Cara Memperbarui Tantangan Mental: Menghidupkan Kembali Percikan yang Mulai Redup
Pernahkah Anda merasa bahwa
hubungan Anda berjalan dengan
mode autopilot? Semua terasa datar.
Anda dan pasangan hanya menjalani
rutinitas harian yang itu-itu saja.
Tidak ada masalah besar, tetapi juga
tidak ada lagi rasa semangat atau
kegembiraan seperti di awal hubungan.
Jika Anda merasakan hal itu,
Chapter 9 dalam buku Why Men Love
Bitches karya Sherry Argov hadir
untuk membahasnya. Bab ini adalah
tentang mengguncang keadaan
dan membawa kembali percikan
menarik yang mungkin sudah mulai
pudar seiring berjalannya waktu.
Ini adalah panduan untuk mengisi
ulang energi hubungan Anda
dengan kesegaran dan minat yang
baru.
Mulai dari Diri Sendiri: Jadilah
Pribadi yang Menarik
Bab ini dimulai dengan sebuah ide
sederhana namun sangat kuat.
Daripada duduk diam menunggu
pasangan Anda yang menciptakan
keseruan, ambil inisiatif untuk
memulainya dari diri Anda
sendiri.
Fokus utamanya adalah: Fokus pada
diri Anda sendiri terlebih dahulu.
Ini mungkin terdengar egois, tetapi
sebenarnya tidak. Logikanya adalah:
Ketika Anda mengembangkan
minat dan gairah hidup Anda
sendiri, Anda secara alami menjadi
pribadi yang lebih menarik
di mata pasangan. Anda membawa
energi baru ke dalam hubungan.
Contoh Praktis:
Bayangkan Anda memutuskan untuk
memulai hobi baru. Misalnya,
mengikuti kelas membuat tembikar,
belajar bermain gitar, atau bergabung
dengan klub buku. Atau, Anda
menghidupkan kembali hobi lama
yang dulu Anda sukai, seperti
melukis atau berkebun.
Apa yang terjadi?
Anda menjadi lebih bahagia.
Anda memiliki sesuatu untuk
dinantikan, sesuatu yang
menjadi milik Anda sendiri.Anda menambah dimensi
baru dalam hubungan.
Sekarang, Anda punya cerita
baru untuk dibagikan kepada
pasangan. Anda punya
pengalaman baru yang membuat
obrolan tidak lagi monoton
seputar “tadi makan apa” atau
“nanti mau ke mana”. Anda
menjadi sumber energi segar,
bukan sumber kebosanan.
Ketika pasangan melihat Anda
bersemangat menceritakan hasil karya
tembikar pertama Anda atau lagu
yang baru Anda pelajari, ia akan
melihat sisi lain dari diri Anda.
Ini menghidupkan kembali rasa
penasaran yang mungkin sudah
lama hilang.
Ubah Rutinitas: Hal-Hal Kecil
yang Berdampak Besar
Bagian selanjutnya dari bab ini
membahas tentang mengubah
rutinitas. Sangat mudah bagi
pasangan untuk terjebak dalam
kebiasaan yang itu-itu saja.
Setiap akhir pekan pergi ke mal
yang sama, setiap malam menonton
acara yang sama di televisi, setiap
pagi dengan ritual yang persis sama.
Lama-kelamaan, ini menciptakan
rasa bosan yang mendalam.
Buku ini menyarankan untuk
mencampuradukkan segalanya.
Anda tidak perlu merencanakan
liburan mewah ke luar negeri untuk
menciptakan perubahan. Seringkali,
perubahan kecil sudah cukup
untuk membuat perbedaan besar.
Contoh Perubahan Kecil yang
Bisa Dicoba:
Tempat Makan Baru:
Alih-alih pergi ke restoran
langganan, cobalah restoran
baru yang belum pernah kalian
kunjungi. Atau coba jenis
masakan yang berbeda dari
biasanya.Kejutan Sederhana:
Rencanakan kencan kejutan.
Tidak perlu mahal. Bisa berupa
piknik sederhana di taman, atau
menonton pertunjukan musik
di kafe kecil.Ubah Ritual Akhir Pekan:
Jika biasanya Sabtu pagi
dihabiskan untuk bersih-bersih
rumah, coba sesekali tinggalkan
semua itu dan pergi jalan-jalan
pagi ke pasar tradisional atau
naik gunung pendek.
Perubahan-perubahan kecil ini
mengirimkan sinyal ke otak bahwa
hubungan ini masih hidup dan
dinamis. Ini memecah pola kebosanan
dan menciptakan momen-momen
baru yang bisa dikenang bersama.
Jangan Lupakan Humor:
Tertawa Bersama Itu Penting
Aspek kunci lainnya yang dibahas
dalam bab ini adalah humor.
Seiring berjalannya waktu, banyak
pasangan lupa untuk sekadar
tertawa bersama. Kehidupan yang
serius dengan segala tuntutan
pekerjaan dan tanggung jawab
seringkali membuat interaksi
menjadi kaku dan formal.
Buku ini mengingatkan kita untuk
tidak terlalu serius dalam
menjalani hubungan. Membawa
keringanan dan keceriaan
ke dalam interaksi sehari-hari dapat
menyalakan kembali
kegembiraan yang mungkin sudah
lama padam.
Contoh Praktis:
Ceritakan kejadian lucu yang
Anda alami di kantor dengan
cara yang menghibur.Kirimkan pesan singkat berisi
lelucon ringan atau meme
lucu di tengah hari yang sibuk.Saat terjadi kesalahan kecil
(misalnya makanan gosong atau
rencana berantakan), alih-alih
marah atau stres, coba
tertawakan bersama.
Tertawa bersama adalah perekat
emosional yang sangat kuat.
Momen-momen tawa menciptakan
kenangan positif dan memperkuat
ikatan. Ini membuat hubungan terasa
lebih ringan dan menyenangkan,
bukan sekadar daftar tugas dan
kewajiban yang harus diselesaikan
bersama.
Inti Bab Ini: Menjaga Hubungan
Tetap Hidup dan Menarik
Inti dari Chapter 9 yang berjudul
“How to Renew the Mental Challenge”
adalah tentang menjaga aspek
mental dan emosional dalam
hubungan Anda tetap hidup
dan menarik.
Ini adalah pengingat penting bahwa
hubungan membutuhkan usaha
dan kreativitas. Cinta saja tidak
cukup untuk membuat hubungan
bertahan lama dan bahagia. Koneksi
mental sama pentingnya dengan
koneksi fisik. Ketika pikiran Anda
berdua terus tertantang, terhibur,
dan tertarik satu sama lain, hubungan
akan terasa segar dan tidak mudah
basi.
Dengan berfokus pada pengembangan
diri, berani mengubah rutinitas, dan
tidak lupa untuk tertawa, Anda
sedang secara aktif merawat
hubungan Anda. Anda sedang
memastikan bahwa hubungan itu
adalah taman yang terus berbunga,
bukan gurun yang kering dan
membosankan.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Siap, gas lagi! Kali ini kita masuk
ke Chapter 9 yang temanya deket
banget sama keseharian kita:
Hubungan yang Udah Kayak
Nasi Dingin.
Pernah gak sih lo ngerasa hubungan
lo tuh… flat. Gak ada masalah gede
sih. Gak ada yang selingkuh, gak ada
yang toxic. Tapi rasanya kayak
yesterday’s news. Bangun tidur,
chat “Pagi”, pulang kerja, dinner,
nonton TV, tidur. Besok ulangi lagi.
Nah, di bab ini Sherry Argov
ngomongin gimana caranya ngocok
ulang gelas yang udah mulai
hambar. Biar percikannya nyala lagi,
biar lo berdua gak cuma jadi temen
sekamar yang kebetulan ciuman.
Rule #1: Jangan Nunggu Dia!
Mulai Dari Lo Dulu!
Ini nih jebakan paling klasik.
Lo ngerasa bosen, tapi lo nunggu doi
yang bikin kejutan. Lo nunggu doi
ngajak liburan. Lo nunggu doi yang
berubah. Lah, kapan mulainya?
Sherry bilang, kuncinya itu FOKUS
DULU SAMA DIRI LO SENDIRI.
Bukan egois. Tapi logikanya simpel:
Orang yang bahagia dan sibuk
dengan dunianya sendiri itu
jauh lebih menarik daripada
orang yang cuma duduk manis
nunggu dihibur.
Contoh Praktis yang Bisa Lo
Coba Minggu Depan:
Ambil kelas Tembikar. Atau
kelas Melukis Fluid Art.
Atau les Gitar.Nyalain lagi hobi lama yang
dulu lo suka tapi mati suri
gara-gara sibuk pacaran
(misal: baca novel detektif,
atau nanem lidah mertua).
Efeknya apa?
Pertama, lo jadi lebih happy.
Lo punya sesuatu yang lo
tunggu-tunggu selain chat
“Udah makan?” dari dia.
Kedua, lo punya bahan obrolan
baru. Bayangin pas dinner lo cerita,
“Eh tadi tangan gue belepotan tanah
liat banget. Hasilnya jelek tapi seru!”
Itu jauh lebih menarik daripada
ngomongin cucian piring lagi.
Tanpa lo sadar, lo jadi sumber
entertainment baru buat dia. Lo jadi
mysterious lagi. Dia bakal mikir,
“Lah, dia kok happy banget? Kok
banyak cerita? Jadi penasaran gue.”
Rule #2: Bongkar Rutinitas!
Gak Perlu Mahal, Cukup
Geser Dikit
Ini dia pembunuh hubungan nomor
satu: RUTINITAS YANG
ITU-ITU AJA.
Jumat malam: Makan di resto A.
Sabtu: Laundry dan rebahan.
Minggu: Ke rumah mertua.
Kalau udah gini, otak kita tuh kayak
di-setting ke mode autopilot.
Gak ada challenge. Gak ada rasa
penasaran.
Gak perlu tiket ke Bali buat bikin
beda. Coba hal-hal receh ini:
Ganti Tempat Makan:
Jangan resto langganan mulu.
Coba cari angkringan pojokan
yang lampunya temaram tapi
nasgor-nya enak. Atau coba
jajanan Korea di pinggir jalan.Kejutan Dadakan:
Pulang kerja bawa martabak
manis. Gak ada alasannya.
Cuma bilang, “Lagi pengen liat
lo senyum sambil belepotan
coklat.”Ubah Ritual Sabtu Pagi:
Daripada cuma bersih-bersih
rumah sambil bete, coba
tinggalin semua. Pergi naik
gunung pendek, atau cuma
ke pasar bunga cari tanaman
murah.
Otak kita tuh butuh stimulus baru.
Begitu rutinitas pecah, secara gak sadar
lo berdua jadi lebih present. Kalian jadi
ciptain momen baru, bukan cuma
ngulang memori lama.
Rule #3: Ketawa Itu Gratis,
Jangan Pelit-Pelit!
Seiring waktu, banyak pasangan yang
interaksinya jadi serius banget.
Isinya cuma:
“Udah bayar listrik?”
“Besok anterin bunda
ke dokter ya.”“Jangan lupa besok kamu
jemput anak.”
Lo lupa gimana rasanya ketawa
ngakak bareng. Padahal, humor itu
perekat emosional yang paling murah
dan anti ribet.
Coba deh mulai dari yang simpel:
Kirim meme receh pas dia lagi
di kantor.Ceritain kejadian memalukan lo
hari ini (misal: nyangkut
di pintu lift).Kalau masakan lo gosong atau
rencana berantakan, jangan
ngambek. Coba ketawain aja
berdua. “Yaelah, nasinya jadi
bubur. Pesen GoFood aja yuk
sambil nonton drakor.”
Sherry ingetin, jangan terlalu serius
ngejalanin hubungan. Hubungan yang
sehat tuh ada ruang buat jadi goofy
dan cringe bareng. Momen-momen
ngakak tanpa beban itulah yang bikin
lo ngerasa, “Untung gue sama dia.
Gak ada yang ngerti humor receh
gue selain dia.”
Intinya: Cinta Aja Gak Cukup,
Butuh “Bumbu” Biar Gak Basi
Jadi gitu guys. Chapter 9 ini intinya
ngajarin kita bahwa cinta itu kayak
tanaman. Butuh disiram, butuh
dipupuk, butuh sesekali dijemur
matahari biar gak layu.
Siram: Dengan hobi dan
kebahagiaan lo sendiri.Pupuk: Dengan memecah
rutinitas yang membosankan.Matahari: Dengan tawa dan
humor yang bikin hati adem.
Jangan biarin hubungan lo jalan
di mode autopilot sampai lo bangun
suatu hari dan ngerasa udah jadi
orang asing satu sama lain.
Yuk, mulai dari sekarang. Jadiin diri
lo lebih menarik, dan liat deh gimana
hubungan lo ikutan lebih berwarna.
Ada yang punya tips receh buat
mecahin rutinitas? Atau mungkin
meme lucu yang bikin doi ngakak?
