buku

Jho Low sebagai Kepala Tak Resmi 1MDB

Setelah 1MDB berdiri, Jho Low
bergerak cepat mengambil kendali
di balik layar. Walau tidak memiliki
jabatan resmi, ia bertindak sebagai
kepala tidak resmi 1MDB.
Dengan pengaruhnya,
Jho menempatkan rekan dan
kroninya
ke dalam struktur proyek.
Langkah ini krusial untuk
menyiapkan panggung bagi rencana
besarnya.

Tujuan berikutnya jelas:
memanfaatkan sumber daya
Malaysia melalui struktur
keuangan yang ia kendalikan
sendiri
.

Semua mulai diarahkan menuju
fase kedua dari rencananya.

Membangun Jalur Perbankan
Internasional

Untuk menjalankan skema ini, Jho
membutuhkan jalur perbankan
luar negeri.
Pada September 2009,
ia membentuk akun joint venture
di BSI, sebuah bank swasta Swiss
yang mengelola dana PetroSaudi.

Namun, masalah muncul ketika
pihak bank ragu setelah Jho
mengungkap niatnya untuk
mengambil bagian dari
pembayaran 1 miliar dolar
dari Malaysia. Melihat hambatan
ini, Jho segera beralih ke bank lain
yang lebih terbuka terhadap
keinginannya: JP Morgan Swiss.

Dengan bank baru ini, jalur
keuangan yang ia butuhkan
akhirnya terbuka.

Mencari Legitimasi Aset Minyak

Masih ada satu hambatan penting:
Jho harus membuktikan bahwa
PetroSaudi benar-benar
memiliki aset minyak

bernilai besar.

Untuk itu, ia merekrut Edward
Morse
, seorang analis energi
independen dan mantan pegawai
Departemen Luar Negeri Amerika
Serikat. Morse kemudian
memvalidasi konsesi minyak
senilai 2,5 miliar dolar

di Argentina dan Turkmenistan.

Validasi ini memberi kesan bahwa
proyek tersebut sah.
Meski begitu, detail penting
mengenai aset tersebut tidak
pernah diungkap sepenuhnya.

Namun bagi struktur rencana Jho,
pengesahan ini sudah cukup untuk
melangkah ke tahap berikutnya.

Transfer Aneh 700 Juta Dolar

Dengan semua potongan puzzle siap,
Jho menjalankan manuver utamanya.
Ia mengatur transfer tidak biasa
sebesar 700 juta dolar
, yang
diberi label sebagai pembayaran
kembali pinjaman
dari 1MDB
ke sebuah rekening Swiss atas
nama PetroSaudi.

Keanehan besar muncul di sini:
Tidak ada yang benar-benar
menyelidiki keabsahan
pinjaman tersebut.

Meski terdapat banyak tanda bahaya,
tidak ada pemeriksaan mendalam.
Yang lebih mengejutkan, dewan
direksi 1MDB menyetujui
transfer total 1 miliar dolar
ke joint venture tersebut dalam
waktu kurang dari satu bulan
.
Padahal, proses seperti ini biasanya
memerlukan lebih dari setahun.

Kecepatan luar biasa ini menjadi
celah sempurna bagi rencana
Jho Low.

Uang Mengalir ke Rekening
Pribadi

Pada akhirnya, Jho Low berhasil
menavigasi wilayah keuangan yang
gelap dan rumit. Dari skema ini,
700 juta dolar berhasil dialihkan
ke rekening bank pribadi
miliknya
.

Tidak hanya Jho, para kaki tangannya
juga memperoleh kekayaan luar biasa.
Dalam satu rangkaian transaksi,
mereka berubah dari perancang
skema menjadi orang-orang
dengan kekayaan tak
terbayangkan
.

Sementara itu, 1MDB yang
seharusnya menjadi dana
pembangunan nasional
telah menjadi alat bagi
pengaliran dana raksasa.

Penutup: Skema yang
Berjalan Mulus

Sebagai arsitek tidak resmi
skema 1MDB
, Jho Low berhasil:

  • Mengisi struktur proyek dengan
    orang-orangnya

  • Membuka jalur perbankan
    internasional

  • Mendapat legitimasi aset
    minyak

  • Mengatur transfer dana
    besar

  • Mengalihkan ratusan juta dolar

  • ke rekening pribadinya

Semua ini terjadi tanpa perlawanan
berarti, tanpa pemeriksaan serius,
dan dengan legitimasi formal dari
lembaga negara.

Di titik ini, perampokan finansial
1MDB telah berjalan sempurna
.
Dan Jho Low kini berdiri sebagai
pengendali utama di balik salah satu
skema keuangan paling berani
dalam sejarah modern.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

“Kas Koperasi yang Dikuasai
Diam-diam”

Bayangkan sebuah koperasi desa
baru saja dibentuk. Tujuannya
bagus: mengumpulkan uang warga
untuk membangun jalan dan irigasi.

1. “Ketua Bayangan”

Ada seorang pria bernama Jho, yang
sebenarnya bukan pengurus
resmi koperasi
. Tapi karena dia
dekat dengan pejabat desa, dia
pelan-pelan menaruh
teman-temannya
di bagian
keuangan, administrasi, dan proyek.

Akhirnya, walau namanya tidak
tertulis sebagai ketua, semua
keputusan penting lewat dia
.

Seperti orang yang duduk di kursi
belakang, tapi setir mobil ada
di tangannya.

2. “Membuka Rekening
di Bank Luar Kota”

Jho bilang:
“Kalau uang koperasi mau
berkembang, kita simpan dulu
di bank besar di kota lain.”

Ia lalu membuka rekening
bersama
antara koperasi dan
sebuah perusahaan asing bernama
PetroSaudi, di bank luar negeri.

Awalnya bank pertama ragu karena
merasa ada yang aneh.
Jho tidak kehabisan akal dia pindah
ke bank lain yang lebih mudah
diajak kerja sama
.

Akhirnya, jalur untuk mengirim
uang keluar pun terbuka.

3. “Minta Orang Pintar untuk
Meyakinkan”

Masih ada masalah:
“Perusahaan asing ini benar punya
tambang minyak atau tidak?”

Supaya terlihat meyakinkan, Jho
menyewa pakar energi terkenal
bernama Edward Morse untuk
berkata:
“Ya, aset minyaknya ada dan
nilainya besar.”

Walau detailnya tidak pernah
benar-benar diperiksa, ucapan
pakar ini cukup untuk
membuat semua orang
percaya
.

Seperti membawa orang berseragam
dokter agar semua yakin obatnya
manjur, walau isinya belum tentu.

4. “Pinjaman Aneh”

Lalu Jho mengusulkan:
“Koperasi kita pinjamkan uang dulu
ke perusahaan itu. Nanti mereka
kembalikan.”

Tanpa banyak tanya, pengurus
koperasi menyetujui mengirim
uang sangat besar
dalam
waktu sangat cepat.

Padahal, biasanya urusan sebesar
itu perlu rapat panjang
berbulan-bulan.

Di sini, pintu terbuka karena
semua percaya dan tidak curiga
.

5. “Uang Nyasar ke Rekening
Pribadi”

Setelah uang koperasi masuk
ke rekening luar kota…

Sebagian besar uang itu tidak
kembali ke koperasi
,
tetapi masuk ke rekening
pribadi Jho dan
teman-temannya
.

Akhirnya:

  • Jho jadi sangat kaya

  • Teman-temannya ikut kaya

  • Koperasi kehilangan uang

  • Warga tidak tahu apa yang
    sebenarnya terjadi

6. “Skema Berjalan Mulus”

Jho berhasil karena:

  • Ia menguasai pengurus
    dari dalam

  • Ia membuka jalur bank
    luar negeri

  • Ia membuat cerita aset
    palsu terlihat sah

  • Ia memindahkan uang
    tanpa dicek serius

Dan semua terjadi dengan tanda
tangan resmi
,
padahal arah kendalinya datang
dari satu orang di belakang layar.

Intinya:

Uang publik yang seharusnya
untuk pembangunan, diputar
lewat jalur rumit agar
akhirnya mendarat ke kantong
pribadi dengan tampilan
seolah semuanya resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *