buku

Memahami Sifat Dasar ADHD

Untuk bisa mengelola ADHD dengan
baik, seseorang perlu terlebih dahulu
memahami bagaimana gangguan
ini bekerja
. Menurut Russell A.
Barkley, ADHD tidak muncul begitu
saja tanpa sebab. Perkembangannya
dipengaruhi oleh faktor genetik
dan cedera pada otak
.

Apa pun penyebabnya, ADHD biasanya
berkaitan dengan gangguan pada
beberapa proses mental penting.
Proses-proses ini berperan besar dalam
cara seseorang berpikir, mengambil
keputusan, dan mengatur perilaku
sehari-hari.

Karena itu, ADHD bukan hanya
masalah sulit fokus. Gangguan ini
berkaitan dengan cara otak
mengontrol tindakan, mengatur
diri, dan merencanakan masa
depan
.

Banyak orang dengan ADHD
sebenarnya tahu apa yang harus
mereka lakukan. Namun tantangannya
adalah menerapkan pengetahuan
tersebut dalam kehidupan nyata
.

Kesulitan Menghambat Dorongan
(Inhibition)

Salah satu proses mental yang
terganggu pada ADHD adalah
inhibition, yaitu kemampuan
untuk menahan diri sebelum bertindak.

Jika kemampuan ini terganggu,
seseorang cenderung bertindak
secara impulsif
tanpa
mempertimbangkan konsekuensinya
terlebih dahulu.

Orang dengan ADHD sering hidup
sangat fokus pada momen saat ini.
Hal ini membuat mereka sulit
memikirkan dampak jangka panjang
dari tindakan mereka.

Contoh sederhana bisa terlihat saat
berbelanja. Seseorang mungkin melihat
barang yang menarik dan langsung
membelinya tanpa berpikir apakah uang
tersebut sebenarnya diperlukan untuk
membayar tagihan.

Contoh lain terjadi dalam percakapan
sehari-hari. Ketika seseorang sedang
berbicara, orang dengan ADHD mungkin
langsung menyela karena ide tiba-tiba
muncul di pikirannya. Ia tidak
bermaksud tidak sopan, tetapi
dorongan untuk berbicara muncul
begitu cepat sehingga sulit ditahan.

Kemampuan untuk berhenti sejenak
sebelum bertindak
adalah
keterampilan penting dalam kehidupan.
Tanpa kemampuan ini, seseorang lebih
mudah melakukan keputusan yang
berisiko.

Tantangan dalam Mengendalikan
Diri

Proses mental kedua yang sering
terganggu adalah self-control
atau pengendalian diri
.

Orang dengan ADHD sering kesulitan
menunda kesenangan kecil
sekarang demi keuntungan yang
lebih besar di masa depan
.

Misalnya, seorang mahasiswa tahu
bahwa ia harus belajar untuk ujian
minggu depan. Namun ketika ada
godaan menonton video atau bermain
game, ia lebih memilih kesenangan
yang langsung terasa dibandingkan
manfaat belajar yang baru akan
terlihat nanti.

Hal yang sama bisa terjadi dalam
pekerjaan. Seseorang mungkin harus
menyelesaikan tugas yang
membosankan tetapi penting. Namun
karena tugas itu terasa melelahkan,
ia memilih melakukan hal lain yang
lebih menyenangkan.

Kurangnya pengendalian diri juga bisa
terlihat saat seseorang melakukan
sesuatu tanpa membaca instruksi
terlebih dahulu
. Ia ingin segera
memulai, tetapi akhirnya membuat
kesalahan yang sebenarnya bisa
dihindari.

Masalah ini bukan karena seseorang
tidak memahami pentingnya aturan
atau prosedur. Tantangannya adalah
mengendalikan dorongan
untuk bertindak cepat
.

Gangguan pada Fungsi Eksekutif
Otak

Proses mental ketiga yang terpengaruh
adalah executive functions atau
fungsi eksekutif.

Fungsi ini adalah kemampuan mental
yang membantu seseorang belajar
dari pengalaman masa lalu dan
menggunakannya untuk
membuat keputusan yang lebih
baik di masa depan
.

Ketika fungsi ini terganggu, seseorang
bisa mengalami berbagai kesulitan
seperti:

  • kehilangan rasa terhadap waktu

  • lupa melakukan hal penting

  • sulit mencapai tujuan jangka
    panjang

Misalnya, seseorang mungkin
berencana datang tepat waktu
ke sebuah pertemuan. Namun ia tidak
menyadari bahwa waktu berjalan
sangat cepat. Ia menunda bersiap-siap
hingga akhirnya terlambat.

Contoh lain adalah lupa melakukan
tugas yang sebenarnya sangat
penting, seperti membayar tagihan
atau mengirim dokumen pekerjaan.

Masalah ini membuat banyak orang
dengan ADHD merasa hidup mereka
sering tidak teratur, meskipun
sebenarnya mereka memiliki niat
yang baik.

Dampak ADHD pada Interaksi
Sosial

ADHD juga dapat mempengaruhi
hubungan sosial seseorang.

Dalam percakapan sehari-hari,
seseorang dengan ADHD mungkin
tanpa sadar mengatakan sesuatu yang
menyinggung orang lain. Hal ini
terjadi bukan karena ia ingin menyakiti
perasaan orang lain, tetapi karena ia
sulit membaca situasi sosial dengan
cepat.

Misalnya, dalam sebuah diskusi,
seseorang mungkin langsung
mengkritik ide temannya dengan cara
yang terlalu spontan. Bagi dirinya itu
hanya komentar biasa, tetapi bagi
orang lain bisa terasa menyakitkan.

Selain itu, memahami emosi dan
reaksi orang lain
juga bisa menjadi
tantangan. Kadang seseorang tidak
menyadari bahwa lawan bicaranya
sudah merasa kesal atau tersinggung.

Akibatnya, hubungan sosial bisa
menjadi lebih rumit jika kedua pihak
tidak saling memahami kondisi ini.

Lima Area Kehidupan yang
Paling Terpengaruh

Masalah mental yang berkaitan dengan
ADHD biasanya mempengaruhi
kualitas hidup dalam lima area utama.

Pertama adalah manajemen waktu.
Banyak orang dengan ADHD merasa
waktu berlalu terlalu cepat atau sulit
memperkirakan berapa lama suatu
pekerjaan akan selesai.

Kedua adalah pengaturan diri atau
organisasi diri
. Meja kerja bisa
menjadi berantakan, jadwal mudah
terlupakan, dan tugas-tugas sering
tidak tersusun dengan jelas.

Ketiga adalah pembatasan diri. Ini
berkaitan dengan kemampuan
menahan dorongan untuk melakukan
sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Keempat adalah motivasi diri.
Memulai pekerjaan sering terasa sangat
sulit, terutama jika pekerjaan tersebut
membosankan atau membutuhkan
usaha jangka panjang.

Kelima adalah pengendalian emosi.
Emosi seperti marah, frustrasi, atau
kecewa bisa muncul dengan sangat kuat.

Kelima area ini sangat mempengaruhi
kehidupan sehari-hari, mulai dari
produktifitas kerja, hubungan
dengan orang lain, pengelolaan
keuangan, hingga keselamatan
saat mengemudi
.

Mengapa ADHD Membuat Hal
Sederhana Menjadi Sulit

Banyak hal yang tampak mudah bagi
orang lain sebenarnya membutuhkan
usaha ekstra bagi seseorang
dengan ADHD
.

Salah satu alasannya adalah karena
ADHD mempengaruhi bagian depan
otak (frontal lobe)
. Bagian otak ini
bertanggung jawab atas produktivitas,
perencanaan, dan pengendalian perilaku.

Karena itu, masalah utama pada ADHD
bukanlah kurangnya pengetahuan.
Seseorang mungkin tahu apa yang harus
dilakukan, tetapi kesulitan mengubah
pengetahuan tersebut menjadi
tindakan nyata
.

Misalnya, seseorang tahu bahwa ia
harus berangkat lebih awal agar tidak
terlambat. Namun tetap saja ia
berangkat terlambat karena sulit
mengatur waktu dengan tepat.

Pentingnya Berhenti Sejenak
Sebelum Bertindak

Salah satu tanda awal ADHD adalah
kesulitan menahan dorongan
untuk bertindak
.

Sejak kecil, orang tua biasanya
mengajarkan anak untuk berpikir
sebelum bertindak
. Kebiasaan ini
membantu seseorang menghindari
risiko dan bahaya.

Namun bagi individu dengan ADHD,
proses berhenti sejenak ini
sering kali sulit dilakukan.

Akibatnya, mereka lebih rentan
melakukan tindakan berbahaya tanpa
berpikir panjang. Misalnya:

  • menyentuh benda panas tanpa
    berhati-hati

  • menyentuh kabel listrik tanpa
    menyadari risikonya

  • menyeberang jalan ketika
    lampu masih merah

Kemampuan untuk berhenti sejenak
sebelum bertindak sangat penting
dalam mencapai keberhasilan dalam
kehidupan.

Kesulitan Melawan Gangguan
dari Lingkungan

Hal lain yang sering membuat orang lain
bingung adalah betapa mudahnya
seseorang dengan ADHD
terdistraksi
.

Bagi banyak orang, mengabaikan
gangguan kecil seperti suara notifikasi
atau percakapan di sekitar mungkin
terasa mudah. Namun bagi orang
dengan ADHD, gangguan kecil bisa
langsung mengalihkan perhatian mereka.

Russell A. Barkley menggambarkan
ADHD seperti kehilangan sakelar
dalam otak
yang seharusnya
membantu menghentikan
dorongan-dorongan yang tidak penting
dan menjaga fokus.

Karena itu, kesulitan memperhatikan
bukanlah kesalahan pribadi. Kondisi ini
memang membuat otak bekerja dengan
cara yang berbeda.

Perbedaan ADHD di Kota dan
di Desa

Menariknya, penelitian yang disebutkan
oleh Barkley menunjukkan bahwa
jumlah anak dengan ADHD lebih
sedikit ditemukan di daerah
pedesaan dibandingkan di daerah
perkotaan
.

Meskipun alasan pastinya tidak selalu
jelas, lingkungan yang lebih tenang dan
aktivitas yang lebih bebas di pedesaan
mungkin membuat gejala ADHD tidak
terlalu terlihat atau tidak terlalu
mengganggu kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, kehidupan di kota yang
penuh tuntutan, jadwal padat, dan
banyak gangguan bisa membuat
gejala ADHD menjadi lebih terlihat.

Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan
juga dapat mempengaruhi bagaimana
ADHD muncul dalam kehidupan seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *