabilitas
keuangan Anda.

Jika salah satu dari enam area ini
bermasalah, area itu akan
menguras energi mental Anda.
Energi yang seharusnya bisa Anda
gunakan untuk fokus pada performa
justru habis untuk mengkhawatirkan
masalah di area yang tidak seimbang.
Anda mungkin tidak menyadarinya,
tapi pikiran Anda terus bekerja
di latar belakang, memikirkan
masalah itu, mencari solusi,
merasakan kecemasan. Ini adalah
kebocoran energi yang sangat besar.
Bassham menyebutnya sebagai
“mental drain” atau pengurasan
mental.

Solusinya bukanlah mengabaikan
area-area yang bermasalah.
Mengabaikan masalah tidak akan
membuatnya hilang. Ia hanya akan
membusuk di bawah permukaan
dan akhirnya meledak di saat yang
paling tidak tepat. Solusinya adalah
menghadapi masalah itu secara
langsung dan menyelesaikannya.
Jika hubungan Anda dengan
pasangan sedang buruk, perbaikilah.
Jika keuangan Anda berantakan,
buatlah anggaran dan patuhi. Jika
tubuh Anda lemah dan tidak sehat,
mulailah berolahraga dan makan
dengan baik.
Dengan menyeimbangkan semua
area kehidupan, Anda menghilangkan
sumber-sumber kebocoran energi
mental. Pikiran Anda menjadi jernih
dan bebas untuk fokus sepenuhnya
pada performa.

Circle of Control

Selain menyeimbangkan keenam area
kehidupan, Bassham mengajarkan
sebuah konsep yang sangat penting
untuk menjaga keseimbangan mental
Anda sehari-hari. Ia menyebutnya
Circle of Control atau Lingkaran
Kendali. Konsepnya sederhana tapi
dampaknya luar biasa. Bayangkan
sebuah lingkaran besar. Di dalam
lingkaran itu ada semua hal yang bisa
Anda kendalikan. Di luar lingkaran
itu ada semua hal yang tidak bisa
Anda kendalikan.

Di dalam lingkaran Anda sendiri,
ada pikiran Anda, keputusan Anda,
tindakan Anda, kata-kata Anda,
dan sikap Anda. Hanya ini yang
benar-benar bisa Anda kendalikan.
Tidak lebih.

Di luar lingkaran Anda, ada opini
orang lain tentang Anda, keputusan
juri atau wasit, cuaca hari ini,
ekonomi global, masa lalu yang sudah
terjadi, dan masa depan yang belum
tiba. Semua ini berada di luar kendali
Anda. Anda mungkin bisa
memengaruhinya sedikit, tapi Anda
tidak bisa mengendalikannya
sepenuhnya.

Masalah terbesar manusia, menurut
Bassham, adalah kita terus-menerus
mencoba mengendalikan hal-hal
yang ada di luar lingkaran kita.
Kita cemas tentang apa yang
dipikirkan orang lain. Kita frustrasi
karena hasil pertandingan tidak
sesuai harapan. Kita marah karena
cuaca buruk mengacaukan rencana
kita. Semua energi ini terbuang
percuma. Energi yang dihabiskan
untuk mengkhawatirkan hal-hal
di luar lingkaran kendali Anda
adalah energi yang tidak bisa Anda
gunakan untuk hal-hal di dalam
lingkaran kendali Anda.

Bassham memberikan solusi yang
sangat praktis. Setiap kali Anda
merasa cemas, marah, atau frustrasi,
berhentilah sejenak. Tanyakan pada
diri sendiri satu pertanyaan
sederhana. Apakah hal yang saya
khawatirkan ini berada di dalam
lingkaran kendali saya atau di luar?
Jika berada di luar, tidak ada yang
bisa Anda lakukan. Menerima
kenyataan itu adalah tindakan yang
paling rasional dan paling
membebaskan. Lepaskan. Biarkan
pergi. Kembalikan fokus Anda pada
apa yang benar-benar bisa Anda
kendalikan.

Dengan menerapkan Circle of
Control secara konsisten, Anda akan
menghemat energi mental yang
sangat besar. Anda akan berhenti
membuang-buang waktu untuk
hal-hal yang tidak bisa Anda ubah.
Dan energi yang Anda hemat itu bisa
Anda gunakan untuk fokus pada apa
yang benar-benar penting: pikiran
Anda, tindakan Anda, dan performa
Anda di saat ini. Inilah keseimbangan
mental yang sesungguhnya.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, bro. Kita lanjut lagi ngobrolin
buku 
With Winning in Mind.
Di Bab 6 ini, Lanny Bassham ngasih
tahu satu penyebab kegagalan yang
sering banget nggak disadari.
Bukan soal teknik, bukan soal mental
program yang lemah. Tapi soal hidup
lo yang nggak seimbang.

Gini, Bassham sadar banyak atlet
berbakat dengan teknik oke dan
mental kuat, tapi tetep aja ambruk
di momen penting. Setelah dia
selidikin, ketemu deh sumber
masalahnya: pikiran lo itu nggak bisa
dikotak-kotakin. Lo nggak bisa
ninggalin masalah rumah tangga
di luar lapangan dan berharap otak
lo langsung bening. Masalah di satu
area hidup lo itu pasti ngerembes
ke area lain. Lo yang tadi pagi
berantem sama pasangan, bakal
bawa ketegangan itu ke lapangan,
sepintar apa pun lo ngelupainnya.
Lo yang lagi pusing mikirin utang,
bakal susah fokus pas meeting
penting. Lo yang begadang nugas,
otomatis nggak bisa konsen pas
ujian.

Makanya, hidup yang seimbang itu
krusial banget. Bassham ngebagi
enam area utama yang harus lo jaga
keseimbangannya. Pertama, 
Fisik:
kesehatan badan lo, kekuatan, dan
energi.
Kedua, 
Mental: ketajaman
pikiran, fokus, dan pengetahuan lo.
Ketiga, 
Spiritual:
hubungan lo sama sesuatu yang
lebih gede dari diri lo sendiri,
apa pun keyakinan lo.
Keempat, 
Sosial: hubungan lo sama
temen, kolega, dan komunitas.
Kelima, 
Keluarga: hubungan sama
pasangan, anak, orang tua.
Keenam, 
Finansial: stabilitas
keuangan lo.

Kalau salah satu dari enam ini
bermasalah, dia bakal nguras
energi mental lo. Energi yang harusnya
lo pake buat tampil maksimal, malah
abis buat mikirin masalah di area yang
pincang. Lo mungkin nggak sadar,
tapi otak lo kerja terus di belakang
layar, mikirin itu, nyari solusi,
ngerasain cemas. Ini yang Bassham
sebut sebagai 
mental drain atau
kebocoran energi mental. Solusinya
bukan lo cuci tangan dan pura-pura
nggak ada masalah, karena itu malah
bikin masalahnya ngebusuk di dalem
dan siap meledak kapan aja. Lo harus
hadapi dan selesaiin. Pasangan lo
lagi bete? Beresin.
Duit lo morat-marit?
Bikin anggaran. Badan lo lemes?
Olahraga. Dengan lo bikin semua
area ini seimbang, lo nutup semua
titik kebocoran energi. Pikiran lo
jadi plong dan bebas buat fokus
total ke performa lo.

Selain itu, Bassham ngajarin konsep
yang ngebantu banget buat jaga
keseimbangan mental lo sehari-hari:
Circle of Control (Lingkaran
Kendali). Konsepnya gampang.
Bayangin aja lo lagi di dalem sebuah
lingkaran. Di dalem lingkaran itu,
ada hal-hal yang bisa lo kendalikan:
pikiran lo, keputusan lo, tindakan
lo, dan sikap lo. Cuma itu. Di luar
lingkaran lo? Ada opini orang lain,
keputusan wasit, cuaca, ekonomi,
masa lalu, dan masa depan.
Semua itu di luar kendali lo.

Masalahnya, kita sering banget
buang-buang energi maksa ngontrol
yang di luar lingkaran. Lo cemas
mikirin kata orang, frustrasi karena
hasil nggak sesuai, marah gara-gara
ujan. Itu semua energi yang ilang
percuma. Solusi Bassham simpel
banget: setiap lo ngerasa cemas,
marah, atau frustrasi, berhenti.
Tanya diri lo:
“Apa yang lagi gue pikirin ini ada
di dalem kendali gue, atau di luar?”
Kalau di luar, ya udah. Nggak ada
yang bisa lo lakuin. Terima aja, itu
tindakan paling logis dan paling
ngebebasin. Lepas, relain, dan
balikin fokus lo ke apa yang
bener-bener bisa lo kontrol:
diri lo sendiri, saat ini juga. Itulah
keseimbangan mental yang
sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *