buku

Berapa Banyak yang Harus Kamu Tabung (How Much Should You Save)

Setelah Mulai Menabung,
Muncul Pertanyaan Selanjutnya

Setelah berhasil menerapkan prinsip
Pay Yourself First dan mulai
menabung meski dalam jumlah kecil,
pertanyaan alami berikutnya pun
muncul: “Sebenarnya, berapa
banyak yang harus saya tabung?”

Erin Lowry menjelaskan bahwa tidak
ada angka tunggal yang cocok
untuk semua orang.
Besarnya
tabungan ideal harus disesuaikan
dengan tujuan jangka panjang
dan persentase dari
penghasilanmu
, bukan
berdasarkan jumlah tetap dalam
dolar.

Dengan kata lain, yang penting
bukan nominalnya, tetapi
proporsinya terhadap
pendapatan dan tujuan
hidupmu.

Panduan Umum dan Titik Awal

Banyak saran keuangan umum
menyebutkan bahwa menabung
10–15% dari pendapatan
adalah
standar yang baik. Namun, Erin
menekankan bahwa angka itu
bukan aturan pasti, melainkan
patokan dasar.

Kebutuhan setiap orang
berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia dan tahap hidup,
  • Jumlah dan jenis utang
    yang dimiliki
    ,
  • Tujuan finansial jangka
    panjang
    , seperti pensiun
    atau membeli rumah.

Jika kamu memiliki utang
berbunga tinggi
, seperti kartu kredit
atau pinjaman pribadi dengan bunga
besar, Erin menyarankan untuk
memprioritaskan pelunasan
utang tersebut lebih dulu.
Dalam
masa ini, kamu bisa menabung
dalam persentase kecil hanya untuk
menjaga kebiasaan, sementara fokus
utamamu adalah mengurangi beban
bunga yang merugikan.

Manfaatkan Fasilitas Tabungan
dari Pekerjaan

Bagi yang bekerja di perusahaan yang
menawarkan program pensiun
dengan kontribusi bersama
(seperti 401(k) match
di Amerika)
, Erin menekankan
pentingnya menabung setidaknya
sebesar jumlah yang dibutuhkan
untuk mendapatkan “match”
penuh dari perusahaan.

Uang tambahan dari perusahaan itu
bisa dianggap sebagai “uang gratis”
yang menambah pertumbuhan
tabunganmu. Kontribusi semacam
ini juga termasuk dalam total tingkat
tabungan pribadi yang kamu bangun
setiap bulan.

Target Realistis untuk Jangka
Panjang

Untuk rencana jangka panjang seperti
pensiun, menargetkan tabungan
sebesar 15% dari pendapatan

adalah sasaran yang sehat. Namun,
Erin menegaskan bahwa kamu tidak
perlu langsung mencapai angka
itu.

Jika saat ini hanya mampu
menyisihkan 5%, itu sudah langkah
yang baik. Kuncinya adalah
meningkatkan jumlahnya secara
bertahap
, misalnya menambah
1% setiap enam bulan.
Dengan
cara ini, kamu memberi waktu bagi
anggaran dan gaya hidupmu untuk
menyesuaikan tanpa tekanan besar.

Sesuaikan dengan Tujuan Pribadi

Menentukan jumlah tabungan juga
bergantung pada apa yang ingin
kamu capai.
Erin menyarankan
untuk memetakan terlebih dahulu
arah keuanganmu:

  • Jika kamu ingin pensiun dini,
    kamu perlu menabung jauh
    lebih besar dari 15%.
  • Jika kamu fokus pada uang
    muka untuk rumah
    , dana
    tersebut harus dipisahkan dari
    tabungan pensiun.
  • Jika kamu ingin menabung
    untuk tujuan jangka pendek
    ,
    seperti liburan atau pendidikan,
    tetapkan persentase khusus
    untuk itu.

Dengan begitu, kamu tidak hanya
menabung secara otomatis, tetapi
juga menabung dengan tujuan
yang jelas.

Tinjau Kembali Setiap Tahun

Erin juga mengingatkan bahwa
keuangan bersifat dinamis
penghasilan, kebutuhan, dan
prioritas bisa berubah seiring waktu.
Karena itu, ulangi peninjauan
terhadap persentase
tabunganmu setidaknya
setahun sekali.

Tujuannya bukan hanya untuk
memastikan bahwa kamu masih
di jalur yang tepat, tetapi juga untuk
menyesuaikan strategi tabunganmu
dengan kondisi dan tujuan hidup
yang terus berkembang.

Kesimpulan

Bab ini menegaskan bahwa jumlah
ideal untuk ditabung tidak
ditentukan oleh angka tetap,
tetapi oleh kesesuaian antara
tujuan hidup dan kemampuan
finansialmu saat ini.

Mulailah dari persentase kecil jika
perlu, tingkatkan secara bertahap,
dan sesuaikan dengan impian yang
ingin kamu capai.
Yang terpenting, seperti yang selalu
ditekankan Erin Lowry: yang
membuatmu maju bukan jumlah
besar sekaligus, tapi kebiasaan
menabung yang konsisten dan
sadar tujuan.

Contoh: Fajar dan Persentase
Tabungan yang Realistis

Fajar, 28 tahun, bekerja sebagai
desainer grafis dengan gaji
Rp7.000.000 per bulan. Ia sudah
menerapkan prinsip Pay Yourself
First
dan menabung kecil-kecilan.
Tapi kini ia bertanya-tanya:

“Sebenarnya, berapa banyak yang
idealnya harus aku tabung setiap
bulan?”

Langkah 1: Menentukan Titik Awal

Fajar membaca panduan umum yang
disebutkan Erin Lowry: menabung
10–15% dari penghasilan
adalah
titik awal yang baik.
Namun karena ia masih membayar
cicilan motor Rp1.200.000 dan
punya sisa utang kartu kredit
Rp2 juta, Fajar memutuskan untuk
memulai dari 5% dulu, agar
tetap realistis.

  • Gaji: Rp7.000.000
  • 5% dari gaji: 0,05 × Rp7.000.000
    = Rp350.000
  • Maka, Fajar otomatis menabung
    Rp350.000 per bulan
    ke rekening khusus dana darurat.

Langkah 2: Menyesuaikan
dengan Tujuan Keuangan

Fajar punya 3 tujuan utama:

  1. Melunasi utang kartu
    kredit Rp2.000.000.
  2. Membangun dana darurat
    3 bulan pengeluaran.
  3. Mulai menabung untuk
    liburan ke luar negeri
    tahun depan.

Setelah melihat prioritasnya, ia
membuat alokasi sederhana:

  • 5% (Rp350.000) untuk dana
    darurat.
  • Rp500.000 per bulan untuk
    melunasi utang kartu kredit.
  • Rp150.000 per bulan untuk
    tabungan liburan.

Total pengeluarannya masih di bawah
Rp7.000.000, dan sistemnya tetap
seimbang antara menabung dan
membayar kewajiban.

Langkah 3: Meningkatkan
Secara
Bertahap

Enam bulan kemudian, Fajar berhasil
melunasi utang kartu kreditnya. Ia
lalu meninjau ulang keuangannya dan
memutuskan untuk menaikkan
tabungan menjadi 10% dari gaji.

  • Gaji: Rp7.000.000
  • 10% × Rp7.000.000
    = Rp700.000 per bulan.

Kini ia membagi tabungan itu menjadi:

  • Rp500.000 untuk dana
    darurat.
  • Rp200.000 untuk investasi
    jangka panjang (reksa dana).

Dalam 1 tahun setelah peningkatan itu:
Rp700.000 × 12 = Rp8.400.000
Uang ini cukup untuk dana darurat
lebih dari satu bulan pengeluaran.

Langkah 4: Menyesuaikan Saat
Pendapatan Naik

Tahun berikutnya, gaji Fajar naik
menjadi Rp8.000.000.
Ia berkomitmen menaikkan
persentase tabungannya menjadi 15%.

  • 15% × Rp8.000.000
    = Rp1.200.000 per bulan.

Rinciannya:

  • Rp600.000 untuk dana
    darurat (hingga mencapai
    target 3 bulan pengeluaran).
  • Rp400.000 untuk investasi
    pensiun.
  • Rp200.000 untuk tujuan
    jangka pendek seperti
    liburan.

Kesimpulan

Kisah Fajar menunjukkan bahwa
menentukan jumlah tabungan tidak
harus langsung besar
, tetapi
harus sesuai dengan tahap
hidup dan kemampuan.

Dulu ia hanya mampu menabung
Rp350.000 (5%),
Kini ia menabung Rp1.200.000
(15%) tanpa merasa terbebani.

Erin Lowry menekankan:
yang penting bukan “seberapa
banyak kamu punya untuk ditabung”,
tetapi “seberapa konsisten kamu
menabung dan menyesuaikannya
dengan tujuan hidupmu.”

Mulailah dari persentase kecil, naikkan
perlahan, dan biarkan kebiasaan yang
membawa hasil besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *