buku

The Trump Triumph (Kemenangan Trump)

Sahabat, kita lanjutkan ke Bab 5 dan
Bab 6 dari buku 
Live Free Or Die.
Setelah membongkar apa yang ia
lihat sebagai konspirasi Deep State,
kebohongan media, dan ancaman
sosialisme, Sean Hannity kini
beralih ke sesuatu yang ia anggap
sengaja disembunyikan dari publik:
daftar panjang pencapaian Donald
Trump. Kemudian ia membawa kita
ke tengah pandemi COVID-19, yang
menurutnya telah dijadikan senjata
politik oleh lawan-lawan Trump.

Bab 5: The Trump Triumph
(Kemenangan Trump)

Sean Hannity membuka bab ini
dengan satu premis yang tegas:
ada dua versi dari masa kepresidenan
Donald Trump. Versi pertama adalah
versi yang diberitakan oleh media
arus utama. Dalam versi ini, Trump
adalah presiden yang kacau, tidak
kompeten, kontroversial, dan mungkin
juga seorang agen Rusia.
Pemerintahannya digambarkan
sebagai satu skandal panjang yang
tidak terputus.

Versi kedua adalah versi yang, menurut
Hannity, adalah kenyataan
sesungguhnya. Dalam versi ini,
Trump adalah presiden paling sukses
dalam sejarah modern Amerika.
Ia mencapai hal-hal yang tidak bisa
dicapai oleh para pendahulunya, dan
ia melakukannya sambil
terus-menerus diserang dari semua sisi.

Hannity kemudian memaparkan daftar
pencapaian Trump secara rinci.
Pertama adalah pemotongan pajak.
Tax Cuts and Jobs Act tahun 2017
adalah reformasi pajak terbesar
dalam beberapa dekade. Hannity
mencatat bahwa setiap golongan
pembayar pajak mendapatkan
pemotongan. Standar deduction
dinaikkan hampir dua kali lipat.
Pajak perusahaan dipotong dari tiga
puluh lima persen menjadi dua puluh
satu persen, membuat Amerika
kompetitif kembali dengan
negara-negara lain. Hasilnya,
menurut Hannity, adalah
pertumbuhan ekonomi yang belum
pernah terjadi sebelumnya.

Kedua adalah deregulasi
besar-besaran. Hannity berpendapat
bahwa selama pemerintahan Obama,
pemerintah federal telah mencekik
bisnis dengan ribuan peraturan baru.
Trump datang dan mulai memotong
peraturan-peraturan ini dengan
kecepatan yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Untuk setiap satu
peraturan baru yang diperkenalkan,
Trump menghapus delapan
peraturan lama. Hasilnya adalah
ledakan bisnis kecil, peningkatan
investasi, dan penciptaan
lapangan kerja.

Ketiga adalah rekor pasar saham.
Hannity mencatat bahwa di bawah
Trump, Dow Jones Industrial
Average mencapai rekor tertinggi
berkali-kali. Pasar saham yang
kuat bukan hanya menguntungkan
investor kaya di Wall Street. Ia juga
meningkatkan dana pensiun dan
tabungan 401(k) milik jutaan
pekerja biasa.

Keempat adalah pengangguran
terendah. Sebelum pandemi, tingkat
pengangguran Amerika mencapai
titik terendah dalam lima puluh
tahun. Hannity menekankan bahwa
kelompok-kelompok yang secara
historis paling terpinggirkan, yaitu
warga Amerika keturunan Afrika
dan Hispanik, serta wanita,
mencapai tingkat pengangguran
terendah dalam sejarah.

Kelima adalah kemandirian energi.
Di bawah Trump, untuk pertama
kalinya dalam puluhan tahun,
Amerika Serikat menjadi produsen
minyak dan gas terbesar di dunia,
melampaui Arab Saudi dan Rusia.
Amerika tidak lagi bergantung pada
minyak asing. Ini adalah keamanan
nasional sekaligus keamanan ekonomi.

Keenam adalah penunjukan tiga hakim
agung konservatif. Neil Gorsuch,
Brett Kavanaugh, dan Amy Coney
Barrett dikukuhkan ke Mahkamah
Agung selama masa jabatan Trump.
Hannity menyebut ini sebagai salah
satu warisan terpenting Trump,
karena para hakim ini akan
menafsirkan Konstitusi sesuai dengan
maksud asli para pendiri bangsa,
bukan sebagai dokumen hidup yang
bisa diubah-ubah oleh para hakim
aktivis.

Ketujuh adalah penanganan perbatasan.
Hannity memuji kebijakan Trump yang
tegas terhadap imigrasi ilegal.
Meskipun Kongres tidak memberinya
dana penuh untuk tembok perbatasan,
Trump tetap membangun ratusan mil
tembok baru. Kebijakan
“Remain in Mexico” memaksa para
pencari suaka untuk menunggu
di luar Amerika Serikat sementara
kasus mereka diproses, mengakhiri
praktik “catch and release”
(tangkap dan lepaskan) yang
menurut Hannity telah
disalahgunakan selama puluhan tahun.

Kedelapan adalah penghancuran ISIS.
Hannity mencatat bahwa ketika Trump
menjabat, ISIS menguasai wilayah
sebesar Inggris Raya di Timur Tengah
dan telah menginspirasi serangan teror
di seluruh dunia. Dalam waktu kurang
dari dua tahun, koalisi yang dipimpin
Amerika berhasil merebut kembali
hampir semua wilayah itu dan
menghancurkan kekhalifahan fisik ISIS.

Hannity menutup bab ini dengan satu
poin penting: semua pencapaian ini
diraih bukan dalam kondisi damai,
melainkan di tengah sabotase
terus-menerus. Deep State
membocorkan informasi rahasia.
Media memberitakan kebohongan.
Partai Demokrat memulai
penyelidikan impeachment yang
oleh Hannity disebut sebagai upaya
kudeta. Dan meskipun demikian,
Trump tetap berhasil. Hannity
bertanya: apa yang bisa dicapai
oleh Trump jika ia dibiarkan
bekerja tanpa gangguan?

Bab 6: Defeating the Virus
(Mengalahkan Virus)

Bab ini ditulis di tengah pandemi
COVID-19, dan Hannity
membukanya dengan memuji respons
awal Donald Trump. Pada Januari
2020, ketika sebagian besar dunia
masih menganggap virus corona
sebagai masalah yang jauh di Cina,
Trump mengumumkan larangan
perjalanan dari Cina. Hannity
mencatat bahwa keputusan ini
langsung dikutuk oleh lawan-lawan
politiknya. Joe Biden menyebutnya
sebagai “xenophobia” (ketakutan
berlebihan terhadap orang asing).
Media menyebutnya sebagai
tindakan berlebihan yang tidak perlu.

Tetapi Hannity berpendapat bahwa
larangan perjalanan itu adalah
keputusan yang tepat dan berani.
Ia menyelamatkan puluhan ribu,
bahkan mungkin ratusan ribu nyawa,
karena memperlambat masuknya
virus ke Amerika Serikat pada
masa-masa awal yang paling kritis.
Namun, Hannity mengakui bahwa
tidak semua respons setelahnya
berjalan sempurna. Virus ini baru,
informasi yang tersedia terbatas, dan
semua orang, termasuk para ilmuwan,
sedang belajar sambil berjalan.

Setelah memuji respons awal, Hannity
mengarahkan kemarahannya kepada
para gubernur Demokrat. Ia mengecam
keras lockdown berkepanjangan yang
diterapkan di negara bagian seperti
New York, California, dan Michigan.
Hannity berpendapat bahwa lockdown
ini adalah perampasan kebebasan sipil
yang paling parah dalam sejarah
Amerika. Pemerintah, katanya, tidak
memiliki hak untuk memerintahkan
warga negara yang sehat untuk tinggal
di rumah mereka, menutup bisnis
yang telah dibangun dengan susah
payah, dan melarang orang untuk
mengunjungi orang yang mereka
cintai.

Hannity melangkah lebih jauh dengan
menuduh bahwa lockdown memiliki
motif politik. Ia menunjuk pada fakta
bahwa lockdown paling ketat
diterapkan di negara bagian yang
dipimpin oleh gubernur Demokrat,
dan bahwa kerusakan ekonomi yang
diakibatkannya sangat parah.
Ekonomi yang kuat adalah salah satu
keunggulan utama Trump menjelang
pemilu 2020.
Dengan menghancurkan ekonomi
melalui lockdown, Hannity
berargumen, para gubernur
Demokrat secara efektif
menghilangkan keunggulan itu.
Ia menyebut ini sebagai pukulan
buatan terhadap ekonomi yang
dirancang untuk menjatuhkan
Trump.

Di tengah semua ini, Hannity
menekankan semangat yang menjadi
judul bukunya: “Live Free or Die”
(Hidup Bebas atau Mati).
Ia berpendapat bahwa orang Amerika
harus diizinkan untuk menjalani
hidup mereka, membuka bisnis
mereka, dan menjalankan kebebasan
mereka, bahkan di tengah pandemi.
Ini bukan berarti mengabaikan virus
sepenuhnya. Hannity setuju bahwa
kelompok rentan, yaitu orang tua
dan mereka yang memiliki kondisi
kesehatan bawaan, harus dilindungi.
Mereka harus tinggal di rumah,
menjaga jarak, dan mengambil
tindakan pencegahan ekstra. Tetapi
orang-orang yang sehat, yang
berisiko rendah, harus diizinkan
untuk kembali bekerja, kembali
ke sekolah, dan kembali
ke kehidupan normal. Mengunci
seluruh populasi demi melindungi
sebagian kecil adalah kebijakan
yang tidak masuk akal.

Hannity menutup bab ini dengan
optimisme yang hati-hati. Ia percaya
pada ketahanan rakyat Amerika.
Ia percaya bahwa Amerika akan
mengalahkan virus ini, sama seperti
Amerika telah mengalahkan setiap
musuh sepanjang sejarahnya.
Tetapi ia memperingatkan bahwa
musuh terbesar bukanlah virus itu
sendiri. Musuh terbesar adalah
ketakutan yang melumpuhkan, dan
para politisi yang menggunakan
ketakutan itu untuk merampas
kebebasan. Ia mendorong para
pembacanya untuk tidak menyerah
pada ketakutan, untuk terus
berjuang demi hak-hak mereka, dan
untuk mengingat bahwa kebebasan
bukanlah sesuatu yang bisa ditawar.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Gaes, kita lanjut lagi bahas buku
Live Free Or Die.
Setelah Sean Hannity puas bongkar
konspirasi Deep State, kebohongan
media, dan ancaman sosialisme,
sekarang dia pindah haluan.
Dia mau nunjukin sesuatu yang dia
klaim sengaja DISEMBUNYIIN dari
publik: daftar panjang pencapaian
Donald Trump yang bikin melongo.
Terus, dia bawa kita ke tengah
pandemi COVID-19, yang katanya
dijadlin senjata politik buat
ngejatuhin Trump.

Bab 5: The Trump Triumph,
Kemenangan Trump

Hannity buka bab ini dengan premis
tegas: ada DUA VERSI dari masa
kepresidenan Donald Trump.
Versi pertama, versi yang diberitain
media arus utama. Di versi ini,
Trump digambarin sebagai presiden
kacau, gak kompeten, penuh
kontroversi, dan mungkin agen Rusia.
Pemerintahannya dilukisin kayak satu
skandal panjang yang gak putus-putus.

Versi kedua, versi yang kata Hannity
adalah KENYATAAN
SESUNGGUHNYA. Di versi ini,
Trump adalah PRESIDEN PALING
SUKSES dalam sejarah modern
Amerika. Dia mencapai hal-hal yang
gak bisa dicapai para pendahulunya,
dan dia ngelakuin semua itu sambil
terus-terusan DISERANG dari segala
penjuru.

Terus, Hannity langsung beberin
daftar panjang pencapaian Trump
dengan detail.

Pertama, PEMOTONGAN PAJAK.
Tax Cuts and Jobs Act tahun 2017
adalah reformasi pajak terbesar dalam
beberapa dekade. Hannity catet, setiap
golongan pembayar pajak dapet
pemotongan. Standar deduksi dinaikin
hampir dua kali lipat. Pajak perusahaan
dipotong dari 35 persen jadi 21 persen,
bikin Amerika kompetitif lagi.
Hasilnya? Pertumbuhan ekonomi
yang gila-gilaan.

Kedua, DEREGULASI
BESAR-BESARAN. Hannity
berpendapat, selama Obama,
pemerintah federal nyekik bisnis
pake ribuan peraturan baru.
Trump datang dan mulai motong
peraturan ini dengan kecepatan roket.
Satu peraturan baru masuk, delapan
peraturan lama dihapus. Hasilnya?
Ledakan bisnis kecil, investasi naik,
dan lapangan kerja tercipta.

Ketiga, REKOR PASAR SAHAM.
Di bawah Trump, Dow Jones pecahin
rekor tertinggi berkali-kali. Pasar saham
kuat bukan cuma untungin investor
tajir di Wall Street, tapi juga naikin
dana pensiun dan tabungan 401(k)
milik jutaan pekerja biasa.

Keempat, PENGANGGURAN
TERENDAH. Sebelum pandemi,
pengangguran AS nyentuh titik
terendah dalam 50 tahun. Hannity
nekanin, kelompok yang paling
termarjinalkan secara historis, kayak
warga kulit hitam, Hispanik, dan
perempuan, mencapai pengangguran
terendah DALAM SEJARAH.

Kelima, KEMANDIRIAN ENERGI.
Di bawah Trump, buat pertama
kalinya dalam puluhan tahun, AS jadi
produsen minyak dan gas TERBESAR
di dunia, ngalahin Arab Saudi dan
Rusia. Amerika gak perlu lagi ngemis
minyak asing. Ini keamanan nasional
sekaligus keamanan ekonomi.

Keenam, TIGA HAKIM AGUNG
KONSERVATIF. Neil Gorsuch, Brett
Kavanaugh, dan Amy Coney Barrett
dikukuhin ke Mahkamah Agung.
Hannity nyebut ini warisan terpenting
Trump. Soalnya, para hakim ini bakal
nafsirin Konstitusi sesuai MAKSUD
ASLI pendiri bangsa, bukan sebagai
dokumen hidup yang bisa
diobok-obok hakim aktivis.

Ketujuh, PENANGANAN
PERBATASAN. Hannity puji
kebijakan tegas Trump soal imigrasi
ilegal. Kongres gak ngasih dana
penuh buat tembok? Trump tetep
bangun RATUSAN MIL tembok baru.
Kebijakan “Tetep di Meksiko” maksa
pencari suaka nunggu di luar AS,
ngebasmi praktik “tangkap dan lepas”
yang katanya udah disalahgunain
puluhan tahun.

Kedelapan, PENGHANCURAN ISIS.
Hannity catet, pas Trump naik, ISIS
kuasai wilayah segede Inggris Raya
dan menginspirasi teror global.
Dalam waktu kurang dari
DUA TAHUN, koalisi pimpinan AS
rebut lagi hampir semua wilayah itu
dan ngancurin kekhalifahan fisik ISIS.

Hannity nutup bab ini dengan poin
penting: SEMUA pencapaian gila ini
diraih BUKAN dalam kondisi damai.
Tapi di tengah SABOTASE
terus-menerus. Deep State bocorin
rahasia. Media nyebarin kebohongan.
Demokrat mulai penyelidikan
impeachment yang disebut Hannity
sebagai upaya KUDETA. Meski
begitu, Trump TETAP BERHASIL.
Hannity nantang: apa lagi yang bisa
Trump capai kalo dia DIBIARIN
kerja tanpa gangguan?

Bab 6: Defeating the Virus,
Ngalahin Virus

Bab ini ditulis pas pandemi COVID-19
lagi panas-panasnya. Hannity buka
dengan muji respons awal Trump.
Januari 2020, pas sebagian dunia
masih anggap virus corona masalah
jauh di Cina, Trump UMUMIN
LARANGAN PERJALANAN DARI
CINA. Hannity catet, keputusan ini
langsung DIKUTUK lawan politiknya.
Joe Biden nyebut ini “xenophobia”,
takut berlebihan sama orang asing.
Media nyebut tindakan berlebihan
yang gak perlu.

Tapi Hannity ngotot, larangan
perjalanan itu adalah keputusan
TEPAT dan BERANI. Dia nyelametin
puluhan ribu, bahkan mungkin
ratusan ribu nyawa, karena ngerem
masuknya virus di masa awal yang
kritis. Tapi, Hannity ngaku, gak semua
respons setelahnya sempurna.
Virus baru, info terbatas, dan semua
orang, termasuk ilmuwan, lagi belajar
sambil jalan.

Setelah muji, Hannity langsung
ngarahin kemarahannya
ke GUBERNUR-GUBERNUR
DEMOKRAT. Dia kecam keras
lockdown berkepanjangan di negara
bagian kayak New York, California,
dan Michigan. Hannity berpendapat,
lockdown ini adalah PERAMPASAN
KEBEBASAN SIPIL TERPARAH
dalam sejarah Amerika. Pemerintah,
katanya, GAK PUNYA HAK merintah
warga sehat tinggal di rumah, nutup
bisnis yang dibangun susah payah,
dan ngelarang orang jenguk orang
tercinta.

Hannity maju selangkah lebih jauh.
Dia nuduh lockdown punya MOTIF
POLITIK. Dia tunjuk, lockdown
paling ketat terjadi di negara bagian
yang dipimpin gubernur Demokrat,
dan kerusakan ekonominya PARAH.
Ekonomi kuat adalah kartu as
Trump jelang pemilu 2020. Dengan
ngancurin ekonomi lewat lockdown,
Hannity berargumen, para gubernur
Demokrat secara efektif NGILANGIN
kartu as itu. Dia nyebut ini pukulan
BUATAN ke ekonomi yang dirancang
khusus buat ngejatuhin Trump.

Di tengah kekacauan ini, Hannity
nekanin semangat judul bukunya:
“Live Free or Die”, Hidup Bebas
atau Mati. Dia berpendapat, orang
Amerika harus DIIZINKAN jalani
hidup, buka bisnis, dan jalanin
kebebasan mereka, bahkan di tengah
pandemi. Ini bukan berarti cuek total
sama virus. Hannity setuju, kelompok
rentan, lansia dan yang punya
komorbid, harus dilindungin. Mereka
harus di rumah, jaga jarak, ekstra
hati-hati. Tapi orang SEHAT, yang
berisiko rendah, HARUS diizinkan
balik kerja, balik sekolah, dan balik
ke hidup normal. Ngunci SELURUH
populasi demi lindungin sebagian
kecil adalah kebijakan GAK MASUK
AKAL.

Hannity nutup bab ini dengan
optimisme yang hati-hati. Dia percaya
ketahanan rakyat Amerika. Percaya
Amerika bakal ngalahin virus ini,
kayak Amerika ngalahin setiap musuh
dalam sejarah. Tapi dia peringatin,
musuh terbesar BUKAN virusnya.
Musuh terbesar adalah KETAKUTAN
yang melumpuhkan, dan para politisi
yang pake ketakutan itu buat
ngrampas kebebasan. Dia dorong
pembacanya buat GAK MENYERAH
pada ketakutan. Terus berjuang demi
hak-hak lo. Dan inget, kebebasan itu
gak bisa ditawar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *