buku

Buku Happiness is The Way Wayne W. Dyer, Ph.D., Kebahagiaan adalah Jalan Itu Sendiri

Happiness is The WayWayne W. Dyer, Ph.D.
Happiness is The Way
Wayne W. Dyer, Ph.D.

Happiness Is the Way adalah buku
yang menghadirkan kembali ajaran
klasik Wayne W. Dyer, Ph.D., yang
selama hidupnya dikenal sebagai
“father of motivation” oleh para
penggemarnya. Buku ini menjadi
karya baru pertama yang terbit
setelah beliau berpulang, disusun
dari rekaman kuliah audio tahun
1990-an dan 2000-an.
Bagi penggemar lama, buku ini
adalah kesempatan untuk kembali
menyelami suara dan
kebijaksanaan yang pernah
menginspirasi mereka.
Bagi pembaca baru, ini adalah
pintu masuk untuk memahami
ajaran spiritualnya yang paling
mendasar.

Salah satu kutipan favorit Wayne
Dyer yang paling sering diulang
adalah: “When you change the way
you look at things, the things you
look at change.”
Ketika cara kita
memandang sesuatu berubah, maka
sesuatu yang kita pandang itu pun
tampak berubah. Di dalam
kumpulan ajaran klasiknya yang
untuk pertama kali diterbitkan
dalam bentuk tulisan ini, pembaca
diajak menemukan solusi baru
untuk berbagai persoalan hidup.
Wayne Dyer menegaskan satu
prinsip sederhana namun
mendalam: tidak ada jalan menuju
kebahagiaan
—kebahagiaan itu sendirilah jalannya.

Sikap adalah Segalanya

Dalam ajaran ini, Dyer menekankan
bahwa kebahagiaan bukanlah
sesuatu yang berada di luar diri dan
harus dikejar. Kebahagiaan adalah
konsep batiniah. Artinya,
kebahagiaan dapat dimiliki jika kita
memutuskan untuk memilikinya.

Jika kebahagiaan sudah ada di dalam
diri, maka ia akan terbawa
ke mana pun kita pergi.
Kita membawanya ke tempat kerja.
Kita membawanya ke dalam
hubungan. Kita membawanya
ke dalam setiap aktivitas. Kita tidak
perlu berusaha mencarinya di luar,
karena ia sudah menjadi bagian
dari diri kita.

Untuk menjadi manusia yang
benar-benar bahagia, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah
menyerap sepenuhnya gagasan ini:
segala sesuatu yang kita alami dalam
hidup adalah hasil dari persepsi kita
terhadap dunia luar.
Bukan semata-mata karena peristiwa
itu sendiri, melainkan karena cara
kita memandangnya.

Tanggung Jawab atas Persepsi

Dyer mengajak pembaca untuk
mengambil tanggung jawab penuh
atas seluruh aspek kehidupan.
Tanggung jawab diartikan sebagai
response-ability—kemampuan
untuk merespons.

Dalam hidup, kita tidak dapat
mengendalikan semua hal yang
terjadi. Peristiwa datang tanpa bisa
kita atur sepenuhnya. Namun, kita
selalu memiliki pilihan dalam
menentukan respons. Respons
itulah yang menjadi wilayah
kendali kita.

Ketika seseorang memahami bahwa
ia selalu memiliki kemampuan
untuk memilih respons, maka ia
berhenti menyalahkan keadaan,
orang lain, atau nasib. Ia menyadari
bahwa kualitas hidupnya dibentuk
oleh bagaimana ia merespons setiap
situasi.

Analogi Jeruk yang Diperas

Wayne Dyer menggunakan analogi
sederhana tentang jeruk. Ketika
sebuah jeruk diperas sekuat tenaga,
apa yang keluar? Tentu saja air jeruk.
Pertanyaannya: mengapa yang
keluar adalah air jeruk? Karena
itulah isi di dalamnya.

Apakah penting siapa yang memeras?
Apakah penting bagaimana cara
memerasnya, alat apa yang
digunakan, atau kapan waktu
memerasnya? Tidak. Apa pun
caranya, ketika jeruk diperas, yang
keluar tetaplah apa yang ada
di dalamnya.

Hal yang sama berlaku pada manusia.
Ketika seseorang berada di bawah
tekanan, diperas oleh situasi, konflik,
atau masalah dan yang keluar adalah
kemarahan, kebencian, stres, atau
depresi, itu bukan karena siapa yang
“memerasnya.” Itu karena itulah
yang ada di dalam dirinya.

Jika sesuatu tidak ada di dalam diri,
maka ia tidak mungkin keluar,
apa pun situasinya.

Tekanan Bukan Penyebab,
Hanya Pemicu

Ketika seseorang memotong jalur kita
di jalan raya dan kita menjadi sangat
marah, Dyer menegaskan bahwa
kemarahan itu bukan disebabkan
oleh tindakan orang tersebut.
Tindakan itu hanya menjadi pemicu.
Kemarahan muncul karena memang
itulah yang sudah kita bawa di dalam
diri.

Jika seseorang berhenti membawa
kemarahan di dalam dirinya, maka
tidak ada tindakan orang lain yang
dapat memancingnya keluar. Tidak
ada yang bisa membuat kita marah,
cemas, terluka, atau tertekan
—kecuali kita mengizinkannya
muncul dari dalam.

Dalam perspektif ini, tidak
seorang pun bisa membuat kita
depresi. Tidak seorang pun bisa
membuat kita cemas.
Tidak seorang pun bisa menyakiti
perasaan kita. Semua itu hanya
terjadi sejauh kita mengizinkan
respons tersebut muncul dari
dalam diri.

Mengubah Cara Melihat,
Mengubah Segalanya

Ajaran inti dalam buku ini kembali
pada kutipan yang terus diulang
Wayne Dyer: ketika kita mengubah
cara kita memandang sesuatu, maka
sesuatu yang kita pandang itu pun
berubah.

Perubahan tidak selalu dimulai dari
luar. Ia dimulai dari dalam dari cara
kita memaknai, dari cara kita
memersepsi, dan dari cara kita
memilih respons. Kebahagiaan bukan
hasil akhir setelah semua masalah
selesai. Kebahagiaan adalah cara kita
berjalan melewati masalah itu sendiri.

Karena itu, tidak ada jalan menuju
kebahagiaan. Kebahagiaan adalah
jalan itu sendiri.

Berikut contoh sehari-hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *